Jumat, 28 Juni 2013

My Dad My Hero



                                
Ayah...
Seseorang yang begitu bahagia ketika Ia mendengar kabar bahwa Ia akan memiliki seorang anak.  Seseorang yang begitu semangat memenuhi keinginan dan kemauan sang istri ketika sedang mengidam. Walaupun itu melelahkan tapi Ia tetap berusaha semaksimal mungkin agar anak yang ada dikandungan istrinya dalam keadaan baik-baik saja.Seseorang yang begitu bahagia ketika anak nya telah lahir ke dunia. Bahagia sekali ketika Ia mendapatkan seorang bayi perempuan. Karena, Tuhan percaya bahwa Ia bisa mendidik anak perempuannya menjadi shalihah.
Rasulullah saw bersabda, "Seseorang yang memiliki anak perempuan hendaknya berupaya menanamkan perilaku baik kepadanya, dan berusaha untuk mendidiknya. Memberikan kenyamanan kepadanya, sehingga ia dapat menghindarkannya dari api neraka."
Sosok yang tidak bisa menangis dihadapan anak-anaknya, begitu tegar dan kuat.
Setelah anak permpuan itu mulai beranjak remaja. Apapun keinginannya akan Ia turuti Membeli mainan, boneka,sepeda dan lainnya. Meskipun uang disaku tidak mencukupinya. Ia rela mencari tambahan kerja hingga malam untuk membuat anak perempuannya tersenyum dan bahagia.
Pada suatu sore, ketika Ayah sedang duduk istirahat setelah bekerja.
Seorang anak perempuan bertanya kepada ayahnya yang sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut karena usia, badannya yang sudah mulai bongkok,dimakan usia,disertai suara batuknya yang serak-serak basah.
Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya,” Ayah,mengapa wajah ayah kian bekerut dan badan ayha kian hari kian bongkok ?”

Si ayah menjawab,”Sebab ayah laki-laki.”

Anak perempuan itu menjawab.”Aku tidak mengerti”.

Ia bingung karena jawaban ayahnya yang membuat kian penasaran. Ayah hanya tersenyum. Lalu dibelainya rambut anaknya, terus sambil menepuk bahunya.

Si ayah berkata,” Annakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki”.

Demikian bisik si ayah, yang membuat putrinya tambah penasaran.
Karena perasaan ingin tahu, kemudian putrinya tersebut menemui ibunya

lalu bertanya.” Ibu, mengapa wajah ayah jadi berkerut dan badannya makin lama semakin bongkok ?  dan mengapa ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab,”Annakku, jika seorang laki-laki benar bertanggungjawab terhadap keluarganya, memang akan demikian”.

Hanya itu jawaban si Ibu.

Si anak itupun kemudian tumbuh dewasa, tetapi dia tetap juga masih mencari jawaban, mengapa wajah ayah kian bekerut dan badan ayah kian hari kian bongkok ?”
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi seolah-olah dia mendengar suara yang
sangat lembut, namun jelas sekali yang menjawab rasa penasarannya selama ini.

“Saat kuciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai kepala keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Aku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Aku beri ia kemauan agar selalu berusaha dan mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat complain dari anaknya.”

“Aku beri ia keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya. Dia merelakan kulitnya tersengat matahari dan basah kuyup kedinginan karena hujan dan yang selalu dia ingat, adalah keluarga yang menanti kedatangannya dengan membawa hasil jerih payahnya.”

“Aku beri ia kesabaran,ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Aku beri ia kegigihan untuk berjuang demi keluarganya, dalam situasi dan kondisi apapun juga. Dia akan memberikan perlindungan rasa aman pada saat anaknya tertidur lelap.”

“Aku beri ia sentuhan perasaan yang memberikan kenyamanan saat dia sedang menepuk bahu anaknya agar selalu saling meyayangi dan saling mengasihi sesama saudara”

“Aku beri ia kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang masa depan,walaupun seringkali ditentang oleh anak-anaknya.”

“Aku beri ia kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengajarkan bahwa isteri yang baik adalah isteri yang setia, senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka ia tetap berdiri,bertahan,sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi”

“Aku beri ia kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa laik-laki itu senantiasa berusaha maksimal untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup bahagia.”

“Aku beri badan ia bongkok sebagai bukti bahwa laik-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.”

Terkejut si anak dari tidurnya segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh.

Setelah itu dia menhampiri kamar ayahnya dimana sang ayah sedang berdoa setelah shalat shubuh. Ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam erat dan mencium telapak tangan ayahnya.

Ayah kini aku mendengar dan merasakan bebanmu.

           Ayah aku sangat bangga dan sayang padamu.                                   

Subhanallah..
Begitulah sosok ayah kita. Sungguh sosok yang luar biasa. Begitu menggetarkan hati ini perjuangannya dalam menghidupi keluarga. Mari saudaraku, jika engkau yang sekarang berada jauh darinya atau sedang merantau, sudah berapa seringkah engkau menghubunginya. Walaupun itu hanya menanyakan kabar. Aku yakin beliau amat bahagia. Bisa mendengar kabar dan suara anaknya yang jauh disana.

Saudaraku, kita tidak tahu, kapan umur ini akan berakhir. Hanya  Allah yang mengetahui. Jadi, Apabila ayah anda yang masih hidup saat ini, jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya senantiasa senang dan bahagia. Berikanlah yang terbaik untuknya. Berikan senyum bahagiamu kepadanya agar energi semangatnya tidak pernah redup.

Dan apabila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, Jalinlah tali silaturahim dengan kerabat dan teman-temannya.  Serta doakanlah selalu agar Ia khusnul khotimah, agar Allah selalu menjaga dengan sebaik-baiknya.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Artinya :
 “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

My dad My hero. I love you.

0 comments:

Poskan Komentar