Jumat, 24 Januari 2014

Seorang Pelukis


Suatu hari, ada seorang pelukis yang terkenal sedang menyelesaikan lukisannya. Lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus dan akan diperlihatkan pada saat pernikahan Putri Diana.

Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya. Ia mengamat-amati lukisannya dengan penuh kekaguman. Terus ia memandangi lukisannya dari berbagai posisi. Dengan berjalan mundur ia masih mencermati hasil lukisannya. Dia terus berjalan mundur tanpa menyadari bahwa di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya. Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut, tapi tidak jadi karena dia berpikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget dan malah jatuh ke belakang.

Kemudian orang tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan, lalu mencorat-coret lukisan tersebut sampai rusak. Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut, tapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
=========

Sobat, kadang kita telah melukiskan masa depan dan rencana kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah. Tetapi lukisan itu ‘kelihatannya’ dirusak oleh TUHAN, karena TUHAN melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita terus melangkah. Tak jarang kita menjadi marah, jengkel dan kecewa terhadap TUHAN.

Tapi perlu kita ketahui, bahwa di balik semua yang kita alami, Tuhan memiliki rencana dan alasan. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Biarkan DIA turut menggoreskan kuas rahmat-Nya di atas kanvas kehidupan kita, sehingga lukisan hidup ini menjadi lebih indah.

0 comments:

Poskan Komentar