Jumat, 11 Oktober 2013

Manajemen Diri dan Manajemen Waktu

Seringkali kita beranggapan Allah tidak adil. Beberapa kasus yg bisa membuat justifikasi trhdap diri sendiri:
- Menganggap kenyataan2 yg diberikan, misal hidupnya dan masalah2 yg ada dibebankan oleh Allah terlalu berat kepada dirinya.
Merasa hidup berat membuat kita membatasi peluang mengoptimalkan potensi2 diri kita.
- Menganggap diri sendiri lemah.

Cara mengatasi masalah2 tsb:
- Masalah tak pernah lebih besar dari diri kita. Semua beban yg diberikan Allah, percayalah itu semua sudah diukur oleh Allah sesuai dengan kemampuan kita. Solusinya, pantaskanlah diri kita dengan usaha2 untuk menyelesaikan amanah dan tanggung jawab yang ada.
- Setiap masalah yg ada itu datangnya atas ijin Allah.
- Ujian itu adalah jalan surga. Menganggap setiap hari2nya adalah ibadah, sebagai langkah menuju surga.

Sumber daya terpenting di dunia adalah waktu. Ketika kita memandang waktu adalah sebuah hal yg berharga, ini akan mempengaruhi cara penggunaan kita terhadap waktu.
Dalam Islam, setiap ibadah sangat berkorelasi dengan waktu yg harus senantiasa dioptimalkan.

"Waktu adalah kehidupan" (Hasan Al Banna)
Kita hidup dalam kumpulan waktu. Jika kita menyia2kan waktu kita, berarti kita telah menyia2kan hidup kita.

Tidak bergeser kaki seseorang di hari kiamat sebelum ditanyakan 4 hal:
Usia yg dihabiskan, Masa muda yg dilewatkan, Harta yg dibelanjakan dan Ilmu yg diamalkan.

Salah satu cara mensyukuri nikmat adalah dengan mengoptimalisasi nikmat yg diberikan sehingga memiliki nilai manfaat positif.

"Kewajiban yang kita miliki lebih banyak daripada waktu yang tersedia" (Hasan Al Banna)
Lakukanlah percepatan2 yg bisa kita optimalisasi, terutama di waktu2 luang, sehingga dapat mengoptimalkan waktu dengan lebih efektif dan efisien. Semakin efektif penggunaan waktu, semakin besar juga kebermanfaatan yg bisa kita lakukan.

Dalam berbagai momen, bahkan waktu itu sangat berharga hingga satuan terkecil. Latihlah kesadaran kita untuk memanfaatkan waktu hingga satuan2 waktu terkecil. Evaluasi setiap kegiatan kita apakah berkorelasi dengan cita2 terbesar dalam hidup kita.

Ada yang dalam 24 jam bisa mengurus banyak hal, namun jgn sampai kita tidak mampu mengurus diri kita sendiri.

#Manajemen Waktu
1. Tentukan skala prioritas: sangat penting-sangat mendesak, tidak penting-sangat mendesak, sangat penting-tidak mendesak, tidak penting-tidak mendesak.

Ketika seseorang memilih sebuah keputusan, maka harus siap juga mengemban resiko dari keputusan tsb. Optimalisasi diri dan cari solusi dalam menghadapi potensi negatif dari pilihan2 tsb.

2. Selalu terencana
Buat jadwal dan to do list. Tentukan target dan evaluasi secara berkala. Teknisnya, turunkan hingga satuan terkecil, hingga akhirnya agenda jangka panjang bisa terencana hingga waktu2 terkecil. Jika tidak terpenuhi, maka ia akan menjadi hutang yg harus dipenuhi pada waktu berikutnya.

3. Jangan menunda pekerjaan
Jangan suka memanjakan diri terlalu berlebihan. Tekan diri agar tidak jatuh dalam kelalaian diri. Allah memberikan potensi2 pada diri kita untuk bisa berkembang. Latih diri hingga menemukan titik produktivitas baru.

4. Fokus
Jauhkan gangguan2 yg bisa merusak konsentrasi, misal smartphone dll. Gembleng diri dengan fokus. Buatlah TimeBox, dimana dalam sebuah waktu kita fokus mengerjakan suatu hal tanpa perhatian kita terpecah oleh distraksi dari luar.

Jadikan target2 sebagai batu loncatan untuk mencapai potensi diri yg lebih tinggi.

#StupidPaper
Tulis saja semuanya. Di awal buat random aja. Yg ada satuan waktunya yg berhubungan dengan public domain kita.

#TitikJenuh
Cara menyembuhkan kejenuhan, adalah jangan biarkan terlalu lama. Kemudian bergabung lagi dengan orang2 yg bisa membangkitkan lagi semangat kita. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memiliki komunitas2 yg baik dan membangkita semangat diri yg lebih positif...

By: Andreas Senjaya

0 comments:

Poskan Komentar