Kamis, 16 April 2015

Go Home on March

Bismillah....

"Maaf mba tiketnya habis." , kata bapak2 damri via telepon. 
"Ko bisa ya, padahal sekarang kan ga lagi musim apa2. Libur semester ga. Libur sekolah ga." didalam hati
"Ya udah, mungkin memang takdirnya untuk ngeteng sendirian besok pagi... Okeey. Tak apa. You must brave sefff."
Dan Allah pun...menuntun gerakan tangan ini tuk menghubungi salah seorang teman. Menayakan harga tiket damri yang dari Jakarta.
And then, Yeah...ternyata Allah punya rencana jauh lebih indah. Alhamdulillah. Akhirnya aku pulang tak sendirian. Ditemani oleh mamahnya temen. Kebetulan beliau mau pulang ke lampung, habis dari Padang. Huu...sedikit tenang.
Sebelum pulang, menyempatkan dulu nih meeting with temen2 HR,  Production & menyambut tamu dari Belgia, yg kebetulan akan berkunjung ke Perusahaan kami - Agrisocio.

Sekitar pukul 16.30 baru otw dari kosan. Eh, ternyata sebelum itu ketemu murobbi (guru ngaji) di jalan. Ah, Allah tau saja, betapa inginnya bertemu dgn beliau. Krna sebelumnya aku ditransfer saat itu.
Jujur saja, kondisi perjalanan pulang kali ini tidak begitu fit. Karena selama 2 hari ke belakang - aktivitas begitu padat. Bogor - Jakarta. Untung ada yg menemani. Jadi kalau kenapa2kan ada yang nolongin hehe.
Kemudian, Allah pun menurunkan air hujan dan petirnya. Heeu. Lengkap sudah rasanya. Sekalinya pergi sendirian ke Jakarta disore hari. Seperti ini. Memang Allah menuntut aku tuk tetap tangguh dan berani.

Tiba2 rasa takut mulai menghampiri. Gimana ga, kereta yg aku tumpangi mengalami gangguan sinyal akibat hujan yang begitu deras dan petir yg begitu besar. Allah. Akankah aku akan ketinggalan damri di Jakarta nanti ? Dengan siapa aku tinggal malam ini ? 
Begitu banyak pikiran2 negatif. Stay cool sef...berdoa...berdoa. Ya Rabb :-(
Dan pada akhirnya, baru sekitar pukul 20.30 tiba juga distasiun gondang dia. Huh...hampir 2,5 jam dikereta. Untungnya mamah temanku yg membelikan tiket tidam memesan pukul 20/21 - melainka pukul 22. Alhamdulillah.

Seperti biasa. Disetiap kali aku melakukan perjalanan sendirian..Disitu aku memsang muka 'sok tau' & 'sok serem'. (Padahal mah didalamnya rapuh :D, Ga lah ya....keep tangguh sis). Hal itu aku lakukan ya biar ga keliatan muka polosnya haha. Dan menghindari dari berbagai hal2 negatif.

Di dalam bis
Rada penasaran bakalan sebangku dengan siapa. Dan ternyata, Alhamdulillahs sama mahasiswa juga. Bisalah ya saing berbagi cerita. Ya, cerita adalah salah satu hobiku hehe. Ternyata dia adalah mahasiswa tingkat akhir juga di UNILA tapi tempat tinggalnya di Jakarta. Manajemen 2011. Tapi, dia sudah sidang, datang ke Lampung mau mengurusi wisudaannya.
“Owh manajemen 2011 ya, kenal dengan ini ga sebut saja X ?”
“Iya kenal, sekelas malah. Mang dulu dari SMA berapa ?”
“SMA Negeri 7 Bandar Lampung.” Jawabku
“Wah itu mah banyak ada A,B,C,D.”
“Si A dan B, bakalan wisuda rabu besok tuh.”
“Iya ? “ tanyaku serius (dalam hati, keren banget.
Ya, begitulah sedikit percakapannya. Maklum udah tingkat akhir bahasannya kalau ga seminar, rencana ke depan dsb.

Tiba dirumah
Alhamdulillah akhirnya tiba juga dirumah. Tempat dan suasana yang paling dirindukan ketika berada jauh disana. Ayah, Ibu, Abang, dan Adek.
Seperti biasa, aku selalu menyusun jadwal setiap harinya, begitupun ketika dirumah. Tapi, ini berbeda ketika dikampus. Kalau dirumah mah fokusnya cuma 2 yaitu keluarga dan teman lama :D
Oh iya, salah 3 alasan kenapa pulang adalah pertama, kangen kumpul bareng keluarga ; kedua, mau menghadiri kakak wisuda ; ketiga, ketemu teman2 lama.


Wisuda kakak – GSG Unila
Akhirnya abang aku satu ini lulus juga yah. Alhamdulillah. Setidaknya ga kebalap sama aku hehe. Oh ya, ternyata disana aku juga ketemu dengan teman jaman SMA dulu. Kece badai, udah wisuda dia. Gue ? Hehe...selowlah lah ya. Semua akan tiba waktunya.
Niatnya sih mau jemput kakak dari pintu keluar eh tapi ga ketemu2 dan akhirnya ketemu temen SMA.
“Hei...hei...”(sambil sebut nama ~ dalam hati bener ga ya namanya) sampe 2x teriak. Dan ketga kalinya dia nengok.
“Do you remember to me, Sefii ?” (rada bingung mau mulainya dan malu aja kalau dia lupa sama gue haha)
“Iya tau, sefi. Kuliah dimana ? Udah wisuda ? Lagi ngapain disini ?”
“Lagi nungguin kakak. Eh, selamet ya udah wisuda.”
Ya diantara temen yang wisuda pada hari itu -  alumni SMAN 7, cuma dengan dia aja ketemunya, yang lain pada mencar sih. Hoho.”

Rumah
Moemnt yang paling dirindukan dirumah itu salah satunya adalah kumpul diruang TV sambil ngomongin rencana masa depan dan cerita2 kegiatan dikampus.
Hingga tiba-tiba keceplosan aja nih saat itu,
“Hm....Ayah Ibu, kalau mba nikah tahun depan gimana ?”
Ayah Ibu abang senyum-senyum dan sambil ketawa kecil :D
(dalam hati, kenapa tiba2 ngomong gitu ya. Hadeeh sefiii)
“Lah, mba emang udah ada calonnya ?” (kata ibu)
“Hm...belum ada sih. Ya, nanti ayah ibu cariin calonnya hehe.”
(abang aku masih senyum2)
Dan mau tau jawabanya ayah apa ?
“Ya, boleh aja asalkan yang laki2nya ‘baik’ dan udah ‘mampu’.” Jawab ayah
“Ya, ada sih calon mah, itu2 temen mba waktu kecil.”(jawaban dari ibu)
Haha...ga kebayang sebelumnya, kalau ibu langsung tanggap jawab pertanyaan aku tadi.
“Tapi, bla,,,bla,,.”(jawab ayah).
Aku pun mengalihkan pembicaraan. Bahas yg lain aja ah dan seperti biasa, menceritakan plan  aku ke depan setelah aku lulus. Abang juga begitu.
Keesokan paginya
“Ini bener mba nih yang masak?”(tanya ayah)
“Iya yah. Kenapa ? Enak ya :D” (haha dengan sok PD dan dalam hati, gimana yah, udah siapkan mba hehe)
“Enak...enak.”

Ketemu teman lama (ceritanya)
Seperti biasa, kalau lagi dilampung, langsung sms atau ga update status. Terus ngajak ketemuan, maen dan saling silaturahim juga sih. 3,5 bahkan 4  years ago, kita belum ketemu lagi ~ semenjak lulus SMA. Ya, karena aku disini dan kamu kamu disana. Jadi selama ini, komunikasi ya via HP by Line atau ga BBM serta itu pun jarang banget karena melihat kesibukan kita masing-masing. Namun, pertemuan ini pun belum bisa terealisasian karena jadwal ketemu yang ga cocok ~ dia sibuk kerja dan waktu aku yang terbatas juga di Lampung (karena mengingat amanah dikampus he). Kita akui, banyak banget hal yang pengin kita ceritakan, bisa ketemu langsung dan saling bertanya kabar, 4 tahun bro sis. Ya, mungkin saat ini timingnya memang belum cocok. Tak apalah, percayakan saja, semua akan tiba waktunya.
Balik ke Bogor
Ah, satu minggu begitu cepat sekali berlalu. Ketika pulang, biasa.....melow...melow gitu. Dan yang buat sedh itu ketika, yang mengantar aku adalah Abang aku ke stasiun karena kan biasanya ayah. Merasa ada yang berbeda dan cukup membekas dihati. Tapi, ya seperti itulah keadaanya. Ayah tak lagi sehat dan kuat seperti dulu. Maklum, ayah sudah tua dan aku menyadari itu.


Kadang rindu semangatnya, senyumnya, motivasinya, dan dukungannya. Semoga beliau selalu sehat disana. Syafakallah ayah. “ (Aku)

Tetaplah tangguh dalam menghadapi cobaan. Tetaplah tegar, dan berpendirian. Jadilah yg terakhir bertahan saat yg lainnya menyerah nak.” (ayah)


-The End-

Lampung, 23.00 ~ Perjalanan ke Bogor

Berdua sama Abang

insha Allah menyusul juga ditahun ini (wisuda. Aamiin ya Rabb :)

Ibu, Aku, Abang, Ayah, 
*Ade lagi kuliah jadi ga ikutan

0 comments:

Poskan Komentar