Minggu, 28 Juli 2013

Ketika Air (Hujan) dan Api Engkau satukan


Bismillahirrohmanirrohim


Ketika itu Bumi Allah ini tak kunjung selesai di berikan Rahmat Oleh-Nya. Hujan yang membasahi Bumi ini begitu menyegarkan dan memberikan kehidupan untuk tanaman dan tanah yang kering.Sebagaimana dalam firman-Nya “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”(Al-‘Araf:57)

Hari ini adalah pertemuan yang special menurut saya, you know what ? Karena saya bisa bersilaturahim kembali dengan teman-teman semasa SMA. Tahun kemarin ga sempet ketemu karena harus mudik dan buru-buru balik ke Bogor. Tidak terasa udah 2 tahun kuliah. Waktu itu bergulir dengan cepat ya. Nanti tiba-tiba aja udah wisuda, kerja dan nikah *eh hehe lucu kali ya reunian SMA terus udah punya pasangan masing-masing.


Waktu udah menunjukkan pukul 15.00 nih. Saatnya siap2 tuk sholat terus baru deh capcus.
“Bbbrrrrrrrrr”
“Hujan ? “
“Iya hujan”,sahut kakaku
“Alhamdulillah, tapi…”
“Ya Robb semoga hujan ini jam 16.00 berhenti ya  hehe”,pikirku dalam hati.
Tiba-tiba handphone bunyi.
Eh ada mention dari temen di twitter. Waktu masih menunjukkan pukul 15.30. Isinya,
“Gimana nih jadi ga acara buka bersama kita. Hujan dari shubuh sampe sekarang ga berhenti-henti L
“ Iya sabar ya. InsyaAllah bentar lagi berhenti ko”, optimis kalau hujannya bentar lagi berhenti.

“Bismillahirrohmanirrohim…Allahumma Shoyiban Na’afian. Ya Allah, aku bahagia Engkau menurunkan Rahmat-Mu ini. Namun, Aku mohon ya Allah izinkan hamba dan teman-teman untuk bersilaturahim.”, pintaku

Berdoa ketika hujan adalah salah satu keadaan dimana doa kita akan dikabulkan.
Hujan semakin lama-lama semakin deras dan langit pun kian gelap serta waktu menunjukkan pukul 17.30.
“Ya robb, Aku mohon dengan sangat ya Allah. Izinkan kami unutk bertemu.”
Alhamdulillah akhirnya hujan sudah mulai aga reda dan akupun kepikiran tuk pakai jas hujan, Aha…
Segera ku sms dan mention ditwitter,
“Hujan mulai agak reda nih, Yuk berangkat. Semangat S_Cone!!! Bismillah…”

Kalau keadaan kayak gini nih. Jadi inget kalau di Bogor. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya. Mungkin sebagian kecil orang males tuk beraktivitas kalau hujan datang. Apalagi kalau ada undangan, pasti akan ada aja alasannya. Hehe… (baca:hujan). Tapi, InsyaAllah berbeda tuk sebagian mahasiswa IPB. Hujan ? tetep tancap gas…
Ada nih satu tweet teman, “ Sendirian duduk di pangkalan ojek nunggu hujan berhenti udah kayak tukang ojek beneran, tapi jarang ada tukang ojek kece kayak gue” ckck perjuangnnya sob keren, sesuatu banget hehe

Lanjut yee..
Adzan pun berkumandang. Alhamdulillah. Saat itu masih dalam perjalanan.
Karena teringat dalam sebuah hadist, bahwa kita disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Akhirnya ku lafadzkan doa berbuka dan berhubung tidak membawa air minum ataupun permen. Dan jalan terkahir, saya berbuka dengan menelan air ludah hehe *ups ketahuan

Waktu menunjukkan 18.15. Alhamdulillah tiba juga ditempat makannya.  Lumayan jauh juga ya. Subhanalloh, udah hujan dan jauh pula tempatnya ckck. Perjuangan banget ya Allah tuk silaturahim tahun ini.

Setelah solat maghrib, tiba saatnya kita semua makan…ya walaupun ada 2 teman kita yang masih dalam perjalanan. Mulai deh, saling cerita-cerita, ketawa bareng dan foto-foto. Ya walaupun akhirnya fotonya ga ke save hiks

Udah selesai makan. Saatnya kita makan es buah. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.30. Teman kita 2 orang itu pun akhirnya datang. Ga lama dari itu, tiba-tiba lampu tempat kami makan mati da nada terikan, kebakaran….
“Hah, kebakaran ?”, kaget
“Kebakaran, kebakaran “ teriak para pengunjung
“Astaghfirullohal’adzim, langsung segera ku bergegas untuk pergi”
Begitu paniknya orang-orang yang ada saat itu. Istighfar,khawatir dan deg-deg an, perasaan yang ada ketika peristiwa itu.
Ya Allah, apa salah kami ? Perjuangan ke tempat ini aja begitu luar biasa. Dan Engkau berikan lagi ujian itu di tempat makan kami.
“Hari dimana Engkau persatukan antara Air (hujan) dan Api”, sahut temanku.
Setelah pulang, kami menyempatkan untuk singgah dirumah teman kami yang jaraknya tidak jauh dari tempat kejadian. Tibanya disana, You kow what ? kami ditemani dengan lilin-lilin kecil. Yup,mati lampu. Subhanalloh, hanya Asma-Mu yang mampu ku ucapakan atas hari ini ya Allah.
Ditengah kegelapan dan sambil menunggu hujan reda, kami saling berbagi cerita, rencana pertemuan ke depan dan tertawa bersama lagi.
***
Terima Kasih teman untuk kisah hari ini. Salut banget buat kalian. Rela hujan-hujanan apa lagi teman saya yang rumahnya yang nan jauh disana. Rasanya kayak dari ujung timur ke ujung barat hehe lebay. Ga lupa juga buat teman saya yang udah nyampe paling akhir terus ga kebagian makan juga gara-gara ada peristiwa kebakaran itu. Cupcup…sabar ya. Mungkin moment ditahun ke-2 ini ga akan pernah kita lupakan ya. Ramadhan Next time, mungkin kita akan susah untuk silaturahim lagi. Karena kita semua kan udah mulai KKP/KKN di daerah masing-masing.

Ketika Air (Hujan) dan Api Engkau satukan....
Ada cinta dan kasih sayang disana
Tetap semangat Kawan…
Diluar sana masih banyak hal yang harus diperjuangkan lebih dari ini !

Yang selalu ku rindu S_Cone (Science Community One) Smanjuh 
 Kamis, 25 Juli 2013/16 Ramadhan 1434 H
@sefiindria

0 comments:

Poskan Komentar