Senin, 21 April 2014

​​Arti ayah di kehidupanmu


Bagi seorang yang sudah dewasa, yang sedang jauh dari orang tua, akan sering merasa kangen dengan mamanya. Lantas, bagaimana dengan seorang ayah ?
Mungkin karena mama lebih sering nelpon untuk menanyakan keadaanmu.
Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu ?

Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau slalu menanyakan pada mama ,apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak "sudah dibilang! jangan minum es !". 
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir ?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !" 
Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.
Saat kmu bisa lebih dipercaya, 
Ayah pun melonggarkan praturannya. 
Kmu akan mmaksa utk melanggar jam malamnya.


Maka yg dilakukan ayah adlh menunggu di ruang tamu dgn sngat khawatir.
Ketika kamu dewasa,dan hrs kuliah di kota lain. 
Ayah harus mlepasmu. 
Tahukah kamu bhw badan ayah terasa kaku utk memelukmu?

Dan ayah sngat ingin menangis.
Di saat kmu memerlukan ini-itu, utk keperluan sekolahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. 
Tp tanpa menolak, 
beliau memenuhinya.

Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan dlm perbuatan dan perkataan seperti ibu..
Sampai ketika tman psanganmu datang 
utk mminta izin mengambilmu dari ayah
ayah akan sngat berhati-hati dlm mmberi izin

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan brsama seorang yg dianggapnya pantas, 
Ayahpun trsenyum bahagia

Apa kmu tahu,
bhw ayah  pergi ke blakang dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia.
Semoga Putra/i kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya"
Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu berasama cucu-cucunya yg sesekali datang untuk menjenguk.
Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu.
Sayang ayah


0 comments:

Poskan Komentar