Sabtu, 10 Agustus 2013

Seorang anak mengeluh pada ayahnya

"Aku lelah, sangat lelah. Aku belajar sungguh-sungguh sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek sajalah!

Aku lelah karena harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku lelah karena harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku lelah karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.Aku lelah ayah, lelah menahan diri… Mereka terlihat senang! Aku ingin bersikap seperti mereka ayah!” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya: “nak, ayo ikut ayah.” Mereka menyusuri jalan yang jelek, penuh duri, serangga, lumpur, dan ilalang. “Yah, kita mau kemana? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kaki-ku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalan pun susah kaena banyak ilalang.. Aku benci jalan ini ayah!” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik serta pepohonan rindang.
“Wah… Tempat apa ini ayah? Aku suka sekali dengan tempat ini!”
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah.”
“Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”
“Itu karena tidak banyak orang yang mau menyusuri jalan yang jelek itu, padahal mereka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dlm menyusuri jalan ini.

Nak, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita dapat peroleh kemenangan.”

Hidup adalah perjuangan untuk mengendalikan dan mengalahkan diri. Jalani hidup ini dengan penuh kesabaran serta syukur.


sumber : FP LIP

0 comments:

Poskan Komentar