Rabu, 23 September 2015

Percakapan Seorang Ayah dan Anak Perempuannya

September 23, 2015 0 Comments
Seorang anak yang sudah remaja bertanya pada ayahnya.

Anak : "Ayah, mengapa seorang wanita itu sangat mudah menangis?"

Ayah : "Seorang wanita itu mudah menangis karena Allah menciptakan bahu yang cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberi kenyamanan..!"

Anak : "Menopang dunia?"

Ayah : "Iya, karena wanita memiliki peranan sangat penting di dunia ini..!"

Anak : "Bisa ayah jelaskan apa yang istimewa dari seorang wanita?"

Ayah : "Allah memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak, dan menerima penolakan yang sering datang dari anak2nya. Allah memberi kekerasan untuk membuatnya tegar saat orang lain menyerah, namun dia mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.."

Anak : "Seistimewa itu yah..?"

Ayah : "Bukan hanya itu, Allah juga memberikan kepekaan untuk mencintai anak2nya dalam setiap keadaan. Bahkan ketika anak2nya bersikap sangat menyakiti hatinya.."

Anak : "Ternyata wanita itu sungguh luar biasa..ya ayah??!"

Ayah : "Masih ada lagi keistimewaan yang dimilik seorang wanita."

Anak : "Apa itu yah??"

Ayah : "Allah memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya. Allah memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik tak akan pernah menyakiti istrinya. Tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu."

Anak : "Lalu bagaimana dengan lelaki??"

Ayah : "Lelaki harus membuat wanita merasa nyaman dan terlindungi saat berada disampingnya. Jangan pernah membuat hati wanita terluka, jika lelaki berniat mempermainkan wanita, ingatlah pengorbanan wanita yang telah melahirkannya.


Kamis, 10 September 2015

Mahfudzat (Pribahasa Arab)

September 10, 2015 0 Comments
١. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

٢. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.

٣. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.

٤. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ
Barang siapa yang kejujurannya sedikit, maka sedikit pula temannya.

٥. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

٦. ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟﺼَّﺪِﻳْﻖِ ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻭَﻗْﺖَ ﺍﻟﻀِّﻴْﻖِ
Kecintaan/ketulusan teman akan tampak pada saat kesempitan/susah.

٧. ﻭَﻣَﺎﺍﻟﻠَّﺬَّﺓُ ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻌَﺐِ
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan/cape

٨. ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻳُﻌِﻴْﻦُ ﻋَﻠﻰَ ﻛُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ
Kesabaran menolong segala pekerjaan.

٩. ﺟَﺮِّﺏْ ﻭَﻻَﺣِﻆْ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ
Cobalah dan amatilah, niscaya kau jadi orang yang tahu.

١٠. ﺍُﻃْﻠُﺐِ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤَﻬْﺪِ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻠَّﺤْﺪِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

١١.  ﺑَﻴْﻀَﺔُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺩَﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟﻐَﺪِ
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

١٢. ﺍﻟﻮَﻗْﺖُ ﺃَﺛْﻤَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ
Waktu itu lebih mahal daripada emas.

١٣. ﺍﻟﻌَﻘْﻞُ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺠِﺴِْﻢ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢِ
Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.

١٤. ﺧَﻴْﺮُ ﺟَﻠِﻴْﺲٍ ﻓﻲِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻛِﺘَﺎﺏٌ
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

١٥. ﻣَﻦْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻳَﺤْﺼُﺪْ
Siapa yg menanam pasti akan memetik (panen).

١٦. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻣَﻦْ ﻳَﺪُﻟُّﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

١٧. ﻟَﻮْﻻَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.

١٨. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼِّﻐَﺮِ ﻛَﺎﻟﻨَّﻘْﺶِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺤَﺠَﺮِ
Ilmu (yg dipelajari) waktu kecil, bagaikan ukiran di atas batu.

١٩. ﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳﺎَّﻡُ ﺍﻟَّﺘﻲِ ﻣَﻀَﺖْ
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

٢٠. ﺗَﻌَﻠَّﻤَﻦْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻪِ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

٢١. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﺑِﻼَ ﻋَﻤَﻞٍ ﻛَﺎﻟﺸَّﺠَﺮِ ﺑِﻼَ ﺛَﻤَﺮ
Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tidak berbuah.

٢٢. ﺍﻻﺗِّﺤَﺎﺩُ ﺃَﺳَﺎﺱُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺡِ
Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

٢٣. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣِﺴْﻜِﻴْﻨًﺎ ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻪُ ﻣُﻌِﻴْﻨﺎً
Jangan engkau menghina orang miskin tapi jadilah penolongnya.

٢٤. ﺍﻟﺸَّﺮَﻑُ ﺑِﺎﻷَﺩَﺏِ ﻻَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺴَﺐِ
Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.

٢٥. ﺳَﻼَﻣَﺔُ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓﻲِ ﺣِﻔْﻆِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ
Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya
(perkataannya).

٢٦. ﺁﺩَﺍﺏُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺒِﻪِ
Adab seseorang itu lebih baik (berharga) daripada emasnya.

٢٧. ﺳُﻮْﺀُ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻳُﻌْﺪِﻱ
Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.

٢٨. ﺁﻓَﺔُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﻨِّﺴْﻴﺎَﻥُ
Bencana ilmu itu adalah lupa.

٢٩. ﺇِﺫَﺍ ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻌَﺰْﻡُ ﻭَﺿَﺢَ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴْﻞُ
Jika benar kemauannya niscaya terbuka jalannya.

٣٠. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣَﻦْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ ﻓَﻠِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻣَﺰِﻳَّﺔٌ
Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena segala sesuatu itu punya kelebihan

٣١.  ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻳَﺼْﻠُﺢْ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ
Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.

٣٢. ﻓَﻜِّﺮْ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺰِﻡَ
Fikirlah dahulu sebelum kau berkemauan
(merencanakan)

٣٣. ﻣَﻦْ ﻋَﺮَﻑَ ﺑُﻌْﺪَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮِ ﺍِﺳْﺘَﻌَﺪَّ
Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.

٣٤. ﻣَﻦْ ﺣَﻔَﺮَ ﺣُﻔْﺮَﺓً ﻭَﻗَﻊَ ﻓِﻴْﻬَﺎ
Barang siapa menggali lobang, ia akan terperosok ke dalamnya.

٣٥.  ﻋَﺪُﻭٌّ ﻋَﺎﻗِﻞٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺻَﺪِﻳْﻖٍ ﺟَﺎﻫِﻞٍ
Musuh yang pandai, lebih baik daripada teman yang bodoh.

٣٦. ﻣَﻦْ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧُﻪُ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻪُ
Barang siapa banyak amal baiknya, maka akan banyak pula temannya.

٣٧. ﺍِﺟْﻬَﺪْ ﻭَﻻَ ﺗَﻜْﺴَﻞْ ﻭَﻻَ ﺗَﻚُ ﻏَﺎﻓِﻼً ﻓَﻨَﺪَﺍﻣَﺔُ ﺍﻟﻌُﻘْﺒﻰَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺘَﻜﺎَﺳَﻞُ
Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.

٣٨. ﻻَ ﺗُﺆَﺧِّﺮْ ﻋَﻤَﻠَﻚَ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻐَﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﻘْﺪِﺭُ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻪُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡَ
Janganlah mengakhirkan (menunda) pekerjaanmu hingga hari esok, jika dapat kau kerjakan hari ini.

٣٩. ﺍُﺗْﺮُﻙِ ﺍﻟﺸَّﺮَّ ﻳَﺘْﺮُﻛْﻚَ
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.

٤٠  ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﺧُﻠُﻘﺎً ﻭَﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
manusia terbaik adalah yang baik budi pekertinya dan bermanfaat bagi manusia.

٤١. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
Dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan dalam ketergesaan ada penyesalan.

٤٢. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.

٤٣. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
Lembut kepada orang yang lemah adalah perangai orang mulia (terhormat).

٤٤. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
Pahala/balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang sama dengannya.

٤٥. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
Tidak menjawab (pertanyaan) orang yang bodoh adalah jawabanya

٤٦.  مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

٤٧. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.

٤٨. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.

٤٩. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.

٥٠. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

٥١. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).

٥٢. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada tiap kata ada tempatnya yang tepat.

٥٣. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
bila kau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).

٥٤. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.

٥٥.  لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.

٥٦. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
Tiap pekerjaan ada upahnya, tiap perkataan itu ada jawabannya.

٥٧. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.

٥٨. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
Hancurlah orang yang tidak tahu (mengenal) dirinya sendiri.

٥٩.  رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
Pokok dosa itu, adalah kebohongan.

٦٠.  مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.

٦١. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.

٦٢. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.

٦٣. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu

Sabtu, 05 September 2015

Tuhan ingin kita menjadi Manusia yang Tangguh

September 05, 2015 0 Comments

Bismillah....



"....Bahkan harus sampai masuk rumah sakit dulu untuk menjalani semua prosesnya hingga akhir." hehe

Aku percaya bahwa setiap ujian dari-Nya akan ada hikmahnya.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)

Ya, satu bulan yang lalu Allah memberi  nikmat sakit bahkan samapi harus masuk rumah sakit.Namun, sebagai hamba-Nya hanya bisa menerima. Menerima takdirnya bahwa inilah garisnya untukku. Disamping itu, aku terus intropeksi diri dan memperbanyak istighfar serta bersabar karena salah satu hal yang telah lama diperjuangkan hingga tiba waktunya tinggal melewati batas akhir, hal itu tertunda. Pasrah dan ikhlas.

Pasca keluar dari rumah sakit, pikiran pun masih merasakan ada beban. Ya, karena biaya RS yang cukup mahal kondisi keuangan dirumah pun cukup menurun. Sangat...sangat merasakan sekali konidisinya waktu itu karena kebetulan juga moment idul fitri, yang sangat berbeda pada tahun-tahun sebelumnya.

“Allah sedang menguji kita,bu. Maafin mba ya bu, gara-gara mba ga bisa jaga kesehatan sampai RS akhirnya makan uang yang banyak dan kondisi kita seperti ini.” Kataku kepada Ibu.

Aku pun teringat dalam sebuah ayat yang menjelaskan bahwa,
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. “ (QS. Al Baqarah :155)

Ya Allah, kuatkanlah kami dalam menghadapi cobaan ini.
Dan selepas ujian itu datang. Allah memberikan cerita indahnya untukku.
“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)

Ya, ketika kita dekat dengan-Nya, maka pertolongan-Nya pun begitu dekat. Insha Allah.

Bersandarlah kepada-Nya. Ikhlaskan. Pasrahkan. Bersabar. Tingkatkan ibadah. Perbanyak shodaqoh. Iktiar terus.

Dan benar saja, Masha Allah.
Allah memudahkan segala urusanku. Kurang lebih butuh waktu 2 minggu untuk bisa menyelesaikan semuanya, hingga Allah masih memberikan kesempatan aku untuk bisa daftar wisuda 21 Oktober 2015 (masih dapat kuota dengan urutan 447).

Allah kirimkan rezeki lewat perantara-Nya. Allah tunjukkan Maha Besarnya  Ia. Allah membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Allahuakbar !!

Dan Alhamdulillah, Allah mengirimkan rezeki-Nya lagi lewat aku bekerja sambil menunggu wisuda nanti. Ada lowongan kerja proyek dosen dan gajinya pun Masha Allah. Rasanya jika aku sudah menerima gajinya nanti, pertama kalinya aku ingin berikan kepada keluarga khususnya IBU.

Yah, meskipun pemberian ini  nantinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kasih sayang dan perhatiannya selama ini. Tapi untuk saat ini, inilah yang bisa kupersembahkan untukmu, ibu :)

Oke. Mari kita jadikan setiap ujian atau cobaan dari-Nya adalah moment yang begitu istimewa karena disitulah Allah ‘menyapa’ kita. Baik itu dengan ‘sapaan’ yang membuat kita merasa sedih atau bahagia. Tapi, sekalipun itu ujiannya begitu berat, yakinlah kalau itu memang kadarnya untuk kitan dan Allah ingin kita menjadi Manusia yang Tangguh. Keep Strong !!


Bogor, 6 September 2015
02:14 WIB
-SA-






Agenda Dakwah dan Skripsi

September 05, 2015 0 Comments
Bismillahirrohmanirrohim

Alasan apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir ketika diajak kumpul, rapat atau apalah itu namanya ‘diajak kumpul’. Jawabannya sama ‘Mau bimbingan, ketemu dosen, mau revisi dan lain sebagainya.’ Bahkan untuk pertemuan-pertemuan penting pun, itu semua terabaikan-hampir semua memilih untuk sibuk mengurusi tugas akhirnya. Tulisan ini pun sekaligus memuhasabah diriku juga. 

“Ya Rabb, harus seperti itukah ? Bahkan panggilan dakwah pun dinomorduakan ? Egoiskah seperti itu ?” Wallahu’alam. (pertanyaan yang muncul saat kehadiran undangan agenda-agenda dakwah sangat minim).

Aku menyadari bahwasanya skripsi adalah memang amanah dari orang tua, yang harus disegerakan. Tapi, terkadang membuat hati ini tertohok ketika mendengar dan melihat sikap teman2 yang begitu rada ‘egois’. Menjadi datang hadir dikegiatan2 pembinaan, dll. Tidak lain dan tidak bukan, alasannya ya IL2-itu lagi itu lagi, skripsi,,,

Ah, tapi yaitu hidup itukan pilihan setiap orang, terserah dia mau kemana dan pilih yang mana.
Aku punya prinsip bahwasanya “Berikanlah manfaat sebanyak-banyaknya ke orang lain. Itu artinya, kita bisa memprioritaskan kegiatan2 kita. Manakah yang mendatangkan manfaat lebih banyak ? Untuk urusan pribadikah atau untuk banyak orang ? sebab Rosulullah SAW bersabda.”Orang yang terbaik adalah orang yang memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang.”

Bagiku, hadir ketika teman2 ‘seminar hasil penelitian’ adalah suatu kebermanfaatan untuknya. Kita disana bisa kasih masukan/pertanyaan terhadap tugas akhirnya. Oleh karena itu, bisa menyempatkan untuk hadir diatas kepentingan urusan2 pribadi kita yang tidak begitu penting atau mendesak.

Prinsip lainnya  yaitu ‘Bisa menyempatkan hadir dalam undangan/kegiatan lain meskipun hanya sebentar.” Sebab walaupun hanya bisa melihat senyumnya, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri hehe.

Sempat terbesit rasa iri kepada teman2 yang memang sudah tidak memegang amanah organisasi lagi dikampus. Eits, tapi insha Allah rasa iri ini aku menyikapinya positif. Menjadi penyemangat. Iri seperti apa maksudnya ?

“Ya, yang dipikiran mereka hanya skripsi, skripsi dan skripsi. (mungkin) | Sedangkan kita, yang masih memegang amanah sana dan sini, sedikit terbagi konsentrasinya. Bahkan tidak hanya sedikit, tapi juga hampir keseluruhannya. Untuk apa ? Ya, untuk kebaikan dan menggapai ridho Allah. Insha Allah. Aamiin.”

Pertanyaan ini yang mungkin sering terlontar.
“Kenapa aku ka ? Kenapa aku yang harus diamanahkan disini ? Bolehkah aku off dan fokus skripsi saja ? Aku ingin lulus cepat.” (sanggahan ketika amanah itu datang)

Astaghfirullahal’adzhim.

Berbeda dengan orang yang meyakini bahwasanya Allah itu Maha Besar, Cintanya kepada Allah dan Rosul begitu besar. Ia akan menerima amanah itu, meskipun hal itu nanti akan memecahkan banyak konsentrasinya. Ia yakin bahwa bahwa pertolongan Allah begitu dekat dan Allah pun sudah berfirman dalam surat cinta-Nya :

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad :7)

Yakin. Yakin. Yakin. Ikhlas dan ikhtiar sampai maksimal. Insha Allah, Allah akan memudahkan segala urusan kita. Aamiin.

No Excuse, meskipun masih ada amanah diorganisasi, lulus kita bisa lambat, bisa ko lulus cepat but itu semua tergantung dengan DIRI KAMU. Mau seberapa besarkah usahanya ?

Tapi terkadang, amalan yang kita lakukan saat menjelang kelulusan pun diperhatikan.
Berapa banyakkah waktu yang kita berikan untuk diri kita SAJA atau Berapa waktu yang kamu berikan untuk orang lain atau agenda-agenda dakwah kamu ?

Bukan halangan lagi. Malah coba kamu buktikan dan bisa menjadi contoh kepada adik-adik nantinya. Bahwa dengan masih memegang amanah di organisasi juga bisa cepet lulus looh.

Bisa pasti bisa. Sekaligus syiar kita juga.

Membuktikan kalau kita juga bisa seperti orang lain, hal ini juga bisa menjadi contoh untuk adik2 diorganisasinya. Sebab, memberikan teladan adalah salah satu cara ampuh untuk kita berdakwah.
Skala prioitas yang harus kita perhatikan. Apakah kita masih egois atau kah tidak ? Apakah manfaatnya lebh besar untuk orang lain atau pribadi ? Yuk, kita renungkan.

Semoga Allah selalu meneguhkan hati kita untuk selalu berada dijalan-Nya dan mencurahkan segala karunia-Nya. Aamiin.

Amanah tetep amanah, skripsi juga ok. NO EXCUSE.

-SA-








Kamis, 20 Agustus 2015

Cinta Sejati :)

Agustus 20, 2015 0 Comments

"Hati ga bisa bohong tapi hati sangat bisa untuk salah."

Maksudnya adalah...

Ketika kita belajar untuk melepaskan seseorang. 
Seseorang yang mungkin 'saat ini' sudah bersama orang lain. 
Kecewa, sedih, ingin pergi jauh dan sebagainya, tentu. 
Inilah yang dinamakan 'rasa'. Hati yang merasakan.
Kitapun memang tidak bisa menolak apalagi hati, tidak bisa berbohong.

Setiap 'rasa' yang muncul. Semua tergantung dari setiap orang, bagaimana cara ia me-manajemennya.
Pilihan. Ya, karena hidup memang pilihan. Mau ke arah yang baik atau buruk ? That's your choice.

Ketika melihat dia yang sudah bersama orang lain.
Kita ternyata masih tetap saja berinterkasi yang berlebihan bahkan sampai ke arah yang bisa membuat hubungannya dengan 'orang lain' itu menjadi tidak baik.
Inilah yang membuat hati kita bersikap salah. 
Memang perasaan cinta dan sayang itu tidak mudah untuk hilang. 'Rasa' tidak pernah bohong.
Tetapi bukankah 'salah' ketika kita masih saja berhubungan lebih dengan ia yang telah bersama orang lain.

Bukankah cinta sejati itu adalah melepaskan ?
Sebab semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya. 
Sulit. Tapi bukan berarti mustahil. Right ?

Ibarat seperti anak kecil yang menghanyutkan botol tertutup di lautan , dilepas dengan rasa suka-cita.

Tapi, terkadang kita masih saja protes dan bilang, 
Bagaimana mungkin kita bilang itu cinta sejati ? tetapi kita justru melepaskannya ?

Kawan, 
tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah kita pahami - para pecinta.
Sebagian besar, kita tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya, tidak bersedia.

Untuk aku, kamu atau siapapun yang sedang atau telah mengalami 'rasa' ini.

Yakinlah, 
Jika dia adalah cinta sejatimu, dia akan kembali dengan cara mengagumkan. 
Ada saja takdir hebat yang tercipta.
Jika dia tak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.

Kalau kita telisik kembali, kisah-kisah cinta didalam buku, dongeng-dongeng cinta atau hikayat tua, itu semua ada penulisnya.

Tapi kisah cinta kita, siapa penulisnya ? Allah.
Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. 
Masya Allah.

Yang menjadi penting dalam hal ini adalah terus ikhtiar, berdoa dan mempersiapkan yang terbaik, untuk dia, yang dimasa depan :)

-SA-
20-08-2015

Senin, 17 Agustus 2015

Tentang Aku dan Dia

Agustus 17, 2015 0 Comments

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran atau lebih muda.
Iini tentang yang menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan.
Yang memberi kedamaian hati, kenyamanan disisi dan kasih sayang tiada henti.
Tentang tertawa bersama., saling mensupport,  mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbalas tanpa berpikir ini pantas atau tidak.
Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang.
Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti mesti sulit.
Memahamimu apa adanya meskipun kamu cuma seadanya. Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus kamu perjuangkan.
Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang.
Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik.

Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum/imamnya. 
Membuatmu bangga menjadi ibu/ayah dari anak-anaknya :3

Ketika aku dan kamu, telah menjadi KITA
with love
-SA-

Maaf ^_^

Agustus 17, 2015 0 Comments

Suatu hari, kamu pasti mencari dia.
Dia yang kamu abaikan, padahal dia sangat memperdulikanmu.
Dia yang jauh dari kata sempurna, tapi berusaha menjadi sempurna untukmu.
Dia yang selalu menyisihkan waktu untukmu tanpa kamu menyisihkan waktu untuknya.
Dia yang selalu tersenyum, saat kamu menyakitinya.
Dia yang selalu mema’afkanmu, padahal kamu selalu mengulanginya.
Dia yang sangat mencintaimu, dan kamu menyia-nyiakannya.

Dan kamu, akan menyadarinya betapa berharganya dia, saat kamu kehilangannya.

Maaf,
-SA-

Sabtu, 08 Agustus 2015

Suplemen untuk kamu, sang Penghafal Qur’an

Agustus 08, 2015 0 Comments
      Jangan pernah kehilangan cita-cita…
Kita semua pernah punya mimpi.
Punya cita-cita.
Menjadi penghafal Qur'an.
Menjadi penjaga Al-Qur'an.
Menjadi Ahlul Qur'an.
Datang dengan agak malu-malu ke halaqoh karena ingin bisa. Tapi sungkan juga karena merasa belum bisa.
Ingin kayak mereka, menjadi hafizh Qur'an.
Lalu datang tiap pekan.
Membaca Al-Qur'an menjadi nikmat. Hati menjadi lapang. Dan mimpi pun mulai terjalin. Janji mulai tercipta…
Ingin menjadi penghafal Al-Qur'an. Ingin menjadi ahlul Qur'an.
Lalu waktu terus berjalan. Belajar menjadi keharusan. Jadwal rutin ditetapkan. Baca Al-Qur'an dirutinkan.
Meski kemudian mulai berlomba dengan kesibukan…
Kalau tidak bertahan, mimpi akan terkikis pelan-pelan. Lalu lama-lama pudar. Akhirnya menyerah oleh keadaan.
“Saya nggak bisa.”
“Saya nggak bakat.”
“Saya malu mau bergabung lagi…”
***
Duhai jiwa… Jangan kalah oleh semangat setan. Mereka membangun mimpi mereka di atas dendam dan kebencian. Tapi ribuan tahun mereka tetap bertahan…
Sementara kita membangun mimpi ini di atas pondasi cinta.
Cinta kepada Allah…
Cinta Rasululah…
Maka buktikanlah bahwa ia lebih kuat dan lebih kokoh…
Target akhirnya adalah surga. Perjalanannya adalah sepanjang usia. Tidak masalah belajarnya di sini atau di sana. Yang penting esensinya sama.
Yang harus kita sesali adalah ketika kita berhenti. Padahal maut adalah pasti. Dan surgaNya adalah kerinduan sejati…
Menghafal Qur'an bukan sekedar status sosial atau kegiatan pengisi waktu senggang.
Menghafal Qur'an adalah pekerjaan seorang Nabi.
Juga tugasnya Malaikat Jibril.
Menghafal Qur'an adalah tentang menjaga kalamullah. Ketika banyak orang meninggalkannya…
Menghafal Qur'an adalah meniti anak tangga setingkat demi setingkat, menuju tingkatan surga yang tertinggi. Di mana di ujungnya kita akan berkumpul bersama Rasulullah dan semua makhluk yang mulia.
Juga bertemu Dzat yang menciptakan langit bumi dan semua yang ada di antara keduanya…
Adakah pertemuan yang lebih indah selain pertemuan dengan Allah di surga tertinggi sembari membawa kalamNya di lisan dan hati kita?
***
Kelelahan adalah hal wajar dalam perjalanan. Istirahat sejenak. Lalu lanjutkan langkah.
Jangan berhenti, atau kita tidak akan sampai ke tempat tujuan…
Jangan pernah kehilangan cita-cita…
Atau hidup hanya sekadar menunggu mati…
Tetaplah semangat…
Dan senantiasa berdoa…
Semoga Allah meridhai kehidupan kita…
Abu Qawwam

#

Yusuf Mansur: Niat Jadi Hafizh Jangan Tanggung-tanggung

Seseorang pada saat hendak tidur malam Senin berniat puasa Senin. Namun saat terbangun menjelang Shubuh, ternyata dia sudah meninggal.
Apakah dia mendapatkan  pahala puasa Senin? “Dia tetap dapat pahala puasa Senin, walaupun dia tidak sempat melaksanakannya karena keburu meninggal dunia,” kata Ustadz Yusuf Mansur saat mengisi pengajian di Masjid Ar-Rahim Kompleks 165 Jakarta, pekan lalu.
Bagaimana dengan seseorang yang niat menghapal Surah Yasin yang jumlahnya 83 ayat, namun baru hapal lima ayat dia sudah keburu meninggal? “Insya Allah dia wafat dengan membawa pahala 83 ayat,” kata ustadz yang menggerakkan secara masif tahfizh Quran.
Kalau seseorang berniat menghapal 30 juz Alquran, tapi belum selesai 30 juz, ajal sudah menjemputnya, apakah dia mendapat pahala hapal 30 juz juga? “Yes! Dia berhak memperoleh pahala 30 juz, walaupun saat meninggal dunia dia baru hapal satu juz,” tutur Pimpinan Program Pembibitan Penghapal Alquran (PPPA).
Karena itulah, kata da’i kondang yang kental logat Betawinya itu, niat jadi hafizh Quran jangan tanggung-tanggung. “Mengapa cuma niat hapal Surah Yasin aja, atau Surah Al-Mulk aja, atau Surah Al-Waqiah aja? Niatkan aja sekalian jadi hafizh 30 juz,” papar Yusuf Mansur.
Yusuf Mansur lalu mengajarkan doa untuk menjadi penghapal Quran 30 juz sebagai berikut, “Saya (sebutkan nama) ingin hapal Quran 30 juz. Bantuin ya Allah, supaya kalau saya nanti menghadap-Mu di akhirat dan ditanya bekal apa yang saya bawa, saya bisa menjawab ‘bekal kalam-Mu’.”
Sumber : Republik.co.id

Rabu, 05 Agustus 2015

Kasih Waktu

Agustus 05, 2015 0 Comments
"Eh bukber SMA yuk."
"Bukber SMP yuk."
"Ketemuan yuk."

Heuu. Percakapan yang muncul ketika masa2 liburan kuliah atau karena moment2 tertentu. Khususnya untuk temen2 yang udah lama ga ketemu. Tapi, yaitu terkadang susaaah banget untuk ketemuan. 

"Maaf, gue udah acara x, y,z." 
"Maaf gue ada janji sama temen, dsb."

Ga pa2 sih. Wajar. Toh kita juga udah punya teman masing2. Tapi, bagaimana mungkin kita semua bisa ketemu, tanpa masing2 dari kita mengalokasikan waktunya. Sempatkanlah.

Dari situ, aku menyimpulkan. 

"Bagiku, hal yang paling luar biasa itu bukan lagi ketika kamu dikasih bunga, baju atau coklat, melainkan ketika kamu dikasih WAKTU atau kamu yang ngasih WAKTU."

"Ya, dikasih atau memberi waktu untuk/oleh orang-orang yang mungkin bisa dibilang supersibuk atau temen lama yang memang sangat jarang untuk ketemu - itu adalah Luar Biasa." #agak lebay yah ? Tapi ini serius loh hehe.

Sebab, gimana yah. Kalau rasa rindu itu udah merasuki. Heuh. Kepikiran mulu dah. Bahkan sampe kebawa mimpi. #inibarulebay

Bener sih, rindu itu hangat. Tapi, hanya saja jarak seringkali membuatnya terasa begitu jahat. hoho

So ?
Sudah seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk orang yang kita sayangi. Meskipun hanya sms berupa tanya kabar. Cukup sepertinya. Khususon kepada orang tua kita.

"Bukan ga ada waktu atau kesibukkan yang padat. Tapi lebih dari seberapa besar usaha kamu untuk menyempatkan waktu untuk dia."


Sabtu, 25 Juli 2015
Perjalanan menuju Bogor.

Sedikit moment ketika liburan singkat idul fitri 1436 H kemarin. 












Lauh Mahfuz - 04.08.2015

Agustus 05, 2015 0 Comments
Bismillah....

Takdir.
Mulai lah menerimanya dgn lapang hati.
Karena mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi.
Takdir tak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. Takdir bahkan basa-basi menyapa pun tidak. Tidak peduli. Tapi, kabar baiknya adalah karena kita tidak bisa mengendalikannya bukan berarti kita jadi makhluk tak berdaya. Kita tetep bisa mengendlikan diri sndiri bagaimana menyikapinya. Apakah bersedia menerimanya atau mendustakannya.

Aku meyakini bahwa takdir setiap makhluk-Nya, semua sudah tertuliskan 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan yaitu di Lauhul Mahfuz. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amru bin 'Ash) :

"Allah menulis takdir pada makhluk 50.000 tahun sebelum diciptakannya semua langit dan bumi." (HR. Muslim)

Dan tahukah kamu ?

"Benda pertama yang diciptakan oleh Allah adalah pena. 
Allah berfirman,'Tulislah! 
'Pena menjawab,'Apa yang aku tulis?
'Allah berfirman,'Tulislah takdir yang telah terjadi dan akan terjadi selamanya!'.
(H.R.at-Tirmidziy dan dinyatakan shahih oleh al-Albaniy)


 Hal ini juga telah Allah terangkan di dalam al-Qur'an. Allah berfirman,


"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kamami menciptakanya.Sesungguhnya Allah mengetahuinya apa saja yang ada dilangit dan dibumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh).Sesungguhya yang demikian itu amat mudah bagi Allah."(Q.S.al-Hajj:70)


Apa yand terjadi diseluruh alam dijadikan oleh Allah dengan iradah dan masyiah-Nya yang berporos pada rahmat dan hikmah-Nya. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki tersesat dengan hikmahNya. Semua itu dan semua takdir telah ditulis didalam Lauh Mahfuzh. Tidak ada seorang pun yang terlewatkan. Apa yang telah terjadi dan akan terjadi sampai hari kiamat. Dan saat kejadianya,semuanya persis seperti apa yang tertulis disana. Tidak sesuatu pun yang bergeser.Ini adalah bukti kesempurnaan ilmu,kuasa dan hikmah Allah.

Lantas, bagaimanakah sikap kita terhadap takdir-Nya ? Usaha seperti apa yang kita lakukan dalam rangka menjemput takdir-Nya ?


Hal ini sebagaimana yang terjadi pada zaman Amirul Mukminin 'Umar bin Khaththab. Ketika itu, Umar diberitau bahwa wabah kolera sedang mewabah di sana-di Syam. Maka,

'Umar memutuskan untuk kembali ke Madinah. Abu'ubaidah, bertanya,"Apakah kamu hendak lari dari takdir, wahai Amirul mukminin?"
'Umar menjawab,"Ya,lari dari takdir Allah kepada takdir Allah."


Dialog antara dua orang sahabat yang dijamin masuk surga diatas memberikan gambaran tetang pemahaman 'Umar bin Khaththab yang dalam mengenai posisi usaha seorang hamba terkait dengan takdir yang Allah tuliskan untuknya.

Takdir adalah rahasia Allah.Ilmu Allah yang ditulis di Lauh Mahfuzh, tetapi tidak ada seorang manusia yang mengetahui takdirnya sendiri atau takdir orang lain. Seandainya ada yg tau, lalu orang itu mengajak semua manusia untuk melawan takdir itu, maka usaha mereka itu akan sia-sia belaka. 

"Sekiranya seluruh makhluk berkumpul untuk membuat sesuatu yang telah ditulis oleh Allah Ta'ala bahwa sesuatu itu ada sehingga tidak ada, mereka tidak akan mampu melakukanya. Pena telah kering mengenai apa yang akan terjadi sampai hari kiamat."

Tetapi, sekali lagi, tidak ada manusia yang mengetahui takdirnya sendiri atau takdir orang lain.Jika ada yang mengaku tau sungguh, pengakuanya justru membuatnya keluar dari iman dan islam. Oleh karena itu Amirul Mukminin bermaksud  kembali ke Madinah sebagai sebentuk usaha untuk menghindari sesuatu yang tidak disukai.Jika wabah kolera ditakdirkan sampai kepada mereka, dimana pun mereka berada, pasti akan kena juga. Tetapi sebagai suatu usaha,menjahui daerah yang terjangkiti adalah tindakan yang benar; sebenar berdoa supaya keburukan yang telah menimpa atau dkhawatirkan akan menimpa dijauhkan dari diri.

Ya. LAUHUL MAHFUZ
Aku percaya, bahwa apa yang terjadi pada hari ini padaku adalah kehendak dan Takdir dari-Mu.
Inilah waktu yang terbaik dari-Nya. 


Segala puji bagi-Mu ya Allah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Allahuakbar. 
Hari ini - 4 Agustus 2015. Engkau menghendaki hamba untuk melaksanakan ujian akhir S1. 
Terima kasih ya Allah.

Semoga Engkau menghendaki agar hamba bisa menyelesaikan hingga akhir - hingga tiba waktunya untuk 'pulang'. 
Sebagai kado terindah untuk kedua orang tua ku, agama dan Indonesia. Insha Allah.

Jazakumullah khair atas doa dan dukungan dari rekan2 semua. Semoga Allah senantiasa menguatkan dan mengistiqomahkan hati kita dalam menjalani kehidupan ini. 




Temen2 yang setia menunggu saat aku Ujian. 

Muka ba'da sidang. Bolehlah yah senyum sedikit.  

Sefi Indria, SE - Semoga berkah ilmunya. 



4 Agustus 2015 : 13.45 WIB
Ba'da sidang yang kemudian langsung menuju Jakarta.
#STRONGgirl hhe



Terbaik Untukku, dari-Nya

Agustus 05, 2015 0 Comments

Bismillah....

Hari itu adalah hari dimana aku bisa merasakan kebersamaan dengan mereka. Sebelum pada akhirnya kami semua pisah untuk birul walidain ke kampung masing2 - Libur Idul Fitri.

"Menyempatkan waktu diatas kesibukan masing-masing untuk melepas kerinduan dan memohon doa restu untuk kelancaran dan keberkahan sidang/ujian S1 saya."

Empat hari sebelum waktu itu tiba. 2 Juli 2015. Ba'da subuh, tetiba suhu badan melejit tinggi.
Ya Rabb...ada apa ini ?
Waktu tersisa 2 hari lagi sebelum waktu ujian itu tiba. Namun kondisi kesehatan pun masih turun drastis. Ku pikir ini hanyalah penyakit biasa saja.

"Sef, yuk ke rumah sakit atau dokter ?", pinta temanku.
"Ga usah. Bentar lagi juga sembuh ko."

Teman2 pun berdatangan hadir ke kosan. Menanyakan ujian sidangku dan kabarku. Dengan masukan beberapa teman. Hingga akhirnya, aku pun memutuskan untuk berobat ke dokter.

Satu hari sebelum hari-H.
"Yakin sef mau ujian besok ?" tanya temanku
"Insha Allah iya." jawabku masih kekeh
"Yakin kuat ? Emang udah belajar ?"
"Belum terlalu maksimal sih. Tapi Insha Allah."

Malam sebelum hari H. Panas badan, radang tenggorokan, batuk yang begitu menohok masih juga belum baikan.

"Ya Allah, jika ini adalah takdir dari-Mu. Aku ikhlas." 

(terus ku perbanyak istighfar hinggaku terlelap)

4 Jam menuju ujian sidang.
"Sefi, yakin mau sidang ? Sidang itu kita harus banyak ngomong loh, sedangkan kamu, ngomong aja susah. Masih pusing juga kan ?"
"Bisa insha Allah." jawabku lirih

Tetapi setelah itu, ternyata aku pun ngga sanggup. Ngedrop sekali.

Dan pada akhrinya, aku pun memberikan info kepada dosen penguji, pembimbing dan teman2 semua.
Bahwa aku memutuskan untuk membatalkan ujian ini. Ya Rabb :)

Kecewa sedikit kecewa. Sebab, waktu ini adalah waktu yang sangat dinantikan. Setelah lelah berjuang dan sedikit melegakan sebelum saatnya untuk pulang ke rumah. Tapi, apa daya. Ikhlas dan pasrah. Inilah takdirnya. Dan aku meyakini bahwasanya :

Kekecewaan adalah cara Tuhan dalam berkata : 
"Aku punya sesuatu yang lebih baik untukmu"

Kemudian,,
Aku pun dibawa oleh teman2 ke Rumah Sakit Umum Daerah Bogor.
Dan saat itu adalah pertama kali aku untuk di Infus. Huh...

"Sef, gimana kalau langsung rawat inap aja ?"
"Ga usah, sefi besok pulang ke Lampung. Udah beli tiketnya juga ko." jawabku dengan membisikan temanku. Ketika itu berbicara pun sangat sakit tenggorokan ini.
Hampir sekitar 3 jam berada dirumah sakit. Karena harus menghabiskan infus dulu.

Ke esokan harinya.
Barang-barang ku untuk pulang sudah disiapkan oleh teman2ku.
Masih dalam pertanyaan yang sama.
"Sefi, yakin mau pulang ? Kan masih pusing. Nanti dikapal gimana ? Kalau kenapa2 gimana ? ke Rumah sakit aja yuk ? " Perhatian yang tulus dari temen2 satu kosan. Ya, aku bisa merasakannya.
"Ga usah. Sefi dirawat di Lampung aja nanti." jawabku yang masih saja teguh, bahwa aku tidak apa2.

Hingga akhirnya,
Hati ini pun luluh ketika Ibuku menelpon untuk aku agar mau ke rumah sakit.

"Ya, hati siapa yang ga luluh untuk bisa mentaatinya dengan percakapan yang membuatnya menangis."
"Iya ibu." jawabku dengan yakin. Kalau ini memang sudah saatnya menurunkan egoku.
"Ya udah, dirawat ya mba. Nanti ibu dan ayah ke Bogor. Jemput mba." 


7 Juli 2015.
Aku pun dirawat di Rumah Sakit Medika Dramga-Bogor.Ternyata terdiagnosa penyakit campak. Hal ini yang dibuktikan dengan tanda bintik2 merah yang sudah menyebar kemana-mana. Radang tenggorokan yang menyebabkan batuk begitu hebat dan demam tinggi yang tak kunjung turun.

Doa yang terus terucapkan oleh teman2, adik kelas dan kakak kelas tak henti2nya, agar aku bisa lekas sembuh. Kunjungan ke rumah sakit untuk menjengukku.

Bahkan ada seorang temanku. Saat itu menyempatkan hadir sebentar sebelum ia harus terbang pulang ke Padang. Sendirian. Masya Allah.#terharu heuu

"Aku menyadari bahwasanya ketika kita sakit ataupun terpuruk. Mereka yang berdoa untuk kita, menjenguk kita, perhatian dengan kita. Itu semua menunjukkan betapa besar rasa sayang mereka kepada kita." Terima Kasih ya Allah.

-the end-
#
Dan ternyata tahukah kawan ? 
Bahwa cerita ini sebelumnya pernah ku tuliskan dibuku diary ku. Entah pikiran itu terbayang dari mana. Dan kini cerita itu menjadi nyata. Wallahu'alam

Semoga ini menjadi yang terakhir & semoga kita semua bisa menjaga amanah sehat yang Dia titipkan . 

Jazakumullah khair katshir atas doa dan perhatian teman2 semua khususnya untuk Ayah dan Ibu :))
Maaf ya. Ini nih rasa kangennya lebay banget. Sampe2 harus jatuh sakit dulu he #carialasan


Bandar Lampung (rumah), 19 Juli 2015 
Yang telah sembuh dari nikmat sakit dari-Nya :)