Rabu, 05 Agustus 2015

Terbaik Untukku, dari-Nya


Bismillah....

Hari itu adalah hari dimana aku bisa merasakan kebersamaan dengan mereka. Sebelum pada akhirnya kami semua pisah untuk birul walidain ke kampung masing2 - Libur Idul Fitri.

"Menyempatkan waktu diatas kesibukan masing-masing untuk melepas kerinduan dan memohon doa restu untuk kelancaran dan keberkahan sidang/ujian S1 saya."

Empat hari sebelum waktu itu tiba. 2 Juli 2015. Ba'da subuh, tetiba suhu badan melejit tinggi.
Ya Rabb...ada apa ini ?
Waktu tersisa 2 hari lagi sebelum waktu ujian itu tiba. Namun kondisi kesehatan pun masih turun drastis. Ku pikir ini hanyalah penyakit biasa saja.

"Sef, yuk ke rumah sakit atau dokter ?", pinta temanku.
"Ga usah. Bentar lagi juga sembuh ko."

Teman2 pun berdatangan hadir ke kosan. Menanyakan ujian sidangku dan kabarku. Dengan masukan beberapa teman. Hingga akhirnya, aku pun memutuskan untuk berobat ke dokter.

Satu hari sebelum hari-H.
"Yakin sef mau ujian besok ?" tanya temanku
"Insha Allah iya." jawabku masih kekeh
"Yakin kuat ? Emang udah belajar ?"
"Belum terlalu maksimal sih. Tapi Insha Allah."

Malam sebelum hari H. Panas badan, radang tenggorokan, batuk yang begitu menohok masih juga belum baikan.

"Ya Allah, jika ini adalah takdir dari-Mu. Aku ikhlas." 

(terus ku perbanyak istighfar hinggaku terlelap)

4 Jam menuju ujian sidang.
"Sefi, yakin mau sidang ? Sidang itu kita harus banyak ngomong loh, sedangkan kamu, ngomong aja susah. Masih pusing juga kan ?"
"Bisa insha Allah." jawabku lirih

Tetapi setelah itu, ternyata aku pun ngga sanggup. Ngedrop sekali.

Dan pada akhrinya, aku pun memberikan info kepada dosen penguji, pembimbing dan teman2 semua.
Bahwa aku memutuskan untuk membatalkan ujian ini. Ya Rabb :)

Kecewa sedikit kecewa. Sebab, waktu ini adalah waktu yang sangat dinantikan. Setelah lelah berjuang dan sedikit melegakan sebelum saatnya untuk pulang ke rumah. Tapi, apa daya. Ikhlas dan pasrah. Inilah takdirnya. Dan aku meyakini bahwasanya :

Kekecewaan adalah cara Tuhan dalam berkata : 
"Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu"

Kemudian,,
Aku pun dibawa oleh teman2 ke Rumah Sakit Umum Daerah Bogor.
Dan saat itu adalah pertama kali aku untuk di Infus. Huh...

"Sef, gimana kalau langsung rawat inap aja ?"
"Ga usah, sefi besok pulang ke Lampung. Udah beli tiketnya juga ko." jawabku dengan membisikan temanku. Ketika itu berbicara pun sangat sakit tenggorokan ini.
Hampir sekitar 3 jam berada dirumah sakit. Karena harus menghabiskan infus dulu.

Ke esokan harinya.
Barang-barang ku untuk pulang sudah disiapkan oleh teman2ku.
Masih dalam pertanyaan yang sama.
"Sefi, yakin mau pulang ? Kan masih pusing. Nanti dikapal gimana ? Kalau kenapa2 gimana ? ke Rumah sakit aja yuk ? " Perhatian yang tulus dari temen2 satu kosan. Ya, aku bisa merasakannya.
"Ga usah. Sefi dirawat di Lampung aja nanti." jawabku yang masih saja teguh, bahwa aku tidak apa2.

Hingga akhirnya,
Hati ini pun luluh ketika Ibuku menelpon untuk aku agar mau ke rumah sakit.

"Ya, hati siapa yang ga luluh untuk bisa mentaatinya dengan percakapan yang membuatnya menangis."
"Iya ibu." jawabku dengan yakin. Kalau ini memang sudah saatnya menurunkan egoku.
"Ya udah, dirawat ya mba. Nanti ibu dan ayah ke Bogor. Jemput mba." 


7 Juli 2015.
Aku pun dirawat di Rumah Sakit Medika Dramga-Bogor.Ternyata terdiagnosa penyakit campak. Hal ini yang dibuktikan dengan tanda bintik2 merah yang sudah menyebar kemana-mana. Radang tenggorokan yang menyebabkan batuk begitu hebat dan demam tinggi yang tak kunjung turun.

Doa yang terus terucapkan oleh teman2, adik kelas dan kakak kelas tak henti2nya, agar aku bisa lekas sembuh. Kunjungan ke rumah sakit untuk menjengukku.

Bahkan ada seorang temanku. Saat itu menyempatkan hadir sebentar sebelum ia harus terbang pulang ke Padang. Sendirian. Masya Allah.#terharu heuu

"Aku menyadari bahwasanya ketika kita sakit ataupun terpuruk. Mereka yang berdoa untuk kita, menjenguk kita, perhatian dengan kita. Itu semua menunjukkan betapa besar rasa sayang mereka kepada kita." Terima Kasih ya Allah.

-the end-
#
Dan ternyata tahukah kawan ? 
Bahwa cerita ini sebelumnya pernah ku tuliskan dibuku diary ku. Entah pikiran itu terbayang dari mana. Dan kini cerita itu menjadi nyata. Wallahu'alam

Semoga ini menjadi yang terakhir & semoga kita semua bisa menjaga amanah sehat yang Dia titipkan . 

Jazakumullah khair katshir atas doa dan perhatian teman2 semua khususnya untuk Ayah dan Ibu :))
Maaf ya. Ini nih rasa kangennya lebay banget. Sampe2 harus jatuh sakit dulu he #carialasan


Bandar Lampung (rumah), 19 Juli 2015 
Yang telah sembuh dari nikmat sakit dari-Nya :)

0 comments:

Poskan Komentar