Minggu, 06 Juli 2014

5 Juli | H6 KKP | H7 Ramadan

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah hari ini sinar mentari menghangatkan bumi karyamekar setelah gerimis tadi pagi. Pakaian yang dicuci dari 4 hari yang lalu pun sekarang mulai kering. Yeaah akhirnya bisa nyetrika juga :D

Pukul 13.00 » kami bergegas menuju kantor desa, ikut serta dalam sosialisasi pemilu pilpres. Di samping kegiatan itu, kami berdiskusi dengan teteh2 yang berasal dari Ciherang. Beliau lulusan teknik informatika, dan sekarang sedang menempuh pascasarjana di kampusnya. Lumayan panjang sharingnya. Di dalam diskusi itu pun yang pada akhirnya menghantarkan kami tuk berkunjung ke tempat tetehnya, sebab disana ada oleh-oleh khas Garut » Kentang.

Setelah dari kantor desa, kami ber 4 survei lahan nih tuk program kami. Yang satu lagi, cowo, sedang ngeprint surat dan belanja kebutuhan kelompok. Ini nih kali pertama nyangkul selama kuliah di IPB. Hadeeh. Lumayan menyenangkan dan seru aja. Owh kayak gini :D

Habis dari sana sholat ashar berjamaah » Buka puasa dan kerja keras lagi nih. Malam minggu kayak gini, kita ber 5 diskusi lagi tuk program2 nya terutama tuk persiapan Loakakrya 1, yang akan dilaksanakan pada Senin, 7 Juli 2014 @Kecamatan Pasirwangi.

Cukup sampai disitu aktivitasnya. Dilain sisi saya ingin bercerita mengenai fenomena di desa ini. Salah satunya adalah saat kegiatan taraweh. Kami ber 4 melakukan Tarling (Taraweh keliling). Dan ternyata kondisinya sama saja yaitu sholat taraweh 23 rakaat yang super quick, rame anak-anak dan ga banyak sih, sebagian kecil shaff sholatnya memang kurang rapat. Ya..tak seperti dikampus salah satunya di masjid tercinta, Al Hurriyyah. Huu...rindu euy.  Salah satu permasalahan » shaff yang tidak rapat, ternyata memang bukan terjadi di desa ini saja, ya walaupun tak separah seperti yang temen2 ceritakan dari desa lain.

Baiklah, disini saya akan bercerita seputar »
1. Lurus dan merapatkan shaf.

Ada beberapa hadist yang menjelaskan disunnahkannya tuk meluruskan dan merapatk shaf yaitu :
“Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekatanlah, dan luruskanlah dengan leher-leher (kalian), karena demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggamannya, sesungguhnya aku
melihat setan masuk dari celah-celah shaf seakan-akan dia adalah kambing kecil.” (HR Abu Dawud)

“Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya kelurusan shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat.” [HR
Muslim (433)]

Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa di antara hal yang membuat shalat kita menjadi sempurna adalah shaf yang lurus. Artinya, jika shaf shalat tidak lurus maka shalat berjamaah kita menjadi kurang nilainya.

Itulah tuntutannya. Tapi, ya mau bagaimana lagi, fenomena shaf yang saat ini banyak terjadi di masyarakat memang seperti itu, layaknya kebiasaan yang kurang tepat. Sulit tuk memasukinya. Tapi, ya saatnya tuk saat ini dan masa depan, kitalah generasi2 pembaharu dan pelurus. Semoga bisa memberikan contoh sesuai dengan ajaran nabi kita, Muhammad SAW.

2. Ramainya anak-anak
Ada beberapa kemungkinan kenapa anak- anak (umu 2-5 tahun) ramai saat taraweh ; mungkin karena dirumah ga ada siapa2, jadinya di ajak deh atau ga...teringat kata ustad, coba kalau kita lagi sholat terutama sholat shubuh, bangunkan dan ajak anak kita menunaikan sholat shubuh di masjid atau letakkan anak kita disamping ketika sholat. Hal ini memang bagus, mengajarkan dan sekaligus memberikan teladan kepada sang anak. And, I Believe that sikap anak kita itu ga akan jauh beda dengan sikap orang tuanya terutama ibu yang hampir standby 24 jam bersamanya. Keteladanan adalah cara ampuh tuk membantu membentuk karakter sesorang. So, yuk berikan teladan yang baik tuk generasi2 kita.

3. Taraweh 23 rakaat.
Entah contoh dari mana, baik itu taraweh 23 / 11 rakaat, masih banyak yang melakukannya super quick. Tapi kebanyakan yang dijumpai adalah 23 rakaat. Rasanya itu, pengen gitu berpendapat kepada ustad/imam nya. 'Kenapa ndak 11 aja rakaatnya pak, khusyu'. Dari pada 23 rakaat yang quick banget. Mungkin pahalanya lebih banyak tapi percuma, ga khusyuk. Karena memang surat yang dibaca sangat cepat. Ya itulah kebiasaan masyarakat kita saat ini. Yuk ah kita ubah kebiasaan ini ke depannya. Semoga bisa !! Bismillah....

Lantai 2, disudut kamar berukuran 2 x 4 meter. Garut. 23.53 WIB.

0 comments:

Poskan Komentar