Jumat, 30 Agustus 2013

Arah Kehidupan

Seringkali kita kehilangan arah hidup ini, semua rencana yang tertata rapi menjadi hancur berkeping-keping, semua orang yang berjanji menolong, menghianati, semua orang terdekat hilang tak berjejak. Saat-saat seperti ini hidup serasa tak berarti, tak ada harapan akan masa depan, semua harta milik tak bermanfaat. Hanya satu yang tinggal tetap yakni iman.

Bagaimana melihat ALLAH ditengah ketidakpastian situasi, ketiadaan jawaban bagi doa-doa yang terpanjat setiap saat. Hanya satu yang tinggal tetap yakni iman.

Iman adalah benteng terakhir yang memegang tangan kita dan mengokohkan langkah kita agar tetap teguh, tegar dan tidak menyerah.

Iman akan menuntun kita dijalan terjal berbatu kehidupan ini agar kita tetap melanjutkan perjalanan menujur lembah berair segar tersebut, dimana kita dapat beristirahat dan lalu terus melanjutkan perjalanan hidup.

Sebagai seorang yang beriman; kita yakin bahwa ALLAH bekerja didalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Namun akal sehat selalu berkata yang berseberangan dengan iman.


Pengalaman pribadi saya ialah

1. Membuat komitmen dihadapan ALLAH untuk tidak menyerah.

Saya berkomitmen bahwa tidak ada sesuatupun didunia ini yang sanggup membawa saya pergi meninggalkan tugas pelayanan ini, selain ALLAH sendiri yang membawa saya pergi.

Komitmen ini kemudian membuat saya tetap teguh berdiri dan menyelesaikan semua masalah dalam tugas dan kehidupan pribadi karena saya tidak akan melarikan diri dari masalah ini.

2. Tetaplah setia.

Komitmen yang saya buat di atas lalu saya kokohkan dengan karakter “setia” Setia didalam tugas dan tanggungjawab yang kecil (tidak peduli apakah kemudian saya akan dipercayakan tanggungjawab yang besar). Bagi saya kesetiaan ialah “tetap dan terus bertanggungjawab atas tugas”

3. Percaya kepada ALLAH.

Percaya ialah Percaya. Percaya adalah sebuah kata kerja, ia tidak akan menemui artinya sampai ia di nyatakan dalam aksi / kerja.

Jika kita percaya bahwa ALLAH itu ada dan berkuasa, maka tidak ada alasan untuk tidak menyerahkan segala kuatir kita kepadaNya.

4. Tetap tenang ditengah badai (Jangan Panik)

Seseorang berkata, “hidup adalah kumpulan masalah”. Karena itu jikalau masalah menimpa, tetaplah setia, tidak ada tempat terbaik didunia ini dimana kita bisa bersembunyi dari masalah. tempat terbaik ialah tempat dimana anda bisa berpikir jernih dan menanggapi masalah sesuai dengan porsi masalah tersebut.

Beberapa point diatas mungkin tidak sesuai dengan harapan mereka yang sedang berada didalam masalah. Namun secara relatif dan acak, point-point tersebut telah teruji oleh kehidupan dan menolong banyak orang untuk tetap terarah.


SUMBER : FP Renungan dan Kisah Inspiratif

0 comments:

Poskan Komentar