Selasa, 15 Juli 2014

YANG KAU CINTA

Kisah cinta antara kita memang tidak akan pernah selesai untuk dibicarakan.Karena kisah cinta tidak untuk dibicarakan, tapi untuk selalu dikenang. Masa terindah yang pernah.dijalani adalah disaat kita bersama, dan saling memperbaiki dalam kebaikan dan ketaatan padaNya. Cinta itu hadir menghampiri jiwa-jiwa yang sedang merasakan keringnya kasih sayang, ia selalu hinggap pada hati yang jernih, ia akan selalu menggerakan raga pencintanya pada apa-apa yang
diridhoi oleh pemilik cinta dan rindu akan menjadi “alarm” si empunya cinta yang sudah lama tak jumpa. Maka dari itu, rindu terasa menyakitkan.
Teringat satu kisah, kisah yang dulu. Kisah dua anak manusia yang saling merindu, namun masih dibentengi oleh “keharaman” bila menjumpai, dan
kenistaan bila diikuti ajakan itu. Sekali lagi, rasa rindu itu menyakitkan. Sakitnya merindu membuat si pelakunya “nekat” untuk bertemu. Namun, beruntunglah ia, karena ia
telah dikaruniai oleh Allah seorang
yang dicintanya pemegang agama yang taat. Allah menjaga kita dalam mencinta dengan cara siapa orang yang kita cinta. Bukankah kelak kita akan dibangkitkan dengan orang-orang yang kita cintai? Siapakah yang kita
cintai? Para sholihin dan sholihat kah? Atau para pelaku maksiat?
Kembali lagi pada kisah awal, hati yang merindu selalu mencari cara untuk bertemu, terlebih lagi cerdasnya syaithan sang penggoda ulung dengan menyuguhkan berbagai cara yang tak
terhitung. Ia selalu menjerumuskan manusia dengan godaannya pada jurang kehinaan, terlebih masalah “perzinahan”. Lagi-lagi kukatakan, beruntunglah engkau bila mencintai orang yang beriman. Karenanya, engkau akan diselamatkan olehnya melalui “cara” ia mencintaimu. Namun, tak dapat dipungkiri. Ia pun
hanya manusia biasa, yang bisa
terjerumus pada perbuatan dosa.
Layaknya Siti Hawa Sang permaisuri Adam yang tergoda akan bisikannya Syaithon. Ia (si gadis) pun merindu dalam lubuk hatinya, dan akhirnya luluh untuk bertemu. Namun, kukatakan lagi dan lagi, beruntunglah engkau bila mencinta orang yang beriman. Allah segera menjaga dirinya
dengan pangeran (ikhwan) yang
dicintanya. Dan dengan nada tinggi
dan sedikit rasa kesal, ia bertanya tiga hal, dan bila lelaki itu bisa
menjawabnya dan menjamin apa yang dikatakannya, maka gadis itu bersedia menemuinya. Lalu, Ia si gadis cantik berhati mulia, dan terjaga takwanya
bertanya:
Apa Allah akan ridho atau bahkan Allah akan bendu apabila kita bertemu???
Apa dengan kita bertemu, dosa kita akan terkurangi olehnya???
Apa kamu sayang padaku dan mau
menahan diri demi menjaga
kehormatan aku?
Apa yang terjadi?? Lelaki itupun
terdiam bak kerasukan syaithon yang bisu, karena tak bisa menjawab pertanyaan darinya. Sontaklah ia merasa bersalah dan bertaubat pada Allah, dan akhirnya ia enggan untuk
mengajak bertemu dengannya kembali. Cerdas, memang sangat cerdas pertanyaan gadis ini. Kini lelaki itu cukup berdoa dan berusaha untuk bisa mencintainya dengan cara yang benar.
Karena cinta yang ditujukan pada
orang yang benar akan menghantarkan pada jalan kebenaran. Benarkanlah
cara engkau mencintai, maka engkau akan mencintai orang yang benar. Dan bila engkau mencintai, jagalah kesucian cintanya dengan benar. Karena awal cinta itu suci. Wallahu’alam,.
(SM)

0 comments:

Poskan Komentar