Rabu, 16 Juli 2014

Edelweiss_Laki-Laki


Bagaimanapun juga laki-laki adalah manusia yang memiliki kelemahan. Dibalik raganya yang kuat dan akalnya yang tajam ada hatinya yang rapuh. Sudah suatu takdir laki-laki menjadi seorang pecinta. Dijadikan indah dalam pandangannya: wanita, harta, dan anak-anak.



Mudah saja bagi laki-laki menaruh simpati pada seseorang hingga larut dalam cinta. Sedikit saja melihat keindahan, mata terpedaya rayuan pesona. Cinta pun tersemai di hati, tumbuh menggadaikan cinta yang lain.
Pada kenyataannya memang tidak sedikit laki-laki yang sanggup menggadaikan cinta, sekalipun itu cinta kepada Sang Maha Pemberi Cinta.



Semua hanya karena cinta yang baru tumbuh di hatinya. Cinta yang bermula dari pandangan kemudian bermuara di hati. Sejatinya memang demikian fitrah laki-laki. Mudah jatuh cinta pada apapun yang dipandangnya, termasuk wanita. Tapi itu bukanlah menjadi pembenaran bagi seorang laki-laki untuk mengobral cintanya pada setiap wanita yang membuatnya simpati. Cinta tidak semestinya menyakiti. Sebab hanya nafsu yang membawa kerusakan dan menciptakan kesakitan. Tidak ada pihak yang berhak tersakiti oleh karunia terindah dari Allah ini. Seorang laki-laki yang baik selalu menjaga hatinya agar tidak menimbulkan pengharapan.

Hatinya hanya diperuntukkan bagi cinta yang pasti dan menghadirkan ridho. Jangan pernah salahkan hati yang rapuh. Sebab memang seperti itu ia dicipta. Hati tak ubahnya lahan tanam yang akan ditumbuhi oleh tanaman apapun yang dikehendaki. Simpati tidak selalu menjelma menjadi pohon cinta. Benih cinta berwujud simpati bisa dijaga agar tumbuh dalam kendali. Semua hanya masalah pengendalian hati pada setiap laki-laki. 

Hati yang terkendali yang akan terjaga. Hati yang terjaga yang akan menjadikan cinta sebagai karunia terindah dari Allah. Saat rasa cinta mulai hadir, tugas laki- laki adalah menerimanya. Karena memang itu fitrah bagi laki-laki. Sederhanalah dalam menyikapinya dan tak perlu banyak berasumsi perasaan. Definisikan cinta dengan cara yang tepat. Allah memberikan takdir seperti ini kepada laki-laki agar tercipta kehidupan yang harmoni.
(A2)


0 comments:

Poskan Komentar