Sabtu, 05 September 2015

Agenda Dakwah dan Skripsi

Bismillahirrohmanirrohim

Alasan apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir ketika diajak kumpul, rapat atau apalah itu namanya ‘diajak kumpul’. Jawabannya sama ‘Mau bimbingan, ketemu dosen, mau revisi dan lain sebagainya.’ Bahkan untuk pertemuan-pertemuan penting pun, itu semua terabaikan-hampir semua memilih untuk sibuk mengurusi tugas akhirnya. Tulisan ini pun sekaligus memuhasabah diriku juga. 

“Ya Rabb, harus seperti itukah ? Bahkan panggilan dakwah pun dinomorduakan ? Egoiskah seperti itu ?” Wallahu’alam. (pertanyaan yang muncul saat kehadiran undangan agenda-agenda dakwah sangat minim).

Aku menyadari bahwasanya skripsi adalah memang amanah dari orang tua, yang harus disegerakan. Tapi, terkadang membuat hati ini tertohok ketika mendengar dan melihat sikap teman2 yang begitu rada ‘egois’. Menjadi datang hadir dikegiatan2 pembinaan, dll. Tidak lain dan tidak bukan, alasannya ya IL2-itu lagi itu lagi, skripsi,,,

Ah, tapi yaitu hidup itukan pilihan setiap orang, terserah dia mau kemana dan pilih yang mana.
Aku punya prinsip bahwasanya “Berikanlah manfaat sebanyak-banyaknya ke orang lain. Itu artinya, kita bisa memprioritaskan kegiatan2 kita. Manakah yang mendatangkan manfaat lebih banyak ? Untuk urusan pribadikah atau untuk banyak orang ? sebab Rosulullah SAW bersabda.”Orang yang terbaik adalah orang yang memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang.”

Bagiku, hadir ketika teman2 ‘seminar hasil penelitian’ adalah suatu kebermanfaatan untuknya. Kita disana bisa kasih masukan/pertanyaan terhadap tugas akhirnya. Oleh karena itu, bisa menyempatkan untuk hadir diatas kepentingan urusan2 pribadi kita yang tidak begitu penting atau mendesak.

Prinsip lainnya  yaitu ‘Bisa menyempatkan hadir dalam undangan/kegiatan lain meskipun hanya sebentar.” Sebab walaupun hanya bisa melihat senyumnya, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri hehe.

Sempat terbesit rasa iri kepada teman2 yang memang sudah tidak memegang amanah organisasi lagi dikampus. Eits, tapi insha Allah rasa iri ini aku menyikapinya positif. Menjadi penyemangat. Iri seperti apa maksudnya ?

“Ya, yang dipikiran mereka hanya skripsi, skripsi dan skripsi. (mungkin) | Sedangkan kita, yang masih memegang amanah sana dan sini, sedikit terbagi konsentrasinya. Bahkan tidak hanya sedikit, tapi juga hampir keseluruhannya. Untuk apa ? Ya, untuk kebaikan dan menggapai ridho Allah. Insha Allah. Aamiin.”

Pertanyaan ini yang mungkin sering terlontar.
“Kenapa aku ka ? Kenapa aku yang harus diamanahkan disini ? Bolehkah aku off dan fokus skripsi saja ? Aku ingin lulus cepat.” (sanggahan ketika amanah itu datang)

Astaghfirullahal’adzhim.

Berbeda dengan orang yang meyakini bahwasanya Allah itu Maha Besar, Cintanya kepada Allah dan Rosul begitu besar. Ia akan menerima amanah itu, meskipun hal itu nanti akan memecahkan banyak konsentrasinya. Ia yakin bahwa bahwa pertolongan Allah begitu dekat dan Allah pun sudah berfirman dalam surat cinta-Nya :

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad :7)

Yakin. Yakin. Yakin. Ikhlas dan ikhtiar sampai maksimal. Insha Allah, Allah akan memudahkan segala urusan kita. Aamiin.

No Excuse, meskipun masih ada amanah diorganisasi, lulus kita bisa lambat, bisa ko lulus cepat but itu semua tergantung dengan DIRI KAMU. Mau seberapa besarkah usahanya ?

Tapi terkadang, amalan yang kita lakukan saat menjelang kelulusan pun diperhatikan.
Berapa banyakkah waktu yang kita berikan untuk diri kita SAJA atau Berapa waktu yang kamu berikan untuk orang lain atau agenda-agenda dakwah kamu ?

Bukan halangan lagi. Malah coba kamu buktikan dan bisa menjadi contoh kepada adik-adik nantinya. Bahwa dengan masih memegang amanah di organisasi juga bisa cepet lulus looh.

Bisa pasti bisa. Sekaligus syiar kita juga.

Membuktikan kalau kita juga bisa seperti orang lain, hal ini juga bisa menjadi contoh untuk adik2 diorganisasinya. Sebab, memberikan teladan adalah salah satu cara ampuh untuk kita berdakwah.
Skala prioitas yang harus kita perhatikan. Apakah kita masih egois atau kah tidak ? Apakah manfaatnya lebh besar untuk orang lain atau pribadi ? Yuk, kita renungkan.

Semoga Allah selalu meneguhkan hati kita untuk selalu berada dijalan-Nya dan mencurahkan segala karunia-Nya. Aamiin.

Amanah tetep amanah, skripsi juga ok. NO EXCUSE.

-SA-








0 comments:

Poskan Komentar