Sabtu, 28 Februari 2015

#NinjaHatoriPamit

20-22 Feb 2015 | @Universitas Tanjung Pura -Pontianak

Amanah yang diemban selama kurang lebih 3 tahun ini telah berakhir. Saat itu, kota khatulistiwa – Pontianak yang menjadi saksi bisu pergantian kepengurusan itu. Pusat Komunikasi Nasional (PUSKOMNAS) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus  (FSLDK) Indonesia dari tangan kampus IPB ke UNS. Barakallah.

Hampir disetiap harinya, kami berkaktivitas dari pagi sampai malam. Huh...cukup melelahkan. Tapi tak apa, hal itu pun terbayar dengan pertemuan kita disini. Biasanya kita hanya bisa berkomunikasi via media, sekarang bisa bertemu langsung. Masya Allah. Ya, inilah yang dinamakan ikatan hati. Kalau hati sudah tertaut pada ‘sesuatu’ pasti akan menjadi hal yang dinanti atau kita rindukan.

Dinamika organisasi, of course, layaknya sebuah kehidupan.
Kalau aku boleh bercerita. 3 tahun yang lalu, aku bekeinginan masuk BEM FEM. Namun, seiring dengan niat itu,ketika mau mendaftar, ba’da shubuh, ada sebuah SMS yang masuk.
Isinya menjelaskan ‘Assalamualaikum. Barakallah Antum menjadi pengurus Komisi D -PUSKOMNAS FSLDK Indonesia, dst.’

Huaa...ga tahu kenapa, hati ini pun bergetar. Ya Rabb, amanah ini begitu besar. Apakah aku bisa melaksanakannya dengan baik ?
Mengingat amanah ini begitu besar dan perlu fokus yang tinggi. Hingga akhrinya, niat masuk BEM FEM pun pupus. Tapi, setidaknya kalaupun belum bisa bergabung disana, saya bisa lolos dan merasakan suasana BEM FEM melalui magang disana – sekitar 4 bulan. Lumayan. Ah, Allah selalu mempersiapkan rencana terbaik-Nya.

Kebun Raya Bogor (Foto) yang menjadi awal pertemuan itu. Keluarga Besar PUSKOMNAS FSLDK Indonesia 2012-2015. Komisi D –Humas & Media, itulah ranah kerja yang akan digeluti dan didalami selama 3 tahun ke depan. 


Lantas bagaimana perasaannya selama mengemban amanah ini >>


1.Meneteskan air mata
Awal kepengurusan udah ditinggal mas’ul/ ketua komisi karena beberapa alasan, yang akhirnya beliau resign. Huh, saat itu adalah kali ke-2 saya ditinggal masu’ul. Apalagi kalau s3aat itu posisi saya sebagai sekdept dalam hal ini mba ayu. Rasanya itu hancur berkeping-keping. #lebay ya ? tapi ini serius. Karena kenapa ? Udah ah, ga mau bahas lagi :D

Kalau tadi awal, diakhir kepengurusan juga ditinggal oleh mas’ulah/ sekretaris komisi karena alasan menikah. Kalau tadi udah berkeping –keping. Sekarang apa ya ? Tak tergambarkan lagi saat itu perasaannya kayak gimana. Huh T.T

Ga tau kenapa, ketika ketua PUSKOMNAS menyampaikan LPD, hati ini pun bergetar hingga airnya air mata pun tak dapat membendungnya. Menangisi karena kesalahan selama ini dan ga nyangka amanah ini pun akan berakhir. Maka, tidak akan ada lagi kebersamaan itu bersama kalian. Heuu #makinderes

2. ‘Manis’ banget
Dikepengurusan ini, komposisi anggota bermacem-macem, mulai dari angkatan paling tua sampai yang muda. Disini, belajar banget bagaimana caranya menjadi kakak sekaligus adik. Dimana kalau menjadi kakak, itu bagaimana harus terlihat wibawa, tegar, dan selalu semangat. Sedangkan, kalau menjadi adik,  masih saja maunya dikasih perhatian lebih, didengerin ceritanya, selalu diarahkan, dsb. Ah, kawan, tapi jujur. Hal ini yang membuat kita bisa menjadi tumbuh dan menumbukan ~ menjadi lebih dewasa.

3. Manajemen dan peningkatan kapasitas diri
Aku masih ingat kala itu. Dilantai 3 ponpes al iffah – tempat tinggalku. Malam itu, salah satu kakak kelas mengatakan bahwasanya ‘Amanah itu datangnya dari Allah dan Allah akan memberikannya kepada pundak yang siap menerimanya – yaitu kalian. Kalian yang telah terpilih menjadi penerus estafet dakwah ini. Sesungguhnya amanah ini begitu ‘berat’. Ya, berat ketika dikerjakan sendirian dan terasa ‘ringan’ ketika dikerjakan secara amal jama’i. ‘

Sedikit merenung, memaknai pernyataan diatas. Iya, amanah ini memang berat. Sehingga, harapannya, antum/na yang menjadi pengurus ini adalah ‘mereka yang telah selesai dengan urusannya sendiri’. Hei, kalian yang nantinya menjadi tauladan dan mengurusi LDK – LDK se-Indonesia. Antum/na yang menjadi tempat bertanya kader2 LDK se-Indonesia, dst.

4. Fase ‘terberat’
Kala itu, tingkat ke 2 & 3 adalah fase dimana kita menjadi qiyadah-qiyadah disuatu organisasi. Sungguh, merasa berat. Disatu sisi harus memperhatikan ini. Disatu sisi harus memperhatikan itu, dst. Kalau boleh meminta, aku hanya ingin fokus satu saja. Tapi, ya lagi – lagi, aku mempercayai  bahwa amanah ini datangnya dari Allah. Tapi tetap saja, sebanyak apapun fokus kita, pasti akan ada yang tidak maksimal dan kita pun memiliki skala prioritas yang mana harus didahulakan yang mana tidak. Begitu pun tingkat 4, fase-fase akan berakhirnya amanah ini ; antara organisasi – akademik – pekerjaan. Ya. Sejatinya hidup memang akan ada levelisasinya. Yang menunjukkan, apakah kita akan tetap atau naik ke tingkat selanjutnya. Semua tergantung dengan KITA bagaimana cara menyikapinya.

5. Realisasi yang hampir sama dengan My Dream
Dulu pernah bermimpi ingin menjadi orang nomor 1 – RI 1. Membayangkan bagaimana mengurusi manusia sebanyak 250 juta ini. Setiap harinya harus menghadiri kegiatan A,B,C,D, bahkan sampai Z. #hha | Setelah amanah ini dijalankan, huaa...ternyata betapa ‘berat’. Ini baru ngurusin beberap LDK-LDK Se-Indonesia belum ngurusin satu negara. #geleng2kepala | Hingga akhirnya, akupun mengurungi niat itu, dan sekarang berubah bercita – cita menjadi ‘Ibu Negara’ – yang mendampingi RI 1 :D #aamiinYaRabb

Udah ah, makin panjang aja nih cerita. Padahal baru pembukaan nih. #hoho

Singkat cerita.

Adanya FSLDK Nasional yang ke-XVII ini, mengantarkan saya untuk bisa berjumpa dengan aktivis dakwah seluruh Indonesia. Merasakan gema takbir yang senantiasa diucapkan dan terakhir. Kegiatan di pontianak ini juga, membuat saya bisa bertemu kembali dengan teman- teman satu KKN Kebangsaan tahun 2014 lalu. Temu kangen nih ceritanya hehe. Walaupun kemaren itu berasa agenda padet banget. Tapi, sempetin – sempetinlah. Izin agenda sebentar. #hoho

23-25 Feb 2015

‘Merekalah yang beruntung, apabila bisa mengambil pelajaran dari pengalaman hidup yang sebelumnya.’
Alhamdulillah termasuk saya didalamnya. Persiapan paspor dan uang tentunya hehe.
‘Yeah, I will go to Malaysia.’
Cukup melelahkan perjalanan sekitar 10 jam menggunakan bis. Tapi, lagi – lagi Allah selalu memiliki rencana yang indah untuk hamba-Nya.
‘I am Coming, Sarawak – Malaysia’.

Singkat cerita.
Kami disana tinggal dengan ikhwah yang di Malaysia, nama organisasinya Ikram. Alhamdulillah, kami disambut hangat disana. Diajak jalan-jalan dengan mobil gratis. Bahkan, makan pun sampai ditraktir. Huaa...terharu. Sungguh luar biasa penyambutannnya.

Tak banyak, yang bisa dilakukan disini, karena memang waktu kami hanya 2 hari 1 malam. Jadi, pertemuan bersama malam itu adalah sebuah pertemuan luar biasa. Dimana, kita bisa saling berbgai ilmu dan cerita mengenai dakwah kampus di Malaysia, khususnya Universitas Malaysia Sarawak (UNIMAS).

Alhamdulillah. Setidaknya, mimpi ditahun ini bisa terealisasi untuk pergi keluar negeri. Ya, walaupun masih lingkup asia. Semoga Allah mengizinkan hamba untuk terbang ke negara – negara selanjutnya, khususnya ERPOA –German. Amiin ya Rabb.

#
Demikian. #hoam udah ngantuk. Udaah dulu ya. Intinya tgl 25 malam – 27 pagi itu adalah :
Ketika bisa menikmati indahnya malam yang dihiasi bintang-bintang dan bulan di Sungai Kapuas.
Ketika harus tinggal dipontinak lagi karena ketinggalan pesawat.
Ketika harus merepotkan banyak orang – khusunya Bang Tomi dan Ka Eka. – tapi dari situ bisa mengenal lebih ‘dekat’ keluarga atau pun tentang kk2. Maaf  ya ngerepotin bangeeet.
Ketika beberapa rencana terpending juga karena ketinggalan pesawat.
Ketika saat itu pontianak dianugerahi hujan – padahal jarang hujan, ya itu semua hikmah dari ketinggalan pesawat.

Okey. Enough.
Maaf dan Terima kasih about ALL
1 Maret 2015
00.00 | @Bandung

Berikut dokumentasinya :D

Keberangkatan menuju Bandara Soekarno Hatta - 19 Feb 
bersam delegasi IPB 20 orang

Alhamdulillah tiba juga nih di Bandara, Foto dulu yak hehe

Hari terakhir Sidang untu penentuan tuan rumah 
FSLDKN 18 dan PUSKOMNAS selanjutnya

Ninja Hatori pamit. Alhamdulillah. Mohon maaf dan terima kasih
atas kerjasamanya selama ini. Tunggu farewellnya ya. 

Aktivitas akhwat di UNIMAS - mengajar ngaji anak - anak. 
#saluut

Makanan khas malaysia. Aneka mie nya banyak banget. 
Itu kalau yabg digambar rujak ayam - soup - roti sanghai.


Ini dia temen akhwat disana. @ Kuching

Taman anak -anak @pusat belanja islami 

Foto bareng dulu sebelum pulang ke Indonesia.

Danau yang sering disebut Danau Cinta @UNIMAS


Perpisahan






0 comments:

Poskan Komentar