Minggu, 28 Juli 2013

Ketika Air (Hujan) dan Api Engkau satukan

Juli 28, 2013 0 Comments

Bismillahirrohmanirrohim


Ketika itu Bumi Allah ini tak kunjung selesai di berikan Rahmat Oleh-Nya. Hujan yang membasahi Bumi ini begitu menyegarkan dan memberikan kehidupan untuk tanaman dan tanah yang kering.Sebagaimana dalam firman-Nya “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”(Al-‘Araf:57)

Hari ini adalah pertemuan yang special menurut saya, you know what ? Karena saya bisa bersilaturahim kembali dengan teman-teman semasa SMA. Tahun kemarin ga sempet ketemu karena harus mudik dan buru-buru balik ke Bogor. Tidak terasa udah 2 tahun kuliah. Waktu itu bergulir dengan cepat ya. Nanti tiba-tiba aja udah wisuda, kerja dan nikah *eh hehe lucu kali ya reunian SMA terus udah punya pasangan masing-masing.

Jumat, 26 Juli 2013

#5

Juli 26, 2013 0 Comments
Kawan...
"perubahan bukan selalu membicarakan sesuatu yg besar atau luar biasa. Perubahan pun tak identik dengan pergantian tampilan atau sistem yang kompleks.Terkadang, ketika membicarakan perubahan, kita cukup berbicara sesuatu yg sederhana yg dijalanlan dengan cara yang luar biasa" (RYA)

Rabu, 24 Juli 2013

Ikhlas Itu...

Juli 24, 2013 0 Comments
Ikhlas itu ...Ketika nasehat, kritik bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah
Ikhlas itu ...Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali dan tenggelam dalam kesedihan
Ikhlas itu ...Ketika amal tidak bersambut apresiasi, tak membuatmu urung tuk bertanding menjadi lebih baik
Ikhlas itu ...Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka
Ikhlas itu ...Ketika sepi atau ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, Kamu tetap pd jalan yg lurus dan terus melangkah
Ikhlas itu ...Ketika kamu lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa perananmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu
Ikhlas itu ...Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadpnya
Ikhlas itu ...Ketika kau hadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar
Ikhlas itu ...Ketika kau hadapi dusta dgn mnjelaskan fakta
Ikhlas itu ...Gampang diucapakan,sulit diterapkan.
namun TIDAK MUSTAHIL untuk DIUSAHAKAN
Semangat !!!

#3

Juli 24, 2013 0 Comments
" Wanita adalah tombak peradaban. menyeru mereka adalah sebuah ikhtiar untuk menyelamtakan bangsa. Bersinarlah dengan indahnya Cinta dan Keteguhan Imanmu. Karena kau.....Begitu berharga "

#2

Juli 24, 2013 0 Comments

Wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun dia berada. (Abdullah Gymnastiar)

#1

Juli 24, 2013 0 Comments
“Wanita tercipta bukan lah dari tulang ubun-ubun, sejatinya agar ia tidak menjadi tinggi (hati) Dia juga tidak tercipta dari tulang tumit kaki, agar tidak di injak-injak (harga dirinya) Namun ia tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri, didekat hati agar ia dicintai... dan terletak di dekat tangan,sejatinya agar ia dilindungi....” (Novel 5 cm)

Jumat, 12 Juli 2013

Laki-Laki Hebat

Juli 12, 2013 0 Comments
Laki-laki hebat itu :
Bukanlah dilihat dari bahunya yg kekar, tapi dari kasih sayangnya pd orang sekitar
Bukanlah dilihat dari suaranya yg lantang, tapi dar kelembutannya mngatakan kbenaran
Bukanlah dilihar dari jumlah sahabat  d skitarny, tpi dari sikap bersahabatnya pada gnersi muda bangsa
Bukanlah dlihat dari bagaimana dia dihormati ditempat kerja, tapi bagaimana dia dihormati dirumah
Bukanlah dlihat dari kerasnya pukulan, tapi dr sikap bijaknya mmhami persoalan
Bukanlah dlihat dari kerasnya membaca kitab suci. tapi, dari konsistennya ia mnjalankan apa yang ia baca
Bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tapi dri hati yg ada diblik itu.
Bukanlah dlihat dari bnyknya wanita memuja, tapi komitmennya terhadap wanita yg dicintainya,

Kamis, 11 Juli 2013

Hujan adalah Rahmat-Nya yang Indah

Juli 11, 2013 0 Comments

Allah menurunkan hujan tidaklah sia-sia. Hujan yang Allah turunkan memiliki beberapa hikmah.”
Mungkin sedikit orang yang meremehkan turunya hujan. “Yah, hujan”,sahut temanku. Mengapa harus kecewa ? justru kita harus bersyukur,Alhamdulillah. Mungkin Ia belum tau, kalau hujan itu adalah Rahmat dari-Nya. Dimana tanah-tanah yang kering bisa basah kembali, tanaman-tanaman yang kering bisa tumbuh dengan segar.
Kalau berbicara tentanh hujan. Saat ini aku sedang menempuh pendidkan di kota hujan, ya Kota Bogor namanya. Kota yang terkenal sebagai kota hujan. Pernah melintas di dalam pikiran, Mengapa disebut Kota Hujan ? Itu berarti penuh Rahmat-Nya di dalamnya. Wallahualam.
Engga tau kenapa suka banget kalau hujan itu lagi membasahi kota ini. Kota yang ku kenal, kota yang sejuk, islami dan baik-baik orangnya. Subhanallah. Bersyukur banget ketika Allah memberikan jalanku untuk kuliah disini. Bisa menikmati udara yang sejuk ketika hujan telah reda. Hem….sejuk banget. Apalagi tak jarang, setelah hujan reda ada pelangi yang menghiasi. Akankah aku akan tetap tinggal disini ya Robb ??

Rabu, 10 Juli 2013

Wanita Hebat

Juli 10, 2013 0 Comments
                                 
Wanita hebat itu bukan karena dia cantik, bukan karena dia kaya dan bukan karena pintar. Tapi, wanita hebat itu adalah wanita yang mampu BERDIRi menyelesaikan masalahnya. Mampu PERCAYA dan mampu BERDOA kepada Tuhannya yang selalu menjadi sumber kekuatannya.

Kita melukis kekuatan melalui PROSES kehidupan. BERSABAR saat kita tertekan. TERSENYUM saat hati menangis dan mempesona karena MEMAAFKAN.

Jangan pernah berubah hanya karena kamu ingin baik di mata orang lain. Harus bisa jadi diri sendiri. Biar saja orang lain menghina kamu. Tapi, kamu jangan jadi pribadi yang buruk. Manusia ga pernah lihat itu. Tapi Allah melihat itu.

Semangat Sefii , Harus Kuat !!

@sefiindria

Seorang Aktivis

Juli 10, 2013 0 Comments

                        
Menjadi aktivis itu enak. Bisa selalu sibuk,semua kegiatannya merupakan hal-hal y ang diridhaiAllah, InsyaAllah. Banyak teman bahkan banyak saudara yang siap saling membantu dalam kebaikan dan takwa. Ahmad, sebut saja namanya begitu, tidak setuju dengan pendapat saya. Menurutnya, menjadi aktivis itu melelahkan. 

Mengurus kuliah saja sudah menguras waktu dan tenaga, bagaimana pula jika ditambah mengurusi  yang kegiatannya 24 jam sehari, tujuh hari sepekan?
Saya jawab, cinta membuat semua kesibukan itu terasa mengasyikkan. Tanpa cinta, upaya yang menghabiskan waktu dan tenaga memang terasa melelahkan. 

Dengan cinta, segala keletihan berubah menjadi keasyikan. Semakin keras berupaya, semakin asyik rasanya. Seperti naik roller coaster atau arung jeram, semakin menantang semakin diminati. Badrun, juga bukan nama sebenarnya, tidak setuju dengan pendapat saya. Menurutnya, cinta itu mudah datang dan pergi. Kadang kita aktif dengan penuh semangat dan cinta, kemudian esoknya menjadi
sangat malas dan bosan.

Saya jawab, itu namanya bukan cinta tetapi mood. Orang yang mud-mudan (moody) memang cepat berubah-ubah. Seperti bandul pendulum. Kadang mengayun ke kanan menjadi sangat rajin. Sebentar kemudian minatnya menurun, sampai ke
sudut kiri, terjerumus dalam dosa-dosa. Kemudian menyesal, kembali aktif, kemudian bosan, kembali malas dan seterusnya. Saya katakan, obat bagi orang yang moody adalah disiplin dalam arti ‘memaksakan diri’. Jangan ikuti kemalasan. Lawan kemalasan itu. Dan jgn lupa, iringi stiap langkahmu hanya karena Allah swt. 

Membentuk Keluarga Islami

Juli 10, 2013 0 Comments


Bab mengenai pernikahan selalu menarik dan penting untuk dibahas. Bukan hanya karena soal romantisme-nya. Sebab pernikahan bukan hanya tentang bulan madu. Malah, nyatanya, lebih banyak bulan racun daripada bulan madu. Persoalannya, apakah kita punya penawarnya?

Lebih dari itu, pernikahan –menggunakan istilah Ustadz Anis Matta, adalah peristiwa peradaban. Keputusan pernikahan adalah salah satu keputusan paling penting dalam hidup, jauh lebih penting dari keputusan memilih sekolah terbaik, kampus terbaik, tempat kerja terbaik, dan seterusnya. Karena, sekali lagi, pernikahan adalah peristiwa peradaban. Bukan hanya soal mengubah tatanan demografi masyarakat, tetapi pernikahan membuka pintu untuk generasi baru, yang bisa jadi, melalui mereka tugas kekhalifahan manusia terlaksana.

Sayangnya, ketika membicarakan pernikahan dan persiapannya, biasanya kita akan berfokus pada dua hal: harta dan mental. Padahal ada satu hal yang sangat penting, yang menjadi kunci kesuksesan pernikahan, yaitu ilmu. Bukan hanya ilmu mengenai tata cara mengkhitbah atau wawasan ke-Islaman dasar, tetapi juga, yang ditekankan dalam bahasan sederhana ini, ilmu merekayasa dan memelihara sebuah generasi terbaik.

Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik sesungguhnya bukan diciptakan di kampus-kampus, sekolah-sekolah, atau institusi lain yang kita sebut “pendidikan”. SDM terbaik lahir dari keluarga. Didikan keluarga adalah pondasi bagi semua pendidikan lain di luar keluarga. Sebuah riset yang dilakukan oleh beberapa departemen di FISIP UI bersama KPK menemukan bahwa para pelaku koruptor (yang telah terbukti bersalah dan ditahan) memiliki masalah sewaktu dibesarkan dalam keluarganya dulu.

Mengenai SDM terbaik, Rasulullah SAW. pernah bersabda:
“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih)

Salah satu ciri SDM terbaik, jika mengacu pada generasi Rasulullah SAW., adalah usia karakter yang jauh lebih matang melampaui usia fisiknya. Dan semua ini dihasilkan dari keluarga yang berkualitas. Sehingga, berbicara visi pernikahan bukanlah sekadar tentang menjadi suami/istri, tetapi juga menjadi ayah/ibu, dan juga tentang mencari ayah/ ibu terbaik bagi generasi yang kita lahirkan kelak.
Tentang pendidikan anak, kita sering mendengar pepatah Arab, “Ibu adalah madrasah bagi anaknya.” Pepatah ini benar, namun sebenarnya masih memiliki lanjutan, yaitu “.. dan ayah adalah kepala sekolahnya.” Maka, pendidikan anak bukan hanya soal ibu dan anak, tetapi bahkan ayahlah yang paling bertanggung jawab atas visi,perencanaan, pelaksanaan juga evaluasi pendidikannya.

Islam sendiri mengangkat tinggi peran ayah dalam pendidikan anak. Dalam Al-Quran, secara keseluruhan ada 17 dialog tentang pengasuhan, yang tersebar diantara 9 surat. Terdapat 14 dialog antara ayah dan anak, 2 dialog antara ibu dan anak, dan hanya 1 dialog antara guru dan murid. Cukup mengejutkan bukan? Di saat hari ini masyarakat kita menganggap amanah membesarkan anak “dibebankan” kepada ibu saja, sehingga menyebabkan banyak perempuan menunda-nunda pernikahan dengan alasan ingin mengejar cita-cita, karir, dan lain sebagainya sebelum ia harus berhenti untuk mengurusi anak-anaknya. Paradigma ini juga menimbulkan kecemburuan bagi kelompok perempuan tertentu terhadap kaum laki-laki, sehingga mempertanyakan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Terlepas dari perdebatan mengenai hal tersebut,poin pentingnya adalah perlunya pelurusan paradigma tanggung jawab mendidik anak. Prinsip pendidikan ayah dan ibu adalah saling mengisi, tidak berarti bergantung pada salah satu saja. Namun peran ayah sangat ditinggikan. Seorang bijak pernah berkata, “Jika ada anak yang durhaka, perhatikan ayahnya.” Bahkan, tanggung jawab pendidikan anak pada (calon) ayah sudah ada sebelum anak tersebut tercipta dalam kandungan.

Bahkan, tanggung jawab pendidikan anak pada (calon) ayah sudah ada sebelum anak tersebut tercipta dalam kandungan, yaitu, sebagaimana Umar bin Khatthab pernah berkata, “Hak anak atas orang tuanya adalah dipilihkan ibu yang shalihah.” sementara dua hak anak lainnya terpenuhi manakala anak tersebut telah lahir, “lalu mengajarkan Al-Qur’an, dan memilihkan nama yang baik.”

Ketika anak berada dalam kandungan, suami memiliki kewajiban untuk menyenangkan istrinya. Seorang ibu yang hamil pada dasarnya hanya memiliki tiga macam aktivitas, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surah Maryam ketika Maryam mengandung, 
“Maka makanlah dan minumlah dan senangkanlah hatimu …” (QS. Maryam: 26).

Ada tradisi Islam yang semakin hilang, yaitu tradisi dimana masyarakat ikut menjaga, memudahkan, membantu, dan membahagiakan muslimah yang sedang mengandung, dan ketika kandungannya lahir disambut dengan suka cita sebagai “bayi ummat ini.”

Kita sepatutnya curiga, jangan-jangan di rahim seorang muslimah, terlebih di rahim istri kita, ada ulama dan mujaddid (pembaharu)yang Allah titipkan, yang kelak akan membawa ummat muslim berdiri tegak memimpin dunia dan mensejahterakan alam.
* * *

oleh : Ustadz Bendri Jaisyurrahman

Takdir Allah

Juli 10, 2013 0 Comments
Diantara manfaat iman kepada takdir adalah bahwa kita menemukan ruang tak terbatas untuk menafsir semua kelemahan dan keterbatasan kita. Tapi, dibalik itu tetap ada harapan dan optimisme bahwa Allah selalu berkehendak baik kepada kita. Apapun peristiwa yang ditimpakan kepada kita.

Kita tidak perlu melawan kehendak Yang Maha Besar. Kita hanya perlu memahaminya, lalu belajar berdamai dengan diri kita bahwa itulah yg terbaik untuk kita. Karena itu kita berucap “Allah telah menetapkan. Semua yg Dia kehendaki pasti Dia lakukan. Yang terbaik itu apa yang ditakdirkan Allah”
Lihatlah perjalanan hidup kita. Bagaimana ia sangat dipengaruhi banyak faktor. Tapi semuanya tidak dalam kendali kita. Orang tua, suku, waktu dan tempat kelahiran, orang-orang yang sezaman dengan kita, orang-orang yang kita temui dalam perjalanan hidup, semua tidak kita tentukan. Pengaruhnya? Adalah semata karena rahmatNya ketika Ia memberi kita kesempatan untuk memilih beriman atau tidak beriman. Tapi akibat pilihan kita adalah takdirNya.

Membaca takdir Allah adalah upaya yang tak boleh berhenti untuk memahami kehendakNya. Belajarlah menitipkan kehendak kita dalam kehendakNya. Mempertemukan kehendak kita dengan kehendakNya itulah yang disebut taufiq. Pertemuan yang menciptakan harmoni kehidupan. Damai dan tenang tiada henti.
Jika terkepung dalam perang kita harus cari tempat berlindung yang lebih tinggi. Tapi Allah justru menyuruh Nabi Musa ke tepi laut saat dikejar Fir’aun? Nabi Musa mengikuti perintah itu. Dan Fir’aun makin bernafsu. Ia yakin pasti dapat mangsa yg empuk. Laut merah akan jadi saksi pembantaian. Nabi Musa pasti tampak lugu dan naif di mata Fir’aun. Tapi ini pengaturan Allah yang tidak disadari Fir’aun. Dia pikir dia hebat dan perkasa.

Saat Fir’aun tiba di tepi laut merah. Nabi Musa dan kaumnya sudah ada di seberang laut. Karena laut terbelah. Fir’aun tidak bertanya lagi kok bisa? Tak ada lagi pertanyaan dalam benak Fir’aun tentang arti laut terbelah. Apalagi kecurigaan bahwa itu akan jadi jebakan. Jadi mereka kejar mangsa penuh nafsu. Laut merah itulah yang menutup riwayat keangkuhan Fir’aun. Permulaan yang tampak naif berujung dengan tragedi yg dahsyat. Itulah pengaturan Allah.

Jika saja Fir’aun berangkat lebih pagi mengejar Nabi Musa dan kaumnya, mungkin mereka bisa menangkapnya sebelum sampai ke seberang laut. Tapi mereka telat. Tahu kenapa mereka telat? Karena pagi itu ayam berkokok setelah matahari terbit. Jadi Fir’aun dan pasukannya kesiangan. Jadwal ayam berkokok merubah sejarah.


Sumber optimisme kita dari sana, dari fakta bahwa kendali tidaklah di tangan manusia, kendali tetap di tangan Allah. Yang harus kita jaga agar takdir baik berpihak pada kita adalah konsistensi pada kebenaran. Walaupun kita akan tampak lugu dan naif. Allah yang mengendalikan alam raya ini, termasuk ilmu tentang masa depan. Jadi jangan terlalu khawatir.

-Anis Matta-

Selasa, 09 Juli 2013

Resign Dari Dakwah : Menelisik diri untuk berbenah

Juli 09, 2013 0 Comments


Meninggalkan dakwah itu perkara gampang. Kita tinggal sedikit demi sedikit menjauhinya saja. Tidak aktif lagi tanpa pemberitahuan. Tidak merespon saat dihubungi. Bersikap masa bodoh terhadap aktivasi. Tidak datang saat diundang. Sembunyi ketika dimobilisasi. Intinya, bersikap cuek dan masa bodoh saja. Tenggelamkan dalam aktivitas yang memuaskan diri. Dengan cara demikian lambat laun kita akan meninggalkan (atau barangkali lebih tepat —ditinggalkan dakwah). Gampang sekali. Tapi apa manfaatnya bagi kita mengambil sikap demikian?

Benar, meninggalkan dakwah itu perkara yang mudah. Tapi saya sangat yakin, jauh lebih mudah lagi bagi Allah ta’ala untuk mencari pengganti yang jauh lebih baik daripada mereka yang memutuskan untuk ‘pensiun’ dari dakwah. Para pengganti itu akan menggerakkan dakwah jauh lebih ikhlas dan bersemangat. Ya, sangat mudah bagi Allah untuk melakukannya. Sangat mudah. Tidak ada sedikit pun kerugian bagi dakwah ketika seseorang resign darinya. Dakwah akan terus berjalan, ada atau pun tanpa kita.

Jumat, 28 Juni 2013

JAMAL atau Jam Malam, apa itu ?

Juni 28, 2013 0 Comments


Dua kata yang cukup asing ditelingaku. Dua Kata yang pertama kali ku dengar ketika masuk asrama dikampusku, Institut Pesantren Bogor, Ups salah…Institut Pertanian Bogor maksudnya. Aku tak tahu mengapa harus ada jam malam di kampus ini khususnya di asrama. Ketika tingkat satu semua mahasiswa IPB harus tinggal di asrama, dan mau tidak mau juga harus menaati salah satu peraturannya, yaitu jam malam.
Jam malam atau yang sering disingkat jamal adalah waktu dimana segala aktivitas dikampus tidak ada lagi kecuali aktivitas akademik,filedtrip,dan lainnya yang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Tepat pukul 21.00 semua penghuni asrama khususnya asrma putri harus sudah berada di dalam asramanya masing-masing. Bila lewat dari itu maka akan dikenakan sanksi oleh para Senior Resident (Kakak Asuh) atau para GDA (Gugus Disiplin Asrama). Diawal-awal aturan ini terlaksana dengan baik.Jarang adanya penghuni asrama yang terkena jam malam. Namun, setelah dipertengahan atau di akhir-akhir saat mau keluar asrama, aturan ini mulai sudah banyak yang melanggar. Prihatin dan sedih, ketika banyaknya teman-teman yang sudah mencoba melanggar jam malam.

My Dad My Hero

Juni 28, 2013 0 Comments


                                
Ayah...
Seseorang yang begitu bahagia ketika Ia mendengar kabar bahwa Ia akan memiliki seorang anak.  Seseorang yang begitu semangat memenuhi keinginan dan kemauan sang istri ketika sedang mengidam. Walaupun itu melelahkan tapi Ia tetap berusaha semaksimal mungkin agar anak yang ada dikandungan istrinya dalam keadaan baik-baik saja.Seseorang yang begitu bahagia ketika anak nya telah lahir ke dunia. Bahagia sekali ketika Ia mendapatkan seorang bayi perempuan. Karena, Tuhan percaya bahwa Ia bisa mendidik anak perempuannya menjadi shalihah.
Rasulullah saw bersabda, "Seseorang yang memiliki anak perempuan hendaknya berupaya menanamkan perilaku baik kepadanya, dan berusaha untuk mendidiknya. Memberikan kenyamanan kepadanya, sehingga ia dapat menghindarkannya dari api neraka."
Sosok yang tidak bisa menangis dihadapan anak-anaknya, begitu tegar dan kuat.
Setelah anak permpuan itu mulai beranjak remaja. Apapun keinginannya akan Ia turuti Membeli mainan, boneka,sepeda dan lainnya. Meskipun uang disaku tidak mencukupinya. Ia rela mencari tambahan kerja hingga malam untuk membuat anak perempuannya tersenyum dan bahagia.
Pada suatu sore, ketika Ayah sedang duduk istirahat setelah bekerja.
Seorang anak perempuan bertanya kepada ayahnya yang sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut karena usia, badannya yang sudah mulai bongkok,dimakan usia,disertai suara batuknya yang serak-serak basah.
Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya,” Ayah,mengapa wajah ayah kian bekerut dan badan ayha kian hari kian bongkok ?”

Si ayah menjawab,”Sebab ayah laki-laki.”

Anak perempuan itu menjawab.”Aku tidak mengerti”.

Ia bingung karena jawaban ayahnya yang membuat kian penasaran. Ayah hanya tersenyum. Lalu dibelainya rambut anaknya, terus sambil menepuk bahunya.

Si ayah berkata,” Annakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki”.

Demikian bisik si ayah, yang membuat putrinya tambah penasaran.
Karena perasaan ingin tahu, kemudian putrinya tersebut menemui ibunya

lalu bertanya.” Ibu, mengapa wajah ayah jadi berkerut dan badannya makin lama semakin bongkok ?  dan mengapa ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab,”Annakku, jika seorang laki-laki benar bertanggungjawab terhadap keluarganya, memang akan demikian”.

Hanya itu jawaban si Ibu.

Si anak itupun kemudian tumbuh dewasa, tetapi dia tetap juga masih mencari jawaban, mengapa wajah ayah kian bekerut dan badan ayah kian hari kian bongkok ?”
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi seolah-olah dia mendengar suara yang
sangat lembut, namun jelas sekali yang menjawab rasa penasarannya selama ini.

“Saat kuciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai kepala keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga. Dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Aku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Aku beri ia kemauan agar selalu berusaha dan mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat complain dari anaknya.”

“Aku beri ia keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya. Dia merelakan kulitnya tersengat matahari dan basah kuyup kedinginan karena hujan dan yang selalu dia ingat, adalah keluarga yang menanti kedatangannya dengan membawa hasil jerih payahnya.”

“Aku beri ia kesabaran,ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Aku beri ia kegigihan untuk berjuang demi keluarganya, dalam situasi dan kondisi apapun juga. Dia akan memberikan perlindungan rasa aman pada saat anaknya tertidur lelap.”

“Aku beri ia sentuhan perasaan yang memberikan kenyamanan saat dia sedang menepuk bahu anaknya agar selalu saling meyayangi dan saling mengasihi sesama saudara”

“Aku beri ia kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang masa depan,walaupun seringkali ditentang oleh anak-anaknya.”

“Aku beri ia kebijaksanaan dan kemampuan untuk mengajarkan bahwa isteri yang baik adalah isteri yang setia, senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka ia tetap berdiri,bertahan,sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi”

“Aku beri ia kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa laik-laki itu senantiasa berusaha maksimal untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup bahagia.”

“Aku beri badan ia bongkok sebagai bukti bahwa laik-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya.”

Terkejut si anak dari tidurnya segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh.

Setelah itu dia menhampiri kamar ayahnya dimana sang ayah sedang berdoa setelah shalat shubuh. Ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam erat dan mencium telapak tangan ayahnya.

Ayah kini aku mendengar dan merasakan bebanmu.

           Ayah aku sangat bangga dan sayang padamu.                                   

Subhanallah..
Begitulah sosok ayah kita. Sungguh sosok yang luar biasa. Begitu menggetarkan hati ini perjuangannya dalam menghidupi keluarga. Mari saudaraku, jika engkau yang sekarang berada jauh darinya atau sedang merantau, sudah berapa seringkah engkau menghubunginya. Walaupun itu hanya menanyakan kabar. Aku yakin beliau amat bahagia. Bisa mendengar kabar dan suara anaknya yang jauh disana.

Saudaraku, kita tidak tahu, kapan umur ini akan berakhir. Hanya  Allah yang mengetahui. Jadi, Apabila ayah anda yang masih hidup saat ini, jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya senantiasa senang dan bahagia. Berikanlah yang terbaik untuknya. Berikan senyum bahagiamu kepadanya agar energi semangatnya tidak pernah redup.

Dan apabila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, Jalinlah tali silaturahim dengan kerabat dan teman-temannya.  Serta doakanlah selalu agar Ia khusnul khotimah, agar Allah selalu menjaga dengan sebaik-baiknya.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Artinya :
 “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

My dad My hero. I love you.