Senin, 08 Agustus 2016

Dear Allah, May I ...?


"Dear Allah...
May I .......?" 

Sebuah untaian doa yang ku panjatkan, ketika perjalanan pulang mudik menuju rumah.
Hal yang sering aku lakukan ketika pulang mudik dari rumah nenek. Berdoa dan mengazamkan hal apa yang aku ingin capai untuk beberapa tahun ke depan. 

Dengan ritme 4 tahun sekali, aku dan keluarga mudik ke rumah nenek dari ibu, yang berada di Lampung Barat, hampir perbatasan dengan Palembang, di Danau Ranau tepatnya. 

Masih ingat betul. Saat itu aku kelas 4 SD. Mudik masih menggunakan bus umum. Tanpa AC dan padat sekali. Aku yang dulu masih 'muat' duduk disamping ayah dan ibu. Aku yang selalu ingin dipangku ibu agar berdekatan dengan kaca. Dengan alasan ingin kena angin dan kalau aku mabuk darat tak merepotkan ibu. Ah, itulah pikiranku saat kelas 4 SD. Padahal, justru dari situ aku masuk angin dan mabuk darat. Hm...ternyata malah membuat lebih repot yah. 

Tetiba, di perjalanan pulang menuju rumah. Aku berkata,
"Ayah, Ibu....aku ingin saat pergi mudik 4 tahun yang akan datang, aku sudah masuk SMP negeri dan bisa berprestasi disana."
"Aamiin." sahut ayah dan ibu

Itulah sebuah permintaan kecilku dikala 4 SD. Sederhana. Padat dan jelas.
Dan kamu tahu apa yang terjadi 4 tahun kemudian ?

Singkat cerita.

Alhamdulillah aku diterima di SMP Negeri dan bisa berprestasi disana. Mendapatkan beasiswa dari Dinas Pendidikan. Menjadi siswa yang sering 'terpanggil' kalau ada pembagian hadiah. He. Menjadi siswa yang aktif dan berpengaruh di organisasi. Bahkan menjadi salah satu calon ketua osis disekolah. Huu...

Maka nikmat Tuhan-Mu manakah yang kamu dustakan ?

4 tahun kemudian. SMP kelas 1.
Mudik masih menggunakan bus umum. Dan masih dalam kondisi yang sama. Tapi, aku yang dulu masih kelas 4 SD dengan sekarang, sudah bertumbuh 'besar' dan makin pandai. Hehe. Tak lupa untuk membawa plastik kecil hitam, prepare kalau aku tiba-tiba mabuk darat. Wah, sebuah perjuangan yang keren kalau selama 8-9 jam diperjalanan tidak mabuk darat. Ditambah jalan yang berkelok-kelok dan naik turun bukit. Meskipun sudah ditahan, tetap saja mabuk darat terjadi hehe. 

"Ayah...Ibu...aku ingin saat mudik 4 tahun yang akan datang, aku sudah masuk SMA  Negeri dan bisa berprestasi disana."
"Aamiin." sambut ayah dan ibu. 

Singkat cerita.

Masya Allah. Aku bisa lolos tes masuk SMA Negeri dan Alhamdulillah masih bisa berprestasi disana.
"Harus bisa untuk terus mempertahankan gelar 'juara' itu." azamku kuat. 

Seiring berjalannya waktu. Hal yang kuharapkan tercapai. Di SMA, aku bisa menjadi perwakilan sekolah untuk lawatan budaya ke Bandung. Saat itu adalah kali pertamaku menyeberang pulau Jawa. Wah, betapa bahagianya aku kala itu. Pergi ke pulau Jawa tanpa keluar biaya sedikitpun. Setelah itu, aku juga diberi kesempatan ikut study tour ke Jogja dan Bali. Di SMA, aku juga dilatih bagaimana belajar me-manajemen orang. Belajar menjadi seorang pemimpin. Belajar berinteraksi dengan banyak orang.  Belajar disiplin dan masih banyak lagi. Di SMA, aku mendapat gelar 'bu lurah' dalam organisasi paskibra. Dan sampai sekarang gelar itu masih melekat ketika kami kumpul. Hm...sedih, bahagia dan mempesona kalau diceritain mah. He.
Kembali lagi.

Maka, nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan ?

4 tahun selanjutnya. Kelas 1 SMA.
Alhamdulillah ayah dan ibu punya rezeki untuk beli mobil. Alhamdulillah sudah tidak 'empet-empetan' lagi duduknya. 

"Sebab, sejatinya hidup adalah perubahan. Berputar. Kadang diatas, kadang dibawah. Tinggal dari kitanya saja, bagaimana bisa memahami dan bertindak dalam setiap kondisi yang ada. Ia yang sungguh-sungguh, akan menuai hasil panen dari kerja kerasnya. Ia yang hanya berdiam diri saja akan stagnan atau semakin terpuruk."

"Ayah...Ibu...aku ingin merantau, kuliah di Jawa. Ingin punya banyak teman. Bisa hidup mandiri. Menjadi orang yang 'berpengaruh' dan tetap berprestasi disana."

'Hm...jauh banget. Di Lampung aja kuliahnya."
"Kalau ayah dan ibu kangen gimana ?'
"Kalau kamu sakit, siapa yang mau ngurus ? Ayah ibu kan jauh."
sederet pertanyaan yang membuatku terdiam.

Singkat cerita. 

Dengan bermodalkan sedikit prestasi yang terkumpul. Alhamdulillah, Allah mengizinkan aku untuk menuntut ilmu di pulau seberang, di Institut Pertanian Bogor lewat jalur tanpa tes atau dikenal dengan jalur SNMPTN Undangan. (Jadi teringat tugas monolog pelajaran bahasa indonesia saat SMA, aku menuliskan judul 'mimpiku' - berkisah kalau aku ingin kuliah di Jawa)

Segala Puji bagi-Mu, ya Rabbku.
Ketika memasuki fase tingkat satu diperkuliahan. 4 tahun ke depan...
"Ya Rabb, mudahkanlah urusanku untuk menunaikan amanah orang tuaku - lulus sarjana. Dan izinkanlah aku, setelahnya agar bisa berpenghasilan. Setidaknya bisa memberikan sedikit rezeki yang Engkau kirimkan lewatku untuk ke dua orang tuaku dirumah. Mudahkanlah ikhtiarku dalam menjemput rezeki-Mu."

Maka nikmat Tuhanmu, manakah yang kamu dustakan ?

Di Hari Raya Idul Fitri, 1437 Hijriah /2016 masehi. Aku pergi mudik kembali bersama keluarga, ke rumah nenek. Tentunya dengan suasana yang agak berbeda. Dimana, kakek atau ayah dari Ibu sudah tiada. Banyak adik-adik sepupu yang lucu-lucu dan imut-imut berkumpul. Ramai sekali. (Teringat saat 15 tahun yang lalu, dimana aku berada di posisi adik-adik sepupu yang senang berlari kesana kemari, kini aku......sudah beranjak dewasa hehe)

Aku yang, Alhamdulillah sudah berpenghasilan. Tak lagi mengharap untuk menerima pemberian THR, melainkan sudah semestinya memberi THR kepada saudara-saudara. Membeli makan-makanan persiapan Idul Fitri. Ha, bahagianya, ketika sudah bisa memberi meskipun tak seberapa. Tapi inilah hasil kerja usahaku sendiri. Semoga berkah. Doakan, semoga kita senantiasa dilapangkan rezekinya. Aamiin. 

Jum'at, 12 Juli 2016.
Waktu yang singkat bisa berlibur dan berlebaran ke rumah nenek. Berangkat senin pulang jum'at. 4 hari

Ah, tak apalah.
Bukankah kita tahu, jika waktu yang diberikan Allah itu amat singkat, maka kita akan menggunakan sebaik-baiknya (Quality Time) ?

Kembali ke 'kebiasaan' aku saat pulang mudik menuju rumah.
Mau tau doa apa dan azam ku kepada Allah di 4 tahun mendatang ? (Semoga Allah masih memberikanku umur yang panjang)

Bismillahirrohmanirrohim
Dear Allah, May I ?
2016....(yang tinggal menghitung bulan)
2017....
2018....
2019....
2020....
(rahasia) hehe

Doakan.
Semoga bisa tercapai.
Semoga Allah kuatkan aku dalam menjalankan segala prosesnya.
Semoga Allah berikan aku umur yang panjang.
Dan yang paling penting,
Doakan. Semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Istiqomah dan tetap tangguh dalam menjalankan fase kehidupan ke depan ;))

Jum'at, 12 Agustus 2016
00:12 WIB
©sefiindria - yang tidak boleh lelah dalam mencari ridho-Nya
#bersyukurlah #bersabarlah

0 comments:

Poskan Komentar