Selasa, 20 Agustus 2013

20 Agustus 2013

Ku melihat di kalender agenda ku, ada agenda apa ya besok ? Hm..lumayan padat, sampai malam.
Subhanallah, baru 3 hari di Bogor sudah banyak aja agenda menanti.

Keesokan paginya, ku hadapi hari ini dengan penuh semangat. Semangat untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya, pasca liburan. Ketika, saat sedang menunggu untuk memulai rapat. Ku lihat sebentar aplikasi di hp androidku, What's Up. Ku baca satu persatu notif yang masuk. Salah satunya adalah berita duka. Memberitahukan kalau adik tingkat saya mengalami kecelakaan motor. Innalillahi wa innailahirojiun. Setelah agenda dikampus, saya bergegas untuk menjenguknya di rumah sakit. Ternyata lukanya cukup parah, sampai-sampai bagian belakang badannya harus dijahit dan kepalanya harus dibedah, karena ada penggumpalan darah disana. "Ya Allah...Kuatkanlah Ia. Ayo dek, berjuang. Pasti bisa !!", bicaraku dalam hati.

Lalu, apa hikmah dibalik itu semua ? Yang pasti, harus hati-hati kalau membawa motor. Ditabrak atau ga menabrak, Sama-sama memiliki peluang bisa terjadi. Itu saja ? Tentu tidak. Kalau menurut pendapat saya,
1. Kita memang ga pernah tau akan terjadi apa hari esok,kemudian dan selanjutnya yang terjadi di dalam hidup kita. Hanya Allah la yang Maha Tahu. Sedangkan kita hanya bisa menjalani dan pasrah, jika Ia telah berkehendak. Semua datang tiba-tiba dan tanpa disangka. Begitu mengejutkan. Lantas, Apa yang harus kita lakukan ? Kita hanya bisa menyiapkan amal yang sebaik-baiknya sebagai bekal di akhirat. Mau ga mau kita harus siap kapanpun dan dimanapun. Minimal, memulai setiap aktivitas dengan berdoa. Agar kita selalu berada di dalam penjagaan-Nya.
2. Setelah mendengar kalau ia kecelakaan motor. Hatiku makin pesimis. Awalnya saya pingin banget belajar motor saat liburan kemarin. Namun, karena belum ada waktu jadi belum belajar. Ayah berkata," Buat apa mba belajar motor ? Udah nanti-nanti aja." Hm...sedikit kecewa sih. Tapi, ya ga sampai disitu semangat saya. Ku pikir-pikir lagi. Saya ingin mengambil hikmah, dibalik ayah belum mengizinkan saya untuk belajar motor.Hm apa ya ? Mencoba menelisik dalam pikiran. Oke..
a.mumgkin ayah ga mau kali ya.kalau anak perempuannya bisa motor, terus dia bisa jalan-jalan sesuka dia. Anak perempuan kan seharusnya dirumah.
b. Mungkin ayah juga khawatir. Takut sesuatu terjadi pada saya. Apalagi saya kan kuliah di luar. Jadi,nanti ga da yang memantau kalau saya bawa motor.
Ya itulah beberapa kemungkinan yg ada. Mencoba terus untuk terus berhusnudzon.
3. Membuat khawatir orang tua. Apalagi kalau orang tuannya, menghidap penyakit darah tinggi atau jantungan. Wah, pasti gawat tuh kalau tiba-tiba mendengar berita buruk yang menimpa anaknya yang jauh disana. Satu hal yang membuat saya merasa takut untuk mengungkapkannya. Jika suatu saat hal itu terjadi pada saya.  Naudzhbillahminzalik. Saya sangat takut untuk menginfokan orang tua dirumah. Apalagi keadaanya, saya jauh dari mereka. Tentu itu membuat mereka panik, khawatir dan takut berpikiran engga2 juga.
4. Kekeluargaan
5.Saya percaya bahwa hal apapun yang menimpa kita baik itu kebahagian dan kesedihan, mungkin itu adalah hal yang terbaik dari-Nya. Harus kita syukuri juga. Memberkian kebahagian, agar Ia ingin kita selalu mengingat-Nya. Tidak lengah. Sedangkan kesedihan, adalah hal yang semata2 untuk menguji kita, bila kita lolos dari ujian itu, menunjukkan bahwa kita siap untuk ke tahap selanjutnya. "Allah tidak akan menguji hambanya, diluar batas kemampuannya." Iti berarti, Allah memberikan rasa kesedihan itu karena kita mampu menjalaninya. Hal itu juga terjadi, berharap agar bisa menjadi penggugur dosa-dosa kita sebelumnya. Dan yang paling penting adalah Karena Allah begitu sayang kepda kita. Ayo mantapkan dalam hati agar kita selalu berhusnudzon kepada-Nya.

Bogor,20.08.2013
@sefiindria

0 comments:

Poskan Komentar