Senin, 06 Februari 2012

10 Karakteristik Muslim/Muslimah Sejati



Hasan Al Banna merumuskan 10 karakteristik muslim yang dibentuk didalam madrasah tarbawi. Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat).
Karakter ini menurut Beliau Hasan Al Banna, merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi soko guru peradaban dunia (Ustadziyatul `alam). Kesepuluh karakter itu adalah : 
  1. Salimul Aqidah (Bersih Akidahnya)... dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik. 
  2. Shahihul Ibadah (Benar Ibadahnya).... menurut AlQur`an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid`ah yang dapat menyesatkannya. 
  3. Matinul Khuluq (Mulia Akhlaknya)... sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin). 
  4. Qowiyul Jismi (Kuat Fisiknya)... sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT. 
  5. Mutsaqoful Fikri (Luas wawasan berfikirnya0... sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya. 
  6. Qodirun `alal Kasbi (Mampu berusaha)... sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya. 
  7. Mujahidun linafsihi  (Bersungguh sungguh dalam jiwanya).... sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain. 
  8. Haritsun `ala waqtihi (Efisien dalam memanfaatkan waktunya).... sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT. 
  9. Munazhom Fii Su`unihi (Tertata dalam urusannya).... sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
  10. Naafi`un Li Ghairihi (Bermanfaat bagi orang lain)....sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain. 
Semoga kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin :)

2 komentar:

  1. Subhanallah, sangat menginspirasi saya, makasih neng.

    Semoga saya bisa banyak belajar lagi. ^.^

    BalasHapus
  2. Semoga aja kita termasuk wanita sholehah. kalo mau jadi wanita sholehah minimal harus mampu menjaga lisan dan aurat dengan mulai berhijab. Sebenarnya saya dulu risih juga kalo pake hijab, tapi ketika pakai hijab dari PRODUSEN MUKENA KATUN JEPANG saya malah lebih suka karena mukenanya nyaman, lembut dan adem. Makasih ya mbak udah berbagi cerita...

    BalasHapus