Selasa, 21 Januari 2014

Kesederhanan yang bermakna luarbiasa



Bismillahirrohmanirrohim

17 Januari 2013. Masih ditempat yang sama dimana kaki ini berpijak, di Bumi tercinta. Pagi yang disambut dengan rahmat-Nya,hujan, dan dingin yang begitu menusuk hingga ke tulang-tulang. Membuat kebanyakan orang untuk terlena di tempat tidurnya. Huh...dingin banget. Rasanya itu pengen tidur lagi.

“Eits...eits. Oh tidak bisa. Harus segera selesaikan misi untuk hari ini.” Kata hatiku.
“Oke.oke. siap. Ayoo semangat !! ciat...ciat.”
Mengawali pagi ini dengan beres-beres kamar kemudian dilanjutkan untuk sholat duha dulu.
Setelah solat. Lanjuutt ke Misi selanjutnya, yaitu membuat tulisan berupa targetan 2014, mimpi-mimpi selanjutnya dan sedikit album kenangan di tahun 2013 kemarin, in My dream Book. Hehe
Disela-sela menulis.
Seperti biasa di setiap paginya,di kosan aku, Al Iffah, didatangi seorang Ibu jualan Nasi dan Gorengan.
“Assalamualaikum, Neng...nasi, gorengan.”’ Kata Ibunya.
“Al Iffah.....ada yang mau beli ga .” (Teriak salah satu penghuni Al Iffah)
“Mauuuu...” (Serbu beberapa penghuni Al Iffah ke lantai bawah)
Pagi itu aku membeli nasi goreng, bihun dan gorengan.
“Dek, pagi ini masih bisa menikmati sarapan di Bogor. Tapi, besok pagi udah bisa nikmatin sarapan masakan Ibu. InsyaAllah :D  “ kataku dengan teman sekamar.
“Cieee...mba sefi yang mau pulang.” Sahut temanku.
Skip ***

Setelah menunaikan sholat Ashar berjamaah di mushola Al Iffah. Saatnya bersiap-siap untuk pulang. Yeee. Yuhuu. Sebelumnya cek barang dulu.
“Charger laptop,casan Hb, powerbank, modem, oleh-oleh, hadiah,bekal makan malam, etc.. Okee lengkap.” Kataku.
Wah,  sore ini tidak hujan. Cerah. Alhamdulillah.
“Al Ifaahhh, sefi pamit ya. J
“Mau pulang ke Lampung sef ? “tanya seorang kakak kelas.
“Iya mbak. Hehe”
“Fii amanillah. Salam buat keluarga. “
“Iya mba. Jazakillah. InsyaAllah.”
Wah Bu presiden mana nih. (presiden ? iya. Di Al Iffah itu seperti sebuah negara. Ada presiden dan meneteri2nya. Keren Ian J). Ibu presiden periode lalu adalah temen sekamarku dulu. Tapi nampaknya Beliau lagi tidak di kamar. Yah... L
 Skip. ***



Tepat pukul 04.26 WIB aku tiba di stasiun. Alhamdulillah lancar perjalanannya. Aku dijemput ayah dan ibu. Di sela perjalanan.
“Ayah..Ibu. Mba pulang ke rumah ada misi tertentu loh. Ada sesuatu hal ayan harus dibicarakan. #Eaa “ kataku
“Apaan mba ? Sesuatu hal  ? Tanda Tanya besar tuh Hehe. “kata Ibu
“Ya....ada lah. Nanti dong J
Alhamdulillah tiba dirumah juga. Langsung deh, sholat subuh berjamaah di musholla.
Skip ***        
Ayah menerima telepon dari temannya. Memberitakan kalau temannya habis kecelakaan.
 “Teman ayah yang mana ?”tanyaku
“Itu... Pak Qassim.” Jawab ayah
“Hm... siapa itu, yang mana ?” tanyaku
“hahaha “  Ibu, abang ketawa
“Ya udahlah. Yok jenguk.” Kata Ibu
“Ayoo.” Kata ayah
“Mba, ikut ya..” pintaku (ya walaupun ga tau Pak Qassim itu yang mana.
Sekitar pukul 4 sore, setelah sholat Ashar.  Aku, ayah dan Ibu pergi ke rumah sakit.
Skip ***        

Ya itulah sepenggal kisahnya. Poin yang ku ambil di sini adalah tentang hak seorang muslim terhadap muslim lainnya.  Hal ini begitu terasa saat saya berada di IPB. Ya, di IPB. Tempat dimana aku ditempa dan belajar banyak di kampus Madani ini. Ia mengajarkan aku banyak hal salah satunya adalah peduli akan hak sesama muslim.  Ada 6 hal hak seorang muslim terhadap muslim lainnya yaitu : 
11.  Mengucapkan Salam.

Menurutku hal ini merupakan hal yang sederhana tapi cukup bermakna dan memiliki arti yang mendalam. Sebagaiamana dalam hadist dijelaskan,

“Sebarkanalah salam diantara kalian, agar kalian saling menyayangi.” (HR. Muslim)  

Aku sependapat dengan hadist diatas, karena ketika ketika saling menebarkan salam sesama muslim itu artinya kita saling mendoakan sesamanya. “Assalamualaikum (Semoga diberikan keselamatan atasmu)”.

Diriwayatkan oleh A'mran bin Hussaini: "Seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata, ‘Assalamualaikum’ . Maka Rasulullah (s.a.w.) menjawab salam kemudian dia duduk. Maka Rasulullah berkata 'sepuluh pahala'. Kemudian datang yang lain memberi salam dengan berkata ‘Assalamualaikum warahmatullah’ , lalu Rasulullah jawab salam tadi, dan berkata 'dua puluh pahala'. Kemudian datang yang ketiga terus berkata ‘Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh’. Rasulullah pun menjawab salam tadi dan terus duduk, maka Rasulullah berkata 'tiga puluh pahala'. (Hadist Riwayat Abu Daud & Tirmizi)

Yuk sobat sebarkan salam di muka bumi, jadikan ia sebagai budaya kita ketika kita bertemu dengan saudara kita, sesama muslim.

2 2. Undangan yang harus dipenuhi.
Undangan di sini cukup general, baik itu undangan pernikahan, rapat, hadir di suatu acara ataupun yang lainnya. Nah, aku mau membahas undangan dalam konteks menghadiri undangan pernikahan ya hehe. Habis undangan yang paling banyak ya, undangan pernikahan apalagi kan aku di Al Iffah. Kalau di Al Iffah, tempat kosan ku. Hampir setiap minggunya ada alumni al iffah yang menikah. Nah, disinilah aku diajarkan. Dimana kita dituntut untuk memenuhi undangan itu.

Sedikit cerita nih. Pertama kali menghadiri pernikahan di Bogor itu, saat anak ustad Achmad (pembimbing Al Iffah) menikah. Ustad memberikan kesempatan kami untuk hadir disana. Kalau kata ustad sambil ‘Praktikum’. Setelah kurasakan, ia memang benar. Dimana pada pernikahan itu Ia mengajarkan kami pernikahan yang sesuai syariat Agama Islam itu seperti apa. Engga tau kenapa, saat itu bener2 menggetarkan hati ini dan air mata pun tak terbendung menetes. Apalagi ketika ucap kobul. Huh...deg-degan.

33. Jika meminta nasihat, berilah.
Pada satu malam, tiba-tiba ada teman nan jauh disana sms. Ia menanyakan kabar.
Pikirku, ada angin apa nih. Ya setelah saling menanyakan kabar. Ia pun menyampaikan maksud. Ternyata ia sedang turun semangatnya. Ia menanyakan kepadaku,
“Mengapa sefi selalu semangat dan gimana sih cara membagi waktunay sefi ?” tanya dia.
“Loh tau dari siapa ? Sok tau nih Hehe.” Ledek aku
Oh ternyata ia habis melihat TL ku di twitter.
Ya...hingga akhirnya aku  sedikit berbagi cerita dan nasihat disana. Ku akui, aku memang belum banyak ilmunya. Jadi, semampu aku menjawab pertanyan-pertanyaannya.

Satu hal yang bisa ku ambil pelajaran dari sini, yaitu terus tingkatkan kapasitas diri hingga engkau bisa menjadi bisa berarti bagi yang lain.

4 4. Jika bersin mengucapkan Alhamdulillah, maka doakanlah.

Sungguh, agama Islam begitu sempurna. Sampai hal ini pun dapat memberikan kebermanfaatan bagi yang lain. Dimana ketika teman kita bersin dan mengacapkan hamdalah > Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah). Lalu kita yang mendengarnya wajib menjawab Yarhamukallah, dan ia yang bersin membalasnya lagi Yahdikumullah. Sebagaimana dalam firman-Nya :

“Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan Alhamdulillah, jika ia mengatakannya maka hendaklah saudaranya atau temannya membalas: yarhamukalloh (semoga Allah merahmatimu). Dan jika temannya berkata yarhamukallah, maka ucapkanlah: yahdikumulloh wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (HR. Bukahri)

Aku punya sebuah cerita tentang ini. Cerita ini ku dapatkan dari Ustad Achmad. Ia bercerita, zaman dahulu ketika di sebuah kereta. Ada seorang bapak tua, ia tak sengaja bersin. Lalu ia mengucapkan hamdalah. Dan tak lama dari itu, ada seseorang yang membalasnya dengan melafalkan yarhamukallah.
“Siapa itu ? siapa itu ?” tanya pak tua itu.
“Saya pak.” Jawab seorang anak muda.
“Engkau sudah menikah nak ?” tanya pak tua
“Belum pak.”
“Mau kak engkau ku nikahkan dengan anak perempuan bapak?” tanya pak tua
“ Hah....”(heran)
“Ia. .....”
SKIP ***

Hingga akhirnya putri bapak yang tadi dengan pemuda itu menikah. Nah, kenapa bapak tadi begitu ingin anaknya menikah dengan pemuda tadi ? Jawabannya adalah DI zaman dulu, saat itu, hanya orang-oran tertentu paham akan hal itu. Langka. Sehingga bapak tua tadi menganggap pemuda ini spesial.

Intinya adalah Jangan pernah meremehkan hal-hal yang sederhana, mungkin bagi kita itu adalah hal yang sederhana tapi menurut yang lain itu adalah hal yang luarbiasa. Yuk tebarkan kebaikan dimuka bumi ini.

55. Jika sakit, jenguklah.

Di IPB dan mungkin dikampus yang lain juga seperti ini. Akan banyak silih berganti teman-teman yang sakit. Penyakit mahasiswa, typus, hepatitis, DBD, dll. Aku pernah baca buku,

“Ketika kita sakit, mereka yang menjenguk ataupun sekedar sms memberikan ucapan motivasi. Seberapa banyak mereka,menunjukkan merekalah yang memang peduli dengan kita.”

Aku juga pernah dapet Quote dari seseorang,
“Orang yang peka itu banyak, tapi orang yang peduli itu hanya sedikit.”

Nah,disinilah kita dituntut untuk saling peduli sesamanya. Karena ketika kita peduli ke banyak orang, maka akan banyak juga yang peduli dengan kita. Ya walaupun rasa Care  dan perhatian itu sering disalah artikan. (pengalaman Hehe)

66. Jika meninggal, antarkan jenazahnya.

Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah, mengiringi jenazahnya dan menyaksikan saudaranya dimasukkan ke dalam liang Lahat, iringan terakhir di dunia, kelak akan berjumpa disurgaNya. InsyaAllah.

Hal ini pun mengajarkan agar kita dalam kehadirannya disana bisa mengurangi rasa kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkannya. Dan yang terpenting adalah agar kita selalu mengingat bahwa kematian itu semakin dekat. Serta mempersiapkannya sebagai bekal di akhirat nanti.

Waallhualam


@sefiindria                          

0 comments:

Poskan Komentar