Sabtu, 24 Agustus 2013

MENULIS ESAI YANG JITU



Kemarin ada mahasiswi undergraduate (asal Indonesia) yang main ke ruang kerjaku di kampus. Yang bersangkutan sebenarnya ingin diskusi tentang substansi penugasan yang sedang dikerjakannya yang harus dikumpulkan beberapa hari lagi. Setelah ngobrol beberapa saat, ternyata yang jadi kebingungannya bukan hanya soal substansi, namun juga tentang bagaimana menuliskannya.
Teringat belasan tahun yang lalu saat menerima hasil feedback dan nilai pertama penugasan esai ketika sekolah di gelar graduate diploma dulu. Menangis darah. Sedih banget! Merasa sudah banyak membaca bacaan referensi, menulis berhari-hari, bongkar pasang dan mengumpulkannya tepat waktu, kok masih dinilai ‘rendah’. Menangis darah karena nilainya lebih rendah dari batas minimal rata-rata untuk dapat lanjut ke gelar master tahun depan.
Kalau sudah merasa bersusah payah nilainya hanya segitu, bagaimana akan berlanjut sampai tahun depan atau bahkan ke gelar master?
Untung saat itu di school ada academic advisor yang membantu mahasiswa, terutama mahasiswa internasional dalam menghadapi hal-hal semacam ini. Aku langsung membuat janji untuk berkonsultasi dan diberilah aku beberapa wejangan yang aku sampaikan ke mahasiswi cantik yang main ke ruang kerjaku itu.
Sekarang kutuliskan supaya yang lain juga bisa mengambil manfaatnya. :)
Ketika mendapat tugas menulis esai
Bacalah pertanyaan/penugasannya dengan teliti. Jika belum paham dengan pertanyaannya lakukan pencarian di internet dengan beberapa kata kunci yang relevan. Baca bacaan yang dirujuk internet sebagaibackground knowledge. Bacaan awal ini tidak perlu terlalu banyak, hanya sekedar memberikan gambaran kasar tentang pertanyaan/penugasan.
Kembali baca penugasan dengan teliti. Apakah sudah paham dengan pertanyaan/penugasannya? Jika sudah paham, apakah sudah bisa menjawabnya? Jika belum, cari bahan bacaan yang relevan dengan pilihan kata kunci yang lebih spesifik. Batasi pada rujukan ilmiah dan jangan terlalu banyak, misal hanya lima artikel saja. Web of knowledge merupakan mesin pencari tulisan ilmiah yang layak digunakan pada tahap ini. Dari lima artikel bacaan sekarang coba jawab pertanyaan/ penugasan dalam satu kalimat.
Mulai menulis esai
Jawaban dalam bentuk satu kalimat yang sudah dipilih ini merupakan point penting yang akan kita kembangkan dalam menulis esai. Kalimat inilah yang harus kita jelaskan, kita beri contoh, dan kita kaitkan kembali ke pertanyaan/penugasan penulisan esai kita. Bahasa kerennya: PEEL (Point; Explain; Examples; and Link back).
Ketika menulis bagian pendahuluan, kita akan mengenalkan kepada para pembaca (yang bisa jadi tutor atau dosen kita) konteks tulisan kita, mengapa dan apa tujuan tulisan ini dibuat. Selain itu jika memang diperlukan, perlu dijelaskan batasan yang akan dibahas dalam esai ini dan apa yang tidak, sehingga pembaca tidak berekspetasi berlebihan atau terkaget-kaget ketika membaca bagian badan tulisan. Di bagian akhir pendahuluan kita perlu menjelaskan bagaimana struktur tulisan kita ini akan disajikan.
Bagian pendahuluan dimaksudkan untuk menghantar pembaca tentang tulisan yang kita buat. Seringkali dalam proses menulis badan tulisan ada perkembangan yang belum kita sampaikan di bagian pendahuluan. Ada baiknya bagian pendahuluan ini dicek kembali ketika badan tulisan sudah selesai ditulis. Jika memang ada yang belum dijelaskan secara umum di bagian pendahuluan, maka perlu ditambahkan. Perlu diingat bahwa bagian pendahuluan ini hanya sebagai penghantar, tidak diperlukan penjelasan yang terlalu detil. Penjelasan yang lebih detil ada di bagian badan tulisan.
Badan tulisan
Ada baiknya tulisan kita di’bagi’ dalam sub-sub judul. Selain memudahkan kita dalam mengembangkan tulisan juga akan memandu pembaca. Sub-sub judul ini sebaiknya direncanakan sejak awal sebagai kerangka tulisan kita. Sebagai pelengkap kerangka kita bisa mengembangkannya dengan membuat ringkasan apa saja yang akan kita tuliskan di masing-masing sub judul dalam badan tulisan. Hal ini akan sangat membantu kita untuk memprediksi berapa kata yang akan kita ‘habiskan’ dalam badan tulisan.
Biasanya dalam penugasan terdapat batasan maksimum jumlah kata yang bisa kita gunakan untuk menjawab pertanyaan/penugasan esai. Patuhi batasan ini, jangan terlalu kurang dan jangan berlebihan. Jika kita menulis terlalu sedikit, penilai akan menganggap kita malas dan jika kita menulis terlalu banyak melebihi batasan kata yang ditugaskan, penilai akan menganggap kita tidak disiplin. Keduanya hanya akan menghasilkan nilai yang tidak optimal.
Kerangka tulisan yang berupa sub-sub judul dan ringkasan isi akan membantu kita dalam mencari bacaan pendukung yang akan kita gunakan sebagai rujukan. Misalkan sub-sub judul kita merupakan point-pointjawaban kita atas pertanyaan/penugasan, dalam isi sub judul tersebut kita perlu menjelaskan maksud/detil atas point/jawaban kita dan ditambah dengan contoh-contoh. Bahan bacaan rujukan berfungsi sebagai penguat point kita juga contoh-contoh yang relevan. Setiap akan menutup satu sub-judul selalu ingat untuk mengkaitkan kembali tulisan kita ke pertanyaan/penugasan (link back).
Pada badan tulisan ini kita harus secara kuat membedakan mana posisi/jawaban/argumen kita dan mana bagian yang merupakan pendukung. Seringkali yang kutuliskan masih berupa jajaran pendapat dari tulisan rujukan yang kupakai dan bahkan kadang belum menunjukkan apa jawaban kita atas pertanyaan/penugasan. Hal ini mengakibatkan tulisanku ‘sekedar’ narasi, belum menunjukkan hasil pemikiran/analisisku. Mungkin buku ini bisa dijadikan contoh bagaimana menulisakan posisi kita dan membedakannya dari penulis pendukung argumen.
Kesimpulan
Bagian kesimpulan harus kembali menegaskan apa jawaban kita atas penugasan/pertanyaan yang harus dijawab dalam bentuk esai ini. Jika di bagian pendahuluan kita telah menuliskan apa yang akan dijawab/dianalisis, maka di bagian kesimpulan jawaban kita atas penugasan perlu ditegaskan kembali. Perlu dicek berulang-ulang selama proses penulisan apakah yang diperkenalkan di bagian pendahuluan (Point) sudah cukup dijelaskan di bagian badan tulisan (Explain dan Examples), dan ditegaskan dalam kesimpulan (Link back). Hal ini perlu untuk menjaga bahwa esai yang kita buat dapat melaju lancar dan jitu menjawab pertanyaan!
Selamat menulis esai! :)

0 comments:

Poskan Komentar