Minggu, 27 Oktober 2013

"Dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya"

“Inna lihadzihid da’wati rabban yahmiiha” (sesungguhnya dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya)
Kalimat ini mengingatkan kita pada penyerangan tentara Abrahah bin Al-Asyram ke Kota Mekkah. Alasan utama penyerangan karena disana ada Ka’bah yang dijadikan simbol orang-orang Mekkah dan jazirah Arab, ketika mereka melakukan ibadah haji.

Saat pasukan Abrahah sampai di Mekkah, mereka melewati suatu perkampungan, Abrahah ‘menyita’ dan ‘merampok’ semua harta penduduknya. Menariknya, ketika sampai di sebuah pinggiran kota Mekkah, mereka ‘menyita’ 200 onta milik Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw. Abdul Muthalib tidak terima dengan tindakan premanisme Abrahah. Kemudian ia menuntut Abrahah agar mengembalikan 200 onta miliknya.

Terjadilah dialog antara keduanya. Dengan nada mengejek, Abrahah bertanya balik kepada Abdul Muthalib, “ Engkau datang kepadaku hanya ingin mengambil 200 onta? Sungguh sangat hina. Kenapa engkau malah tidak melakukan pembelaan terhadap Kakbah yang akan segera aku hancurkan?.”
Abdul Muthalib menjawab, “Engkau tahu, bahwa 200 onta ini milikku. Adapun Kakbah itu sudah ada pemiliknya. Pemilik Ka’bah itulah yang akan melakukan pembelaan terhadapmu. Pemilik Ka’bah inilah yang akan menjaganya (inna lihaadzal baiti rabban yahmiihi).”


Ikhwan wal akhwat yang saya cintai karena Allah, beberapa bulan yang lalu saya berkesempatan hadir dalam acara silaturahim dengan KH. Hilmi Aminudin di kediamaannya Lembang, Bandung. Beliau melontarkan sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini: “ Ikhwan wal akhwat da’wah ini adalah proyek Allah Swt, karenanya Dialah, Allah swt yang akan memilih siapa yang akan menjadi tentara-Nya yang memikul beban da’wah ini, dan Allah swt pula yang akan menyeleksi para pejuang_Nya, Allah swt selalu punya cara untuk melakukan seleksi”.

Kalimat yang beliau ucapkan sebagai pengingat kepada kita untuk jangan pernah mengotori perjuangan ini dengan perbuatan yang akan membuat Allah swt tidak ridho dengan kita semua. Ingatlah, da’wah ini adalah proyek mulia yang tidak akan mungkin terkotori dengan ambisi pribadi, mencari keuntungan pribadi, memperkaya diri sendiri, memuaskan nafsu syahwat, dan mengedepankan egoisme.i Karena hal itu ibarat air dan minyak yang tidak akan dapat menyatu, dan pasti akan terpisah.

Ikhwan..wal akhwat yang Allah muliakan, da’wah ini memerlukan orang-orang yang ikhlas dalam beramal, sabar dalam pejuangan, dan berlapang dada dalam beramal jama’i. Ini semua adalah pondasi- utama, agar langkah kita senantiasa dikokohkan Allah swt.

Keikhlasan menjadi syarat utama dalam da’wah ini. Semua yang kita lakukan adalah untuk Allah, bukan untuk seseorang, bukan untuk ketua DPW, DPD, DPC dan DPRa. Ikhlas dalam beramal membuat kita selalu bersemangat dan istiqomah dalam perjuangan. Begitu pula kesabaran, menjadi hal penting untuk selalu kita hadirkan.

Kisah penyerangan Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah menjadi satu penegasan akan selalu ada perlawanan terhadap da’wah ini, akan selalu ada cacian, makian, penghinaan. Karena itu, agar bangunan jama’ah da’wah ini senantiasa kuat dan kokoh, diperlukan kelapangan dada dalam berinteraksi dengan berbagai macam tipologi ikhwan.

Ikhwan wal akhwat fillah, jangan pernah berhenti dalam perjuangan menghadirkan keikhlasan, kesabaran, dan lapang dada dalam beramal jama’i. Sesungguhnya yang Allah swt inginkan pada kita semua adalah perjuangan untuk menghadirkan keikhlasan, sabar, dan lapangnya dada kita; bukan capaian atau hasil dari perjuangan kita. Allah swt mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya Surah At-Taubah(9) : 105

"Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

Ikhwan wal akhwat fillah…mari kita memposisikan diri menjadi orang-orang yang layak untuk dipilih oleh Allah swt, untuk menjadi tentara-tentaraNya, dengan senantiasa membangun dan menghadirkan keikhlasan, kesabaran dan lapang dada dalam beramal jama’i. Semoga Allah swt ridho dan memasukan kita semua kedalam jannah-Nya. Aamiin Allahumma aamiin.

Rosandi Ardi Nugraha Mahasiswa S2 Universitas Krisnadwipayana Jakarta

0 comments:

Poskan Komentar