Kamis, 05 September 2013

#20

September 05, 2013 0 Comments

"Hanya perlu kaki yang melangkah lebih jauh, tangn yang berbuat lebih banyak,mata yang menatap lebih lama, lapisan tekad yang jauh lebih kras 1000x dari baja, dan hati yang bekerja lebih keras dari biasany,  serta mulut yang selalu berdoa." (Film 5 cm)

Tere Liye MENOLAK Kontes Putri2an. Why ?

September 05, 2013 0 Comments
Saya menolak kontes putri2an, dan menghimbau wanita manapun agar tidak ikut. Kenapa? Saya tidak akan membawa dalil agama dalam tulisan ini, saya akan gunakan saja logika, biar sama kuat. Toh, kalaupun saya membawa agama, frekuensi radionya sudah kadung berbeda.

Kenapa saya menolak kontes putri2an? Simpel, hei, tidakkah kalian telah membaca belasan novel Tere Liye, ratusan artikel, ribuan catatan, saya menulis tulisan yang hendak memuliakan wanita. Kecantikan tidak pernah dinilai dari sisi fisik. Saya menyanjung wanita agar mandiri, berpendidikan, percaya diri, dan semua karakter positif lainnya. Saya menulis kisah Laisa dalam novel/film Bidadari2 Surga, meski beribu laki-laki bahkan melihatnya saja ogah, karena Laisa pendek, gempal, rambutnya keriting, jalannya seperti robot, jari tangannya tertekuk, tapi sungguh dia adalah bidadari surga dengan seluruh pengorbanannya untuk adik-adiknya, untuk keluarganya. Hatinya yang cantik, maka cantik sudah sisanya. Saya meletakkan karakter wanita begitu terhormat, memuji mereka sebagai sosok yang amat penting, dalam banyak novel dan tulisan.

Saya mendidik pembaca tulisan saya agar menyingkirkan menilai orang lain dari sisi fisik. Mati2an menanamkan pemahaman baik tersebut, mulai dari tidak memandang rendah orang2 di sekitar kita yang tidak cantik, atau bahkan punya keterbatasan, hingga pemahaman bagaimana sebuah 'kecantikan' hakiki tersebut. Bertahun2 saya melakukannya, terus menerus, lantas orang2 dengan mudahnya kemudian menanamkan pemahaman sebaliknya lewat kontes putri2an, dengan gemerlap seolah hebatnya, padahal, sorry to say, kontes putri2an adalah produk dari industri artifisial. Itu bisnis. Mulai dari bisnis kosmetik, hingga positioning industri raksasa di belakangnya. Tidak pernah ada logika kontes putri2an itu memuliakan wanita.

Rabu, 04 September 2013

#19

September 04, 2013 0 Comments

" Terkadang cinta yang kita rasakan membuat kita lebih bijak dalam menata kehidupan, membuat kita lebih dewasa dalam menyikapi hidup, dan cinta itu membuat kita lebih meningkatkan ketaqwaan kita kepada sang pencipta cinta.
Cinta yang suci melahirkan hidup lebih berwarna dan lebih indah dari sebelumnya. Jadi belajarlah mencintai apa yang Allah ciptakan buat kita sehingga damailah hidup ini. Tingkatkan terus kecintaan kita hingga ajal menjemput."

Daftar Ormas Islam

September 04, 2013 0 Comments

1. Muhammadiyah Didirikan pada tanggal 18 November 1912 Pendiri : K.H. Ahmad Dahlan Ketua Umum : Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, M.A Alamat : Jl. Cik Ditiro No. 23 Yogyakarta 55262 Telp. +62 274 553132 Fax.+62 274 553137 E-mail : pp_muhammadiyah@yahoo.com Website : www.muhammadiyah.or.id

2. Nahdlatul Ulama (NU) Didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 Pendiri : KH Hasyim Al Asy'ari Web : www.nu.or.id

3. Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami (Hasmi) Alamat : Jl. Purnama, No 61 Sukamantri, Tamansari Bogor Po. Box 01 Ciomas. Telepon 0251 848 7512 Web : http://www.hasmi.org/

4. Persatuan Islam (Persis) Didirikan pada tanggal 12 September 1923 di Bandung Pendiri : H. Zamzam dan H. Muhammad Yunus Ketua Umum : Prof. Dr. H. Maman Abdurrahman, MA Kantor Pusat : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2, Bandung, Jawa Barat. Telp : 022-4220705 Fax : 022-4220702 email: info@persatuanislam.or.id Web : www.persatuanislam.or.id

5. Hidayatulloh Didirikan pada tanggal 7 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H di Balikpapan Pendiri : Ust. Abdullah Said Ketua Umum : Dr. Abdul Mannan, M.M Alamat : Jl.Cipinang Cempedak 1/14 Polonia Jakarta Timur 13340. Tlp : (021) 8190049, Fax : (021) 8574406 Web : www.hidayatullah.or.id

6. Front Pembela Islam Dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di Jakarta Ketua Umum : Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab Alamat Pusat : Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Telp : 021-534-1250 Web : www.fpi.or.id FPI merupakan organisasi massa Islam yang paling terdepan dalam memberantas kemaksiatan secara langsung, mereka biasa melakukan aktivitas sweeping tempat-tempat maksiat di berbagai daerah.

7. Wahdah Islamiyah Didirikan pada tanggal 18 juni 1988 Alamat :

48, Makassar - Indonesia 90234 Telp. (0411) 493162, Fax : (0411) 495856 E-Mail : admin@wahdah.or.id Web : http://wahdah.or.id/

8. Hizbut Tahrir Indonesia Kantor Pusat : Crown Palace A25, Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390. Telp/Fax: (62-21) 83787370 /83787372 Email: info@hizbut-tahrir.or.id Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu organisasi politik namun tidak ikut serta dalam aktivitas parlemen dan juga tidak ikut serta dalam kegiatan pemilu (golput)Organisasi ini juga sangat vokal dalam kampanye penegakkan khilafah dan syariah. HTI juga sangat gencar mengkampanyekan anti demokrasi. Web : www.hizbut-tahrir.or.id

9. Al Irsyad Al Islamiyah (Al Irsyad) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H) di Jakarta Pendiri : Al-'Alamah Syeikh Ahmad Bin Muhammad Assoorkaty Al-Anshary

10. Majelis Az Zikra Ustadz Arifin Ilham pertama kali memperkenalkan majelis zikirnya pada tahun 1997, di mesjid tempat ia tinggal, Depok, Jawa Barat dengan nama Majelis Zikir Azzikra. Ketua Dewan Syari’ah : DR. Muslih Abdul Karim Dewan Pembina : Muhammad Arifin Ilham Ketua Umum : Muhammad Abdul Syukur Yusuf Alamat : Masjid Az-Zikra, Bukit Azzikra Sentul, Sentul Selatan, Kabupaten Bogor - Indonesia Telp. +62 21 2931 1234 Fax. +62 21 2931 1235 Web : http://azzikra.com/azzikra/

11. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Tokoh Pendiri : Mohammad Natsir Dewan Dakwah dikukuhkan keberadaannya melalui Akte Notaris Syahrim Abdul Manan No. 4, tertanggal 9 Mei 1967. Ketua Umum : K.H. Syuhada Bahri Alamat : Gedung Menara Da’wah Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450 Telp. (021) 3909059, 3900201, 39899323, 39899324 (Hunting) Fax. (021) 3908203, 3103693 Email : sekretariat@dewandakwah.com Web : http://www.dewandakwah.com/

12. Daarut Tauhiid Bandung Daarut Tauhiid berdiri sejak tanggal 4 September 1990

Pendiri : KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) Jl Gegerkalong Girang No. 67 Bandung 40154 Telp : +62 7084 1963 : 022 200 3238 Fax : +62222003238 : 0813 2173 2397 Daarut Tauhiid Cabang Jakarta : Jl. Cipaku 1 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telepon 021.7235255Fax. 021.7235258 Web : http://www.daaruttauhiid.org/

Al-Ittihadiyah

13. Al Ittihadiyah Tokoh : Jend. (Purn.) H. Wiranto, SH sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Ketua Umum : Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH Web : http://alittihadiyah.org/

14. Lembaga Dakwah Kemuliaan Islam (LDKI) Launching di Masjid Ukhuwwah Islamiyah Universitas Indonesia Depok pada tanggal 9 Juni 2013. Pendiri : Ustadz Tizar Zein Ustadz Sigit Pranowo, Lc Ustadz Fathudin Ja'far, M.A Ustadz Daud Rasyid, M.A Web : http://radiokemuliaanislam.com/LDKI merupakan lembaga islam yang didirikan oleh ustadz-ustadz yg pernah aktif di PKS.

#18

September 04, 2013 0 Comments

"Kalau intinya cinta adalah memberi,maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah perhatian,perhatian yg lahir dr lubuk hati plg dlm, dari keinginan yg tulus."

Selasa, 03 September 2013

#17

September 03, 2013 0 Comments

Jika engkau ingin bahagia, syukurilah yang sudah ada padamu, hormatilah impianmu, bergembiralah dalam pekerjaanmu, setialah dalam cintamu, tuluslah dalam persahabatanmu dan sandarkanlah semua harapanmu hanya kepada Allah.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Cintailah sewajarnya

Agustus 31, 2013 0 Comments

Bismillah
          Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam dan semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarganya,para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
          Pembaca yang budiman, pernahkah kita merasa jatuh cinta ? Tentu jawabanya ia, ya jatuh cinta merupakan perasaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambaNya karena tanpa perasaan cinta apalagi jatuh cinta tidak akan terjadi proses berkembangbiak pada manusia, manusia menikah karena adanya perasaan cinta. Cinta memiliki tanda-tanda, ya tanda-tandanya adalah kita selalu mengingat yang kita cintai dimanapun dan kapanpun kita berada, kita rela berkorban untuknya, kita lebih mendahulukan kepentingannya daripada kepentingan orang lain, ya satu lagi saya lupa tanda-tandanya, pokoknya perkataan itu adalah perkataan ulama yang saya ambil dari materi tanda-tanda cinta.

          Pembaca yang budiman, kata salah seorang motivator bernama Mario Teguh jatuh cinta itu membutuhkan waktu yang singkat namun melupakannya sungguh sulit. Ya begitulah yang terjadi seperti yang kita lihat dan bahkan mungkin kita rasakan. Kita mudah untuk jatuh cinta, ya dalam beberapa menit, dalam beberapa detik pejaman mata, mengingat orang yang kita suka lalu mencoba mencintainya lalu diingat dan diingat terus kebaikannya hingga akhirnya muncul rasa cinta dan rasa cinta terus memupuk jadi jatuh cinta, sungguh mudahnya, namun rasa jatuh cinta ini akan sulit dihilangkan, ya butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan memang begitulah yang terjadi. Jatuh cinta terkadang bisa menjadi perangkap setan apabila jatuh cinta itu terlalu jatuh, mencintai terlalu berlebihan, seolah tiada detik tanpa mengingatnya.
          Pembaca yang budiman, jatuh cinta yang berlebihan hanya akan menimbulkan kesedihan. Ya hati kita hanya akan berada di antara dua rasa yaitu harap dan cemas, namun harap dan cemas bukan kepada Allah namun kepada ianya yang kita cinta. Tentu hal ini jauh berbeda dari para salafussholeh terdahulu, hati mereka ada di harap dan cemas kepada Allah. Harap dan cemas karena berlebihan jatuh cinta kepada seseorang, ya lagu-lagu galau didengarkan, nasyid-nasyid syahdu disetel saja, nasyid-nasyid yang mendorong pada ayo cepat nikah diputar saja, dan bahkan ada rasa buru-buru nikah selagi mahasiswa. Ya pengen cepet nikah selagi mahasiswa, tercelakah ? Ya saya tidak bisa memakasakan jawabnya karena memang antara Ustadz berbeda-beda jawabannya, ada yang bilang bagus, ada yang bilang harus mapan dulu dan sebagainya, pokoke berbeda-beda. Namun kalau saya pribadi setelah saya sadari selama ini bahwa buru-buru nikah selagi mahasiswa tanpa disertai kemapanan rizki seperti belum adanya rumah, belum adanya kendaraan pribadi, dan sebagainya akan menyulitkan saja, biaya persalinan begitu mahal, ya bisa mencapai lebih dari satu juta, terlebih lagi untuk makan bini, terlebih lagi untuk si baby, membelikan mainannya, membelikan popok, dan sebagainya. Ya memang rezeki dari Allah, namun bukankah rezeki itu harus dicari dulu. Bukankah menikah itu harus menjaga keromantisan, bukankah suami harus menafkahi isteri,dan tujuan dari pernikahan adalah bukan untuk mencegah perzinahan saja namun masih banyak lagi yaitu untuk menjalin kasih sayang, mencetak generasi yang soleh dan solehah, memperbanyak keturunan, berdakwah, saiing tolong menolong dalam kebaikan, dan sebagainya.Ya itu menurut saya seperti itu, jadi harus mapan dulu baru menikah dan bahkan sang mertua akan lebih tertarik pada yang lebih mapan. Namun bukan berarti menunggu sampai usia tua sangat baru menikah, ya seimbang saja semisal usia 25 tahun sudah harus mapan lalu cari isteri, insyaAllah kalau sudah mapan dan usaha dengan perlahan-lahan dan tak tergesa-gesa disertai tawakal dan ikhlas karena Allah maka akan mudah, setiap manusia insyaAllah akan ada pasangannya karena Allah menciptakan semua manusia berpasang-pasangan.
          Kembali lagi ke soalan cinta. Dalam kitab Minhajul Qasidhin dijelaskan bahwa dalam hal yang mudah (boleh) seperti makan,minum,cinta, dan sebagainya baiknya dilakukan secara pertengahan. Ya pertengahan, tidak terlalu berlebihan dan tidak pula tidak sama sekali. Mencintai seseorang itu butuh, namun tidak boleh berlebihan, ya tidak boleh mencintai seseorang sampai melalaikan dari Dzikir kepada Allah, sampai membuat riya’ dalam beribadah, sampai menyepelkan nilai-nilai tauhid, atau bahkan rela bermaksiat demi orang yang dicintainya. Mencintai seseorang yang bisa membuat tentram dan manisnya iman adalah mencintai karena Allah Subhanahu wa Taala. Ya kita mencintai karena ia menjalankan syariat Allah. Misal seorang ikhwan mencintai akhwat karena seorang akhwat rajin mengaji, rajin shalat sunnah, dan sebagainya dan juga sebaliknya. Namun di sini perlu hati-hati juga ya, jangan sampai berlebihan, jangan sampai kita sudah mencintai karena Allah namun terlalu terngiang-ngiang dengan cinta kepadanya, sehingga di alam khayal kita ada si dia dan si dia, nah selain kebaikannya ya sebaiknya harus tahu juga keburukannya supaya tidak terlalu cinta. Lho kata siapa cari keburukannya ? Bukan mencari tapi harus tahu, ini tujuannya supaya ga terlalu cinta, bukan tujuannya untuk dibeberkan di dunia maya, diejek-ejek, diremehkan, bukan. Kata Ibnu Masud radhiyallaahuanhu apabila kita mencintai wanita lihat jeleknya. Ya kita lihat juga kejelekannya, semisal dia sering ngaji tapi mohon maaf dia masih berbuat kebid’ahan dalam ibadah yang lainnya, atau dia sering shalat malam namun masih sering marah-marah, dan sebagainya. Mengetahui keburukan juga penting untuk nanti supaya kalau sudah menikah bisa saling menutupi karena suami adalah pakaian bagi isterinya dan juga sebaliknya.
          Pembaca yang budiman,selain itu efek dari rasa cinta yang teramat sangat adalah kita akan mudah kecewa dan berharap layaknya seorang gila, ya karena rasa cinta sangat teringat dia setitik senyumnya sebesar ombak di Pantai Hindia, namun ketika kita melihat apa yang kita tidak suka dari dianya rasa bencinya sangat besar, padahal dia ga ngapa-ngapain, cuman nyetatus di facebook, twitter atau di mana pun ya lalu dicomment temannya apalagi teman laki-lakinya ya memang karena ada perlu, bencinya bukan main, lalu kita meremhkan laki-laki yang comment tadi, widih ini akan berbuah dosa yang semakin-makin, dosanya apa, yaitu dosa iri dan dengki kepada orang lain, dosa sombong dengan meremhkan orang lain, dosa cinta dunia dan berpaling dari mengingat Allah dan hari akhir, dan kesemua dosa itu merupakan dosa-dosa besar. Dosa iri dan dengki dosa besar, dosa sombong dosa besar karena orang yang sombong berdasar hadits riwayat Ahmad akan dikumpulkan di Mahsyar kelak dengan berwujud sekecil semut lalu bermuka manusia dan akan dipenjarakan lagi di neraka, lalu dosa cinta dunia menurut imam Hasan al-Bashri cinta dunia merupakan dosa besar karena mendorong kepada kemasiatan.... So dari sini yuk bagi yang merasa cinta sgt kepada seseorang yuk dikurangi, lalaunan wae, dilupakan sedikti-dikit. Ingatlah sabda nabi Muhammad shallallaahualayhi wassalam kepada pemuda bahwa untuk menjaga pandangan adalah dengan menikah namun apabila belum bisa menikah maka perbanyaklah melakukan puasa sunnah. Lalu yang menjadi soalan apabila nikah tiada bisa puasa sunnah tidak sanggup bagaimana ? Ya berdasarkan kajian yang saya ikuti di salah satu Radio Islam kalau nikah belum bisa puasa sunnah tidak sanggup maka lakukanlah aktivitas lainnya, ya lakukan aktivitas lain yang bisa membuat kita tidak terlalu cinta kepada ianya lagi, ya seperti menjalankan hobi, ya hobi menulis ya nulis, ya hobi baca ya baca, yang hobi ceramah ya ceramah, dan tentu dalam menjalankan hobi tetap berlindung kepada Allah supaya setan tidak memasukkan ingatan tentang si dia kepada aktivitas kita, nanti malah yang hobi nulis malah nulis tentang dia, dsb... ya pokoknya tutup pintu masuk setan dengan dzikrullah, dan apabila godaan setan makin menguat maka terus dzikir dan ingat pahala yang akan didapatkan apabila meninggalkan larangan Allah. Ya berdasar yang saya baca di kitab Rihlal ila Darul Akhiroh dijelaskan bahwa nikmat surga kita akan semakin nikmat sejauh larangan dan kenikmatan semu duniawi yang kita tinggalkan, ya jadi bidadari-bidadari kita akan semakin elok kalau kita menjaga diri dari memandangi yang lain mahram, kita bisa memakai sutera, meminum khamr apabila di dunia meninggalkan sutera dan khamr, kita bisa makan makanan yang semakin enak kalau di dunia meninggalkan kemewahan makanan dan juga makanan-makanan yang diharamkanNya.
          Pembaca yang semoga dirahmati Allah, sehingga dalam artikel ini kesimpulannya adalah Cintailah seseorang sewajarnya dan apabila sudah saatnya segeralah menuju hubungan yang lebih serius di dalam jalinan cinta kasih yang halal. Carilah kemapanan dahulu, sebagaimana di dalam syair negeri Sabah  kalau tidak salah dikata bahwa pikir-pikir dulu kalau nak kahwin, cari kerja dulu supaya dapat duit.
          Okay sekalian kawan-kawan, mohon maaf zahir batin atas segala kesalahan, kritik dan saran sangat daku harapkan....
          Semoga shalawat serta salam tercurah kepada nabi kita Muhammad
          Allaahua’lam bis shawab.

Manajemen Prioritas Amanah untuk kader

Agustus 31, 2013 0 Comments

Saya mempunyai masalah dalam memprioritaskan tanggung jawab yang ada pada diri saya, keterbatasan kader pada kampus kami menuntut seorang kader menjadi multi-amanah, sehingga saya tidak optimal di berbagai tempat, bagaimana caranya agar saya dapat bertanggung jawab dengan peran yang ada dan tidak mendzalimi saudara saya yang lain ?

Berbicara tentang prioritas saya langsung teringat buku Fiqh Aulawiyat karangan ulama besar saat ini Yusuf Qardhawi. Dalam buku ini dipaparkan dengan jelas tentang apa itu fiqih prioritas dan bagaimana memandang prioritas itu sendiri. 

Sebagai seorang kader dakwah masa kini, dimana tuntutan dakwah lebih besar ketimbang jumlah kader yang ada, maka pemahaman aplikasi dari fiqih prioritas ini dalam kehidupan berdakwah di kampus menjadi sebuah kebutuhan tersendiri.

Sub-bab manajemen prioritas dalam konteks peran tanggung jawab dakwah di kampus adalah memilih di antara dua pilihan yang baik. Karena kita akan berbicara mengenai peran kita sebagai kader yang memiliki tanggung jawab di banyak tempat. Dari beberapa tanggung jawab yang ada, tanggung jawab mana yang harus di dahulukan, atau tanggung jawab mana yang harus diberikan alokasi waktu dan pikiran secara lebih.
 
Manusia memang pada dasarnya selalu hidup dalam dilematika pilihan, dan itu memang fitrah manusia dimana menjadi tanggung jawab bagi kita semua untuk mampu membuat prioritas yang paling bermanfaat bagi diri agar kita bisa mencapai tujuan hidup yang ada. Saya akan memaparkan jawaban dari pertanyaan ini dengan paradigma tentang peran dan prioritas itu sendiri.

Kader dakwah kampus yang tentunya juga mahasiswa mempunyai berbagai peran dalam hidupnya, ia sebagai mahasiswa, asisten akademik, ia sebagai seorang anak, ia seorang pemimpin organisasi atau staff kepanitiaan, ia seorang mentor, atau ia juga berperan di berbagai tempat lain. banyak sekali peran yang harus Anda jalankan sebagai kader dalam waktu bersamaan. Cobalah menuliskan dalam secarik kertas apa saja peran Anda saat ini. Dengan memulai mengetahui peran Anda apa saja dalam waktu bersamaan, maka Anda akan lebih mudah untuk menjalankan langkah selanjutnya.

Terlepas dari berbagai peran yang Anda miliki saat ini, saya memandang bahwa seorang kader dakwah kampus dalam konteks perannya sebagai kader diharapkan memiliki tidak lebih dari 4 peran tanggung jawab dakwah atau kedepannya kita sebut saja dengan amanah. Amanah yang diharapkan ada pada setiap kader dakwah adalah ; (1) amanah organisasi 1, (2) amanah organisasi 2, (3) sebagai mentor, dan (4) sebagai asisten dosen/praktikum.  Contoh dari dua amanah organisasi dalam waktu bersamaan adalah, Anda sebagai ketua divisi di LDK dan Anda juga berperan sebagai pimpinan redaksi majalah di himpunan mahasiswa jurusan. Adanya dua amanah organisasi dalam satu waktu menurut hemat saya masih sangat relevan mengingat kapasitas mahasiswa yang besar.

Maka tahap selanjutnya yang perlu kita atur terkait manajemen amanah adalah amanah yang dimiliki dalam satu waktu, bisa dibuat list seperti ini.
(1)     Amanah organisasi 1           : Kepala Lembaga Dakwah Kampus
(2)     Amanah organisasi 2           : Staf Ahli Kaderisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan
(3)     Sebagai Mentor                    : 1 kelompok mentoring angkatan 2007
(4)     Akademik                              : asisten praktikum mata kuliah tingkat 2
Pada beberapa kader yang mempunyai kapasitas pribadi yang besar, bisa jadi memiliki amanah organisasi yang lebih banyak pula, apakah itu lebih dari 2 atau mungkin lebih dari 3. Semua itu kembali ke kapasitas pribadi masing-masing. Saya ingin menekankan pada bagian setelah ini tentang bagaimana kita memandang lebih dari satu amanah organisasi yang kita miliki.

Manajemen Aksi Massa Damai

Agustus 31, 2013 0 Comments

Bagaimana caranya mengadakan aksi, agar pesan dari aksi dapat  tersampaikan dan aksi berlangsung tertib ?

Salah satu bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah serta penyampaian pesan kepada masyarakat adalah dengan melakukan aksi massa secara damai. Dalam negara yang berdemokrasi aksi menjadi cara yang dilegalkan, oleh karena itu lembaga dakwah kampus juga harus berperan sebagai guardian of value dari pemerintah serta masyarakat. 

Mengapa cara yang dipilih adalah aksi ? karena aksi berdampak pada dua sisi, yakni sisi ketersampaian pesan kepada pihak yang diinginkan serta penyadaran masyarakat atas sebuah isu. Sehingga aksi masih menjadi cara yang relevan untuk dilakukan.

Penggunaan kata aksi lebih akrab dan lembut ketimbang demonstrasi yang terkadang dinilai negatif oleh berbagai pihak, sedangkan damai adalah untuk mencirikan bahwa lembaga dakwah mempunyai etika ketika beraksi, dimana ia tidak mengganggu hak dari masyarakat lainnya. 

Citra lembaga dakwah kampus yang selalu damai dan tertib dalam melakukan aksi adalah keunggulan tersendiri bagi kita, ini membuat pesan yang disampaikan dalam aksi dapat sampai dengan jelas kepada pihak yang diinginkan.

Pada bagian ini saya akan mengutarakan cara sederhana untuk mengadakan aksi massa damai yang bisa dilakukan oleh lembaga dakwah kampus. Biasanya lembaga dakwah kampus bermain dalam isu terkait sosial masyarakat, dan isu keislaman. Dua isu ini bisa berkembang menjadi berbagai isu turunan lainnya. Saya akan membagi pembahasan dalam 3 tahap, yakni pra-aksi, saat aksi, dan pasca aksi untuk memudahkan pemahaman Anda semua.

Pra Aksi
Persiapan sebelum aksi adalah bagian yang tidak bisa ditentukan lama waktunya, karena jarak isu dengan aksi yang akan dilakukan bisa panjang, dan terkadang hanya berselang 1-2 hari saja. oleh karena itu, saya hanya akan membahas apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum aksi agar aksi dapat berjalan dengan baik.
(1)  mempersiapkan dan mematangkan isu
Kita sebagai mahasiswa perlu memiliki kekuatan dalam pemikiran, termasuk dalam isu yang akan dibuat, kaji sebuah isu dengan mendalam serta didukung data yang akurat agar pesan dan tuntutan yang disampaikan berbobot dan jelas, buat semacam focus group discussion dengan beberapa mahasiswa untuk menentukan dan memantapkan isu.

(2)  membuat press release
Yang berisikan pesan dan tuntutan dari isu yang telah dibahas, sebisa mungkin pesan yang akan disampaikan terfokus dan jangan melebar jauh, sebutlah aksi damai menentang kemiskinan, jangan ditambahkan dengan dukung pergerakan palestina. Ini membuat pesan yang disampaikan menjadi blur sehingga masyarakat tidak bisa meneriman pesan aksi secara jelas.

Keseimbangan Antara Dakwah dan Kuliah

Agustus 31, 2013 0 Comments
Bagaimana caranya untuk menyeimbangkan antara dakwah dan kuliah ? agar aktifitas kuliah tetap baik dan kinerja dakwah tetap optimal.

Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang kader dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini.

Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi diantara kader dakwah masa kini, adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah untuk di tunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwah lah yang membuat nilai Anda jatuh. Hey Brother open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun ? jika Anda percaya hal ini, maka Anda tidak percaya janji Allah akan balasan akan amal yang kita lakukan. atau mungkin Anda sudah cukup mengalami disorientasi dakwah sehingga Anda merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat Anda terpuruk.
Saya bisa memahami pandangan seseorang tentang hal ini, lalu saya bertanya kembali, apakah Anda bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai Anda akan meningkat. Saya pernah menantang hal ini ke salah satu kader saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak banyak menurut saya, dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.

Hal lain yang sering muncul berlawanan dengan kasus di atas, yakni kader dakwah yang sudah cukup frustasi dengan nilainya sehingga ia berpikir untuk tidak begitu memperdulikan akademiknya dan hanya focus pada aktifitas dakwah. Saya melihat kader dengan pandangan seperti ini masih sepakat dengan motto kader dakwah 1 dekade silam, yakni kader yang IP nya 2,00 adalah mujahid, dan kader yang IP nya 3,50 adalah pengkhianat. sebuah pandangan yang jauh dari relevan untuk di aplikasikan saat ini.

Peran Koordinator Akhwat ( Korwat )

Agustus 31, 2013 0 Comments

Apa peran strategis seorang korwat dalam sebuah departemen atau kepanitiaan ? terkadang di kampus kami korwat tampak hanya sebagi “penyampai pesan” saja dari ikhwan ke akhwat.

Menurut Kepala Annisaa saya “akhwat mempunyai kekhasan tersendiri, oleh karena itu perlu peran serta lingkup yang luas dari pengelolaan muslimah”. Statement inilah yang membuat saya menaikkan posisi sektor muslimah yang tahun lalu “hanya” selevel divisi, saat ini menjadi sektor yang langsung dibawah koordinasi saya sebagai ketua LDK. Memang setelah mengamati langsung selama 3 tahun di kampus, muslimah mempunyai keunikan tersendiri dalam lingkup dakwah kampus ini.

Terkait peran fungsi dan posisi seorang koordinator akhwat, saya mewawancarai khusus korwat Departemen Manajemen Sumber Daya Anggota (MSDA) Nuri Trianti dan korwat departemen ekonomi Dina Rachmi untuk melengkapi pandangan saya terhadap pertanyaan ini. Dalam organisasi dakwah kampus, kita mengenal istilah korwat untuk mendampingi seorang kadept dalam sebuah departemen. Saya pun bertanya pada awalnya,”sebenarnya apa sih peran korwat ? apakah hanya sebagai notulen dan mem-forward pesan ke anggota muslimah yang lain?”
“tidak !!”, begitulah jawaban dua korwat tersebut. Peran korwat jauh lebih besar dari itu. Korwat berperan sangat signifikan dalam menjaga keseimbangan departemen dan sebagai penjaga nilai  dari sebuah departemen. Terutama dalam kondisi dakwah kampus yang menjaga nilai adab antara muslim dan muslimah. Selain itu muslimah membutuhkan pendekatan khusus dalam berdakwah, sehingga metoda “cuek” dan “terlalu rasional” pria terkadang tidak cocok, dibutuhkan pendekatan “hati ke hati” terhadap kader muslimah, dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang korwat.

Sejauh pemahaman saya dan disempurnakan oleh hasil diskusi dengan dua korwat berpengalaman ini, saya bisa menyimpulkan beberapa hal yang menjadi peran strategis utama yang hanya bisa dilakukan oleh korwat
.
Managerial
Peran strategis pertama adalah me-manage atau mengatur dan memimpin para muslimah dalam sebuah departemen atau kepanitiaan. Mengkoordinir muslimah, begitulah peran pertamanya. Bagaimana seorang korwat bisa mengetahui dengan dalam setiap individu muslimah dalam tim serta membimbing mereka agar produktifitas dakwah berjalan. Biasanya dalam kondisi butuh keputusan mendesak, dibuat dua forum dalam sebuah tim, dibagi berdasarkan gender. Dan korwat lah yang memimpin para muslimah ini. Ia pula yang diharapkan dapat sebagai tempat curhat  bagi para muslimah yang berada dalam tim, ia yang selalu memberi motivasi dan memberi ucapan selamat atas keberhasilan kepada para muslimah.

Bagaimana Menokohkan Diri Anda

Agustus 31, 2013 0 Comments

Saat ini FSLDK mempunyai target untuk menokohkan kader dakwah kampus dengan harapan dapat memunculkan figur yang memang “jebolan” dakwah kampus, bagaimana cara Kita sebagai pribadi untuk meningkatkan kapasitas kita dan ketokohan kita di kampus, regional, maupun nasional ?

Saya termasuk salah satu orang yang terlibat dalam pembahasan target 1000 Tokoh Aktifis dakwah kampus dengan kawan-kawan dari kampus lain. Memang program ini masih belum berjalan dengan ideal, karena berbagai faktor antara lain; (1) belum siapnya kader dakwah kampus untuk menghadapi dunia luar lembaga dakwahnya, ciri eksklusif masih banyak terdapat pada kader dakwah kampus.(2) kerendahan hati para kader dakwah, sebuah sifat yang sangat terpuji, akan tetapi jika digunakan pada tempat yang salah akan berakibat pada tidak berkembangnya dakwah, saya berpesan agar kita tidak tawadhu salah tempat. (3) kelemahan pemanfaatan teknologi, kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang, Anda bisa menjadi seorang yang dikenal luas dengan memanfaatkan teknologi ini, seorang tidak perlu bertemu langsung dengan Anda, akan tetapi ia akan dapat mempercayai Anda serta menganggap Anda seorang yang telah dikenal luas.(4) pendeknya masa perkuliahan, saya merasakan bahwa seorang kader matang saat tingkat tiga, sedangkan masa  kuliah pada umumnya hanya 4 tahun, sehingga belum sempat seorang kader menokoh secara nasional, bahkan daerah, ia sudah keburu dikejar dengan kelulusan. (5) tidak merasa ( atau mungkin malu ) sebagai kader dakwah kampus. Beberapa kader pernah saya amati tidak merasa bisa “menjual” dirinya jika ia berpredikat kader dakwah kampus. Mungkin sebetulnya banyak kader yang telah tertokohkan, akan tetapi ia tidak dipandang sebagai kader dakwah kampus.

Melihat kenyataan serta tuntutan yang ada terkait ketokohan kader dakwah, perlu kiranya Anda secara pribadi yang menokhkan diri Anda. Saya mempunyai keyakinan bahwa Anda dapat menjadi tokoh yang bermanfaat bagi dakwah kampus. Anda mempunyai potensi sebagai pribadi, Anda punya lembaga dakwah yang menjadi lingkungan Anda belajar dan berdakwah dan Anda bisa memanfaatkan jaringan FSLDK sebagai pendukung ketokohan Anda di tingkat kampus, daerah, bahkan nasional.

Jumat, 30 Agustus 2013

Renungan tentang kesempurnaan

Agustus 30, 2013 0 Comments
Ini adalah sebuah cerita renungan yang kisahnya bisa memberikan pesan bermanfaat bagi orang-orang yang tak bisa memberi waktu bagi orang lain untuk menikmati dan memperbaiki kesalahannya. mungkin ini adalah sebuah kisah yang bisa memberi kita pelajaran bahwa betapa pentingnya menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain,dan menjalani kehidupan sebaik mungkin.

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya berlangsung sangat megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.

Setiap pasang mata
yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai. Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…” Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…
“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.

“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”. Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…” Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.

Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…

Renungan Cerita

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?

Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk. Mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?

Menjadi Isteri Idaman

Agustus 30, 2013 0 Comments
Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar’i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.

Sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)

#15

Agustus 30, 2013 0 Comments
Berhasil ataupun tidak sesuatu urusan itu, tidak ada siapa pun yang tahu.
Tidak ada yang mampu memberi jawaban..
Kita manusia yang serba lemah hanya mampu merancang dan menjalankan. Hasilnya tetap berada di tangan Alloh. Yang penting, kita jangan mengabaikan IKHTIAR..