Jumat, 28 Juni 2013

JAMAL atau Jam Malam, apa itu ?



Dua kata yang cukup asing ditelingaku. Dua Kata yang pertama kali ku dengar ketika masuk asrama dikampusku, Institut Pesantren Bogor, Ups salah…Institut Pertanian Bogor maksudnya. Aku tak tahu mengapa harus ada jam malam di kampus ini khususnya di asrama. Ketika tingkat satu semua mahasiswa IPB harus tinggal di asrama, dan mau tidak mau juga harus menaati salah satu peraturannya, yaitu jam malam.
Jam malam atau yang sering disingkat jamal adalah waktu dimana segala aktivitas dikampus tidak ada lagi kecuali aktivitas akademik,filedtrip,dan lainnya yang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Tepat pukul 21.00 semua penghuni asrama khususnya asrma putri harus sudah berada di dalam asramanya masing-masing. Bila lewat dari itu maka akan dikenakan sanksi oleh para Senior Resident (Kakak Asuh) atau para GDA (Gugus Disiplin Asrama). Diawal-awal aturan ini terlaksana dengan baik.Jarang adanya penghuni asrama yang terkena jam malam. Namun, setelah dipertengahan atau di akhir-akhir saat mau keluar asrama, aturan ini mulai sudah banyak yang melanggar. Prihatin dan sedih, ketika banyaknya teman-teman yang sudah mencoba melanggar jam malam.


Setelah keluar asrama, aturan ini tetap berlaku buatku. Sebab, kini aku tinggal di kosan yang madani, yaitu Ponpes Al Iffah, milik salah seorang ustad dan dosen IPB. Bersyukur bisa masuk disini, karena tidak sembarang orang yang bisa masuk ke sini, ada selekasinya loh. Di Al iffah juga ada jam malamnya, sama ketika di asrama yaitu pukul 21.00. Jika lebih walaupun itu hanya satu detik pintu sudah ditutup dan tidak boleh masuk lagi kecuali alsaan akademik, mudik dan lainnya (alasan syar’i). Alasan rapat/syuro,jalan-jalan, tidak boleh masuk.
Beberapa pengalaman yang pernah ku rasakan selama ini begitu indah kawan. Dimana kita harus olahraga malam (Lari) dari tempat terakhir kita berktivitas/rapat/jalan-jalan hingga menuju kos-kosan. Hampir selama satu bulan ku lakukan hal ini. Masih ingat sekali ketika masa-masanya kepanitian di kampus begitu banyak. Hingga terpikir dalam hati ini, kalau aku ikutan lomba lari, pasti bisa menang, InsyaAllah.
Tidak hanya sampai disitu, bagi mahasiswa/kader yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus pun ada jam malamnya dalam berinterkasi yaitu SMS-an dengan lawan jenis/Ikhwan kecuali bekomunikasi dalam hal penting atau urgent.
Mencoba menelusuri hikmah dan sisi positif dalam setiap keadaan. Walaupun sebenarnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada batasan khususnya wanita boleh keluar siang dan tidak boleh keluar malam, sehingga tidak ada dalil yang menyebutkan tentang batasan kapankah boleh berpergian di siang hari dan malam hari.  Menurutku,ada beberapa hal yang bisa ku petik hikmah dari diberlakukanya jam malam ini, yaitu
1.       Membatasi aktivitas di kampus
Mungkin sebagian dari kita memiliki amanah yang begitu banyak di kampus. Hingga aktivitas pun ada yang mulai dari jam 06.00 hingga hampir jam 21.00. Subhanallah, semoga aktivitasnya selalu berada di jalanNya. Teringat dalam sebuah hadist bahwa “ Tubuh kita memiliki haknya “. Terkadang dengan begitu banyak aktivitas  kita lupa untuk memenuhi hak tubuh ini misal makan. Nah, berkat adanya jam malam ini tentu porsir tubuh kita juga dibatasi. Tubuh kita bisa beristirahat dan menjalankan aktivitas yang lain, misalnya membaca materi kuliah, berinteraksi dengan teman-teman satu kosan dan lainnya.
2.       Keamanan
Di dalam Al-Qur’an surat Al Falaq ayat 1-3 menyebutkan bahwa Allah telah memerintahkan kita berlindung dari kejahatan malam. Secara nyata dapat kita temukan kejadian-kejadian kriminal lebih banyak terjadi di malam hari. Namun, kita harus menyadari bersama bahwa Jam Malam ini adalah sebuah penghormatan tinggi untuk melindungi kita khususnya kaum wanita.
3.      Membuat hati orang tua tentram
Banyak dari kita yang melanjutkan kuliah di luar daerah atau sering diesbut juga merantau. Sehingga, yang biasanya kita dirumah selalu dikontrol oleh orang tua, bahkan apabila waktu maghrib tiba kita belum pulang ke rumah, orang tua akan khawatir. Namu, lain halnya ketika kita merantau di tempat yang jauh dengan orang tua waktu untuk berkativitas menjadi leluasa. Buat apa waktu kita digunakan, bermanfat atau tidak, itu semua tergantung dengan kita. Dengan adanya jam malam ini, harapannya orang tua semakin tenang bahkan menjadi pencitraan yang baik khususnya sebagai kader dakwah kepada keluarganya.
4.      Melindungi diri dari fitnah
Orang yang biasanya masih berkeliaran di malam hari, apalagi seorang perempuan /akhwat tentu jika dilihat oleh orang baik itu teman,tetangga akan berpikiran negatif. Tentu itu akan mengundang fitnah terhadap diri kita. Nah, dengan adanya jam malam ini berusaha agar fitnah itu tidak terjadi dan harga diri kita pun terlindungi.

Itulah beberapa hal yang bisa ku petik dari diberlakukannya jam malam. Harapannya dalam setiap keadaan kita tidak hanya memandang sesuatu hal itu dari satu sisi, namun disisi lain ada yang berbeda dan itu bermanfaat buat kita.
Demikian opini ini saya buat, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassalam.

@sefiindria

                                                                                                                                                                     

0 comments:

Poskan Komentar