Senin, 10 Februari 2014

Problematika dalam Berumah tangga

Bismillahirrohamnirrohim

Alhamdulillah malam ini, sebelum menjelang perkuliahan hari esok di semester baru. Kami mendapatkan materi ruhiyah dari ustad. Setelah tidak mengikuti ta'lim selama 2 kali karena harus pulang ke rumah untuk liburan dan kumpul bersama keluarga.

Pada ta'lim malam ini membahas tentang beberapa problematika yang biasanya dihadapi oleh suatu rumah tangga. 

"Tidak selamanya hidup itu indah. Akhir itu ga seindah awalnya. Itu artinya, hidup ini tidak akan selalu berjalan dengan baik atau lurus-lurus saja. Pasti selalu ada saja masalah yang datang. Apalagi ketika sudah berumah tanga maka ujian itu akan semakin besar. Semakin besar atau tinggi suatu masalah maka disitulah ujian keimanan kita. Tapi, jangan pernah takut, kalau Allah menimpakan masalah/musibah kepada hambanya sesuai dengan kadarnya (kemampuan hambanya), tidak melebihi batas kemampuannya.

"...Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya..." (QS. Ath-Thalaq: 7)

Hanya orang yang kuat, sabar dan berserah diri kepada-Nya lah yang mampu melewati masalah itu. InsyaAllah. 


Apa saja ? antara lain :
      1.      Adanya gap (perbedaan) pemahaman yang terlalu besar. (Biasanya terkait akidah)
      Hal ini biasanya terjadi setelah akad.
      2.      Adanya pihak ketiga. (Aktif, Fitnah, Menggunakan Magic)
      3.      Berkaitan dengan beban ekonomi yang terlalu berat.
      4.      Adanya campur tangan orang tua yang terlalu dalam.
      5.      Karena keduanya berlomba dalam karier.
      Harus dibicarakan secara bersama-sama.
      6.      Bagaikan api di dalam selimut. (Yang kelihatannya asmara tapi kenyataanya bermasalah)
      7.      Cemburu yang isrof (berlebihan)
      8.      Terlalu sensitif (mudah tersinggung)
      9.      Adanya perbedaan selera. (Makan,Perjalanan)
     10.    Perlakuan yang kasar (biasanya pada umumnya dari pihak suami)
     11.    Akhlak yang buruk
     12.   Terjadinya hubungan intim/seks yang tidak terpenuhi dengan baik
     13.   Salah satu antara suami/istri ada yang tidak bergairah.
     14.   Adanya kejenuhan (ketika bertemu dengan suami)

     Hidup ini harus punya program/perencanaan, termasuk perencanaan dalam berumah tangga dan punya anak.
     
     Feb 02, 2014 @Mushola Al Iffah

0 comments:

Poskan Komentar