Sabtu, 31 Agustus 2013

Cintailah sewajarnya


Bismillah
          Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarganya,para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
          Pembaca yang budiman, pernahkah kita merasa jatuh cinta ? Tentu jawabanya ia, ya jatuh cinta merupakan perasaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambaNya karena tanpa perasaan cinta apalagi jatuh cinta tidak akan terjadi proses berkembangbiak pada manusia, manusia menikah karena adanya perasaan cinta. Cinta memiliki tanda-tanda, ya tanda-tandanya adalah kita selalu mengingat yang kita cintai dimanapun dan kapanpun kita berada, kita rela berkorban untuknya, kita lebih mendahulukan kepentingannya daripada kepentingan orang lain, ya satu lagi saya lupa tanda-tandanya, pokoknya perkataan itu adalah perkataan ulama yang saya ambil dari materi tanda-tanda cinta.

          Pembaca yang budiman, kata salah seorang motivator bernama Mario Teguh jatuh cinta itu membutuhkan waktu yang singkat namun melupakannya sungguh sulit. Ya begitulah yang terjadi seperti yang kita lihat dan bahkan mungkin kita rasakan. Kita mudah untuk jatuh cinta, ya dalam beberapa menit, dalam beberapa detik pejaman mata, mengingat orang yang kita suka lalu mencoba mencintainya lalu diingat dan diingat terus kebaikannya hingga akhirnya muncul rasa cinta dan rasa cinta terus memupuk jadi jatuh cinta, sungguh mudahnya, namun rasa jatuh cinta ini akan sulit dihilangkan, ya butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan memang begitulah yang terjadi. Jatuh cinta terkadang bisa menjadi perangkap setan apabila jatuh cinta itu terlalu jatuh, mencintai terlalu berlebihan, seolah tiada detik tanpa mengingatnya.
          Pembaca yang budiman, jatuh cinta yang berlebihan hanya akan menimbulkan kesedihan. Ya hati kita hanya akan berada di antara dua rasa yaitu harap dan cemas, namun harap dan cemas bukan kepada Allah namun kepada ianya yang kita cinta. Tentu hal ini jauh berbeda dari para salafussholeh terdahulu, hati mereka ada di harap dan cemas kepada Allah. Harap dan cemas karena berlebihan jatuh cinta kepada seseorang, ya lagu-lagu galau didengarkan, nasyid-nasyid syahdu disetel saja, nasyid-nasyid yang mendorong pada ayo cepat nikah diputar saja, dan bahkan ada rasa buru-buru nikah selagi mahasiswa. Ya pengen cepet nikah selagi mahasiswa, tercelakah ? Ya saya tidak bisa memakasakan jawabnya karena memang antara Ustadz berbeda-beda jawabannya, ada yang bilang bagus, ada yang bilang harus mapan dulu dan sebagainya, pokoke berbeda-beda. Namun kalau saya pribadi setelah saya sadari selama ini bahwa buru-buru nikah selagi mahasiswa tanpa disertai kemapanan rizki seperti belum adanya rumah, belum adanya kendaraan pribadi, dan sebagainya akan menyulitkan saja, biaya persalinan begitu mahal, ya bisa mencapai lebih dari satu juta, terlebih lagi untuk makan bini, terlebih lagi untuk si baby, membelikan mainannya, membelikan popok, dan sebagainya. Ya memang rezeki dari Allah, namun bukankah rezeki itu harus dicari dulu. Bukankah menikah itu harus menjaga keromantisan, bukankah suami harus menafkahi isteri,dan tujuan dari pernikahan adalah bukan untuk mencegah perzinahan saja namun masih banyak lagi yaitu untuk menjalin kasih sayang, mencetak generasi yang soleh dan solehah, memperbanyak keturunan, berdakwah, saiing tolong menolong dalam kebaikan, dan sebagainya.Ya itu menurut saya seperti itu, jadi harus mapan dulu baru menikah dan bahkan sang mertua akan lebih tertarik pada yang lebih mapan. Namun bukan berarti menunggu sampai usia tua sangat baru menikah, ya seimbang saja semisal usia 25 tahun sudah harus mapan lalu cari isteri, insyaAllah kalau sudah mapan dan usaha dengan perlahan-lahan dan tak tergesa-gesa disertai tawakal dan ikhlas karena Allah maka akan mudah, setiap manusia insyaAllah akan ada pasangannya karena Allah menciptakan semua manusia berpasang-pasangan.
          Kembali lagi ke soalan cinta. Dalam kitab Minhajul Qasidhin dijelaskan bahwa dalam hal yang mudah (boleh) seperti makan,minum,cinta, dan sebagainya baiknya dilakukan secara pertengahan. Ya pertengahan, tidak terlalu berlebihan dan tidak pula tidak sama sekali. Mencintai seseorang itu butuh, namun tidak boleh berlebihan, ya tidak boleh mencintai seseorang sampai melalaikan dari Dzikir kepada Allah, sampai membuat riya’ dalam beribadah, sampai menyepelkan nilai-nilai tauhid, atau bahkan rela bermaksiat demi orang yang dicintainya. Mencintai seseorang yang bisa membuat tentram dan manisnya iman adalah mencintai karena Allah Subhanahu wa Taala. Ya kita mencintai karena ia menjalankan syariat Allah. Misal seorang ikhwan mencintai akhwat karena seorang akhwat rajin mengaji, rajin shalat sunnah, dan sebagainya dan juga sebaliknya. Namun di sini perlu hati-hati juga ya, jangan sampai berlebihan, jangan sampai kita sudah mencintai karena Allah namun terlalu terngiang-ngiang dengan cinta kepadanya, sehingga di alam khayal kita ada si dia dan si dia, nah selain kebaikannya ya sebaiknya harus tahu juga keburukannya supaya tidak terlalu cinta. Lho kata siapa cari keburukannya ? Bukan mencari tapi harus tahu, ini tujuannya supaya ga terlalu cinta, bukan tujuannya untuk dibeberkan di dunia maya, diejek-ejek, diremehkan, bukan. Kata Ibnu Masud radhiyallaahuanhu apabila kita mencintai wanita lihat jeleknya. Ya kita lihat juga kejelekannya, semisal dia sering ngaji tapi mohon maaf dia masih berbuat kebid’ahan dalam ibadah yang lainnya, atau dia sering shalat malam namun masih sering marah-marah, dan sebagainya. Mengetahui keburukan juga penting untuk nanti supaya kalau sudah menikah bisa saling menutupi karena suami adalah pakaian bagi isterinya dan juga sebaliknya.
          Pembaca yang budiman,selain itu efek dari rasa cinta yang teramat sangat adalah kita akan mudah kecewa dan berharap layaknya seorang gila, ya karena rasa cinta sangat teringat dia setitik senyumnya sebesar ombak di Pantai Hindia, namun ketika kita melihat apa yang kita tidak suka dari dianya rasa bencinya sangat besar, padahal dia ga ngapa-ngapain, cuman nyetatus di facebook, twitter atau di mana pun ya lalu dicomment temannya apalagi teman laki-lakinya ya memang karena ada perlu, bencinya bukan main, lalu kita meremhkan laki-laki yang comment tadi, widih ini akan berbuah dosa yang semakin-makin, dosanya apa, yaitu dosa iri dan dengki kepada orang lain, dosa sombong dengan meremhkan orang lain, dosa cinta dunia dan berpaling dari mengingat Allah dan hari akhir, dan kesemua dosa itu merupakan dosa-dosa besar. Dosa iri dan dengki dosa besar, dosa sombong dosa besar karena orang yang sombong berdasar hadits riwayat Ahmad akan dikumpulkan di Mahsyar kelak dengan berwujud sekecil semut lalu bermuka manusia dan akan dipenjarakan lagi di neraka, lalu dosa cinta dunia menurut imam Hasan al-Bashri cinta dunia merupakan dosa besar karena mendorong kepada kemasiatan.... So dari sini yuk bagi yang merasa cinta sgt kepada seseorang yuk dikurangi, lalaunan wae, dilupakan sedikti-dikit. Ingatlah sabda nabi Muhammad shallallaahualayhi wassalam kepada pemuda bahwa untuk menjaga pandangan adalah dengan menikah namun apabila belum bisa menikah maka perbanyaklah melakukan puasa sunnah. Lalu yang menjadi soalan apabila nikah tiada bisa puasa sunnah tidak sanggup bagaimana ? Ya berdasarkan kajian yang saya ikuti di salah satu Radio Islam kalau nikah belum bisa puasa sunnah tidak sanggup maka lakukanlah aktivitas lainnya, ya lakukan aktivitas lain yang bisa membuat kita tidak terlalu cinta kepada ianya lagi, ya seperti menjalankan hobi, ya hobi menulis ya nulis, ya hobi baca ya baca, yang hobi ceramah ya ceramah, dan tentu dalam menjalankan hobi tetap berlindung kepada Allah supaya setan tidak memasukkan ingatan tentang si dia kepada aktivitas kita, nanti malah yang hobi nulis malah nulis tentang dia, dsb... ya pokoknya tutup pintu masuk setan dengan dzikrullah, dan apabila godaan setan makin menguat maka terus dzikir dan ingat pahala yang akan didapatkan apabila meninggalkan larangan Allah. Ya berdasar yang saya baca di kitab Rihlal ila Darul Akhiroh dijelaskan bahwa nikmat surga kita akan semakin nikmat sejauh larangan dan kenikmatan semu duniawi yang kita tinggalkan, ya jadi bidadari-bidadari kita akan semakin elok kalau kita menjaga diri dari memandangi yang lain mahram, kita bisa memakai sutera, meminum khamr apabila di dunia meninggalkan sutera dan khamr, kita bisa makan makanan yang semakin enak kalau di dunia meninggalkan kemewahan makanan dan juga makanan-makanan yang diharamkanNya.
          Pembaca yang semoga dirahmati Allah, sehingga dalam artikel ini kesimpulannya adalah Cintailah seseorang sewajarnya dan apabila sudah saatnya segeralah menuju hubungan yang lebih serius di dalam jalinan cinta kasih yang halal. Carilah kemapanan dahulu, sebagaimana di dalam syair negeri Sabah  kalau tidak salah dikata bahwa pikir-pikir dulu kalau nak kahwin, cari kerja dulu supaya dapat duit.
          Okay sekalian kawan-kawan, mohon maaf zahir batin atas segala kesalahan, kritik dan saran sangat daku harapkan....
          Semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi kita Muhammad
          Allaahua’lam bis shawab.

0 comments:

Poskan Komentar