Selasa, 04 Februari 2014

#YukMenulis

Bismillah....


Ada salah satu hal yang patut kita syukuri di pagi hari, yaitu bersyukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk tetap hidup, memberikan kesempatan kepada kita untuk terus memperbaiki diri, juga bersyukur karena dapat menghirup udara-Nya yang gratis ini. #BeThankfulSob!

Seperti biasa, kita harus mengawali setiap pagi itu dengan semangat. Sebab, aku percaya ketika pagi itu datang dan kita sambut dengan semangat maka hal itu akan berpengaruh terhadap aktivitas kita selama sehari itu. Luar biasa. Cobain deh. #Semangat!

Seperti pagi ini, aku semangat sekali. Jelas, karena aku akan pulang ke rumah nanti sore.
“Pagi ini aku masih sarapan di Bogor. Tapi, besok pagi aku akan sarapan masakan ibu di rumah. Wuihh.” Kataku kepada teman sekamar.
19 Januari 2014.
Sekitar pukul 04.46 WIB saya tiba dirumah. Merasakan kembali suasana rumah dan menghirup udara  yang sejuk dikampung halamanku. Uhh...segar. Alhamdulillah.


By the Way, langsung to the point aja ya,
Menurutku, kalau berbicara liburan kali ini (tahun 2014) cukup mengagumkan, dimulai dari menjenguk saudara,persiapan canvasing IPB dan bakti sosial bersama omda KEMALA IPB, pergi ke toko buku, kumpul bersama teman-teman,jalan-jalan bareng Ibu, berdiskusi bersama keluarga, rapat chatting, membaca beberapa buku, menulis blog, dan lain-lain. #BeMeaningfull

Itulah sederet aktivitas yang saya lakukan selama 17 hari dirumah. InsyaAllah menjadi #LiburanYgProduktif. Selama 17 hari dirumah, ada dua hal yang bisa dibilang aku mencoba mulai rutin untuk melaksanakannya,yaitu membaca dan menulis. Membaca buku yang ku beli di toko buku Gramedia Lampung dan menuliskannya berupa isi/ringkasan yang ku anggap penting di dalam buku tersebut.

Sebentar...
Kalau membahas tentang menulis, entah mulai kapan aku mulai menyukainya. Setiap dapat ide selalu saja aku tuliskan Judul/Poin tulisannya di HP-ku. Lihat saja nih, lumayan banyak topiknya. Tapi, hal itu menjadi sia-sia. Aku tak dapat langsung merealisasikannya. Huft..Betapa ruginya. Aku pernah bertanya pada diriku.
“Sebegitu sibukkah dirimu sef ? Hingga kau tau sempat untuk menulis. ”
“Kamu tahu ? Orang diluar sana jauuuh lebih sibuk darimu. Kamu lihat orang hebat diluar sana, para ulama, Yusuf Qardhawi, dan lainnya. Mereka bisa untuk menulis di setiap harinya. “tanya hati kecilku.
Yah sederet pertanyaan yang mulai muncul untuk merubah mindset agar semangat untuk menulis dan menuntut ilmu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah kalimat yang begitu menginspirasi. Ini ku kutip dari buku bacaanku. Seperti ini isinya :
Ilmu itu, mencahayai gelapnya peradaban, memballik nasib menuju keberkahan, dam memantik hadirnya kebahgiaan.
Ilmu itu, mengangkat derajat orang yang mempelajari, memudahkan orang yang mengamalkan, makin bertambah jika dibagikan, dan akan abadi jika dituliskan.
Satu kalimat terakhir yang begitu menginspirasi, ‘abadi jika dituliskan’. Sebuah kalimat, yang menurutku itu begitu mengguggah. Hingga akhirnya, aku pun bertekad untuk terus menulis agar tulisan itu bisa abadi. Walaupun kita nanti sudah tidak ada di dunia ini. InsyaAllah akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amalan jariyah. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW,
“Ada 3 amalan yang tidak terputus pahalanya ketika kita sudah meninggal, yaitu Sedekah Jariyah,Ilmu yang bermanfaat,dan doa anak Soleh.”
Aku jadi teringat kata seorang teman.
“Kita memang susah untuk mencari waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Tapi, kita bisa menyempatkan waktu untuk melakukan sesuatu itu. “
That’s Right !!
Kuncinya adalah menyempatkan waktu, bukan mencari waktu yang tepat.
Hingga akhirnya aku pun bertekad untuk menyempatkan waktu untuk menulis di masa-masa liburan ini. About Everything. Entah itu, tulisan share teman-teman dari grup WA, Line, Twitter,dll. Yang ku anggap itu penting dan bermanfaat, aku edit sedikit langsung deh aku post in My Blog. Serta tak lupa untuk mencantumkan sumbernya. Selain mendapatkan ilmu dari tulisan itu, akupun belajar untuk menulis. Belajar untuk menelisik beberapa gaya-gaya tulisan.

Wah tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Waktu liburan akan berakhir. Berharap kegiatanku selama ini dapat bernilai pahala disisi-Nya. Aamiin.

Dan sekarang, waktunya aku untuk mewujudkan impian itu. Walaupun tidak bisa menulis setiap harinya, aku pastikan akan ada minimal ada satu tulisan tiap minggunya. Bismillah....#YukMenulis #KeepIstiqomah

Dua kalimat penutup agar kita tidak pernah bosan dalam menuntut ilmu dan tak lupa untuk menuliskannya.
“Ilmu dan seni tanpa agama, jadinya tabu. Agama dan seni tanpa ilmu, jadinya ragu. Agama dan Ilmu tanpa seni, jadinya kaku. Tabu,ragu,kaku.”
“Dengan ilmu hidup jadi mudah. Dengan seni hidup jadi indah. Dengan agama hidup jadi terarah. Mudah.Indah.Terarah.”

Wallahualam.

                                                                                             
#MuslimahPembelajar


0 comments:

Poskan Komentar