Senin, 28 Juli 2014

Hidup itu memang 'begini',,

                               
                               
Alhamdulillah. Allah telah memberikan ku umur yang panjang hingga detik ini. Dimalam lebaran, hari raya Iedul Fitri 1435 H. Berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara.

Oh iya, izinkanku tuk bercerita sedikit tentang diskusi kecilku (sedikit modifikasi) dengan teman ku. Walaupun kami sekampus dan berasal dari daerah yang sama. Hal yang jarang bisa berdiskusi seperti ini. Mungkin karena kesibukan dari kami masing2 yang menyebabkan moment2 kali ini jarang terjadi. Mungkin bahasannya cukup 'menarik'. Menarik menurutku sih hehe

Saling menanyakan kabar dan kesibukan selama ini adalah topik yang pertama kali dibahas, selanjutnya mengenai keadaan KKP di daerah masing2, dan berlanjut hingga plan kami menuju ke masa depan. Oh iya, kami disini 'kami' ya :D

Sudah sekitar 1,5 tahun kita dan.yg lain ga duduk bersama, saling berbagi cerita, canda dan tawa. Dan akhirnya saat itu, kita dipertmukan kembali. Ya...Ku pikir kamu sudah berubah, ketika aku mengetahui kalau dia memutuskan untuk bergabung ke amanah itu. Suatu tindakan yang luar biasa tentunya. Kegalauan ia yang dulu pernah bercerita tentang 'lingkaran kecilnya', kaget dong ketika dia memutuskan untuk berhenti. Sediih.. padahal kan sarana pendidikan itu bagus. Menempa kita untuk senantiasa memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lurus. Ku katakan kepadanya. Coba dipikir2 lagi untuk keputusan itu.

Sebuah kesalahan ku juga, karena tak mampu memperhatikan orang2 sekelilingku. Walaupun kami tak begitu dekat, tapi kami kan sekeluarga. Masa ia keluarga ga tau kabar anggota keluarganya. Sefi...sefi...ckckc. Maaf kan hamba ya Allah..

Asumsikan saja ya,,
A (temanku) | B (aku)

A » 'Ilmu Filsafat | Iya..yang dulu sempat membuat hati ini ragu tuk menjalani hari2, rasanya males mau ngapa2in. Toh kita juga tau kan, tujuan kita hidup adalah MATI."
Aku memang kurang paham mengenai ilmu filsafat, tapi menurut buku yang ku baca, kebetulan baru kemarin ku baca tentang itu. Ilmu filsafat itu bisa membutakan kita dari Agama. Islam terutama.
Menurut KBBI : fil·sa·fat n 1 pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2 teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3 ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; 4 falsafah.
Yang kutangkap dari makna itu adalah Filsafsat » 'sesuatu hal' bisa diterima apabila bisa dilakukan penyelidikan dan pengetahuan akal pikiran. Wah...bahaya juga ya. Bagaimana kalau dengan hal yang 'gaib'. Itu kan merupakan hal yang hanya diketahui Allah SWT saja. Akal pikiran kita terbatas untuk itu.

B » Iya aku tahu. Semua makhluk hidup di dunia ini pasti akan melalui proses pemberhentian yaitu kematian. Dimana waktu di dunia sudah berakhir. Tinggal di alam akhirat, yang merupakan tempat tinggal kita yang abadi. Dan di alam akhirat itu pun kita diberikan 2 piliha kawan. Mau masuk surga atau neraka. Semua itu ya tergantung dari amal dan ibadah kita masing2 yang menentukan. Nah, sebelum kita mati, mau dong kalau kematian kita itu khusnul khotimah | Meninggalkan kelurga dalam keadaan baik, hubungan dengan teman, sahabat terutama dengan Allah pun harus terjaga dengan baik. Misal, mang ga mau ya, kalau sebelum kita meninggal, kita mewariskan sesuatu. Anak yg sholeh dan sholehah mungkin. Kan doa yg mustajab ketika kita meninggal nanti hanyalah mereka. Doa anak sholeh kepada ke dua orang tuanya. Pada intinya, hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang, yang dimana kita dituntut untul mengumpulkan pahala sebanyak2nya sebelum kita mati. Hingga pada akhirnya, surga balasanNya.

A » Iya betul. betul sef. Ya Alhamdulillah sih sekarang aku bebas dari semua itu sef. Dan Alhamdulillah juga aku masih sholat waktu itu. karena kalau melihat orang2 yg belajar filsafat kayak gitu, mereka udah ga sholat lagi.
B » Ya syukurlah kalau gitu. Allah masih memberi petunjuk ke kamu, bahwa itu adalah jalan yang salah.

A » Iya. Tapi rasanya enak aja gitu sef. Sekarang udah tau kebenaran yang sesungguhnya. Jujur, beberapa tahun belakangan ini aku labil tuk mencari kebenaran itu. Bahkan aku juga pernah curhat ke tukang becak, dengan.bahasa berat kayak gitu. Dengan basa - basi sedikit lantas menuju, ngapain ya pak kita itu hidup, tapi kita tahu pada akhirnya kita akan mati juga. Rasanya mau mati aja pak. Ya Allah...pasti di dalam hati bapak itu bilang. Haduuh ada apa dengan mahasiswa ini. Gila kali ya :D

Mendengar cerita itu. Aku hanya bisa terdiam.
Pikirku..Ya Allah sebegitukah kamu saat itu ? Astaghfirullahal'adzim, jadi merasa bersalah karena ga bisa berada disamping dia saat itu.

(Mencoba menelisik)
B » Kamu punya temen dekat atau sahabat ?

A » Hm...ga ada. Palingan temen 'satu lingkaran'. Ya...aku sih mencoba menjalani hidup sendiri aja.
Pikirku. Jelas sudah, kalau sikap dia memang seperti saat ini.

A » Maunya sih langsung 'teman hidup' aja sef :D
B » Ha...ha...iya2. Aamiin. (sedikit memecahkan kebebekuan diskusi kami)

A » Atau sefi duluan nih yang dapet 'temen hidup' :D
Yaelah...ga disana ga disini di bully gini mulu (pikirku)

A » Oh iya sef...terkadang aku juga tuh males ngapa2in. Pikiran itu selalu aja mengelabui. Misal, ah ngapain sih ngerjain laporan, belajar, dll... toh ujung2nya juga bakalan mati. Nah, proses tuk melewati tantangan itu2 sef yag buat aku males.

B » Hm...hidup itu berproses kawan. Ga ada yang instan, tiba2 bahagia gtu aja. Allah juga kan berfirman dalam Al Qur'an : Apakah ia mengira bahwa dirinya telah beriman, sedangkan ia belum ku uji baik itu kelaparan dan kemiskinan. Kawan, menuju hidup bahagia itu ada levelnya. Mungkin ketika kita di uji, level kita sudah saat menuju ke tingakatan selanjutnya. Allah hanya ingin melihat hambanya, Apakah ia beriman atau tidak, memilih bertahan di jalanNya atau meninggalkan ? Kalau ia bertahan pada jalanNya,itu artinya ia lolos tuk ke level selanjutnya.

Memang sih, ketika kita lolos melewati ujian dariNya. Ga ada ucapan, 'Selamat Anda sudah lolos dalam ujian ini. Semangat tuk masuk ke level selanjutnya.' hehe

A » Iya betul.betul. Trus juga  terkadang rasa semangat itu turun sefi. Rasanya itu lelah aja ketika masalah itu datang. Pusing dan ribet

B » Yaah...itu mah sama aja. Setiap orang juga pasti pernah mengalami naek turunnya semangat. Nah, kembali lagi sih ke statement sebelumnya. Bahwa hidup itu adalah pilihan. Terserah kita mau milih yang mana, Mau bagkit atau tetap terpuruk ?  | Sefi juga pernah ko mengalami hal itu. Malahan sudah mau mencapai titik jenuh. Tapi sefi ya milih bangkit, karena ga enak aja kalau terus2an perasaannya itu kayak gini. Banyak cara tuk mengembalikan itu semua. Bisa lewat jalan membuka lagi lembaran mimpi2 kita, nonton video motivasi. Dan yang paling ampuh itu adalah bertemu atau berkumpul dengan teman2 yang memiliki semangat tinggi. Misal, ketemu dengan temen2 se-liqo an. Pasti dah kita 'tersengat' dari situ. Tapi, itu semua hanya perantara. Hanya Allah lah yang Maha Membolak-balikan hati hambanya. Mungkin ketika semangat itu turun, hati kita sedang futur. Maka mendekatlah kepadaNya. InsyaAllah semua seakan2 kembali ter-charger kembali.

Oh iya, semester 7 tinggal berapa sks ? Rencana mau penelitian dimana ?, tanyaku

A » Hm...masih banyak aku mah sef. Kalau penelitian antara Lampung dan Kalimantan. Kalau sefi ?
B » InsyaAllah di semester 7 nanti tinggal 15 sks lagi. Dan masih bingung juga tuk penelitian mau dimana. Rencana sih mau di Yogya. Tapi...kayaknya kejauhan. hehe
Oh ya, btw kita kan udah masuk semester 7 nih. Rencana ke depan kamu mau ngapain nih setelah lulus ? hehe #kepo

A » Ya...rencananya mau kerja di perusahaan sef. Kalau sefi pasti mau langsung nikah ya ? Atau udah mau deket2 ini ? Haha..
B » Hehe...hadeeh ada2 aja nih. Tapi aamiin he.. | Ya ga lah...sefi juga mau kerja dulu » Nikah »  Trus baru deh lanjut studi lagi di luar. Ditemani dengan 'teman hidup'. Karena kan rada susah dan ga aman juga kalau diluar, ga ditemani sama mahrom nya.

A » Iya sef..betul.betul. Aamiin.
B » Tapi ya kalau ditelusuri lebih dalam, membangun bahtera rumah tangga. Ceile bahasanya :D | Itu ga gampang loh. Ibarat mengarungi lautan bahkan samudera sekalipun. Problem2 yang dihadapi itu loh...dahsyat. Tapi seru juga kali ya. Yg biasanya kita melewati masalah sendirian, pas udh be RT kita di 'temani'. #Eaa

A » Sef...sef lihat dong ibu2 itu. So Sweet ya punya anak.
B » Iya dong. Kebahagian luar biasa.

A » Oh iya sef....gimana hukumnya kalau kita meunda mempunyai anak ?
B » Maksudnya karena ingin menikmati 'pacaran' yang lebih lama dulu ?

A » Bisa jadi.bisa jadi. Atau bisa juga karena karier.
B » Lah...bukannya kalau kita udah nikah, mempunyai anak adalah sesuatu hal yang di dambakan ya ? Apalagi orang tua kita, pasti pengen cepet2 nimang cucu. Selain ingin menggapai keluarga yg samara, apalagi coba yang di inginkan dalam sebuah keluarga. Punya anak kan ? Iya biar keluarga kita makin rame aja.

A » Kita ?
B » Hm...lupa sefi. Maksudnya kita. 'kita'. Woles kali ((:
A » Ha..ha...iya sef. Becanda juga kali.

Yaah...cukup sudah ya. Itulah sedikit diskusi kecil kami. Cukup menggelitik ya. Bahasan yang 'aneh' ga sih ? Tapi tak apalah, semoga bisa bermanfaat buat kita semua.

Selamat merangkai masa depan kawan.... ^^
#udahSemester7Loh!

Perjalanan panjaaaang sudah menanti kawan, dan tentunya dengan 'bebatuan' yang berbeda...

Berpikirlah itu mungkin » melangkahlah dan Tuhan akn membimbing langkahmu | Your FUTURE is created by what you do TODAY, not tomorrow.
Bandar Lampung,
2 Syawal 1435 H | 29 Juli 2014


0 comments:

Poskan Komentar