Minggu, 25 Agustus 2013

#MotivasiMenghafal

Agustus 25, 2013 0 Comments
Kita hafal banget al Fatihah karena tak terhitung lagi berapa kali kita mengulanginya. 
Sudahkah hafalanmu diulang sbnyk alFatihah?” #MotivasiMenghafal

“Kalau baru saja mngulang hfln alQuran bbrp kali, gak pantas mengeluh. Apalagi mnyalahkan ‘ini ayatnya susah bgt’.” #MotivasiMenghafal

“Katakan pada surat hafalanmu, ‘saya siap mengulangmu sbnyk seringnya sy mngulang alFatihah.” -\ #MotivasiMenghafal

“Bercita-citalah memiliki hafalan alQuran selancar kita melafalkan alFatihah.” #MotivasiMenghafal

“‘janganlah mati kecuali dlm keadaan muslim’. Katakanlah, ‘Tdk ingin mati kecuali dlm keadaan mnghafal alQuran.” #MotivasiMenghafal

“Menghafal alQuran itu harus INTENSIF dan SEPANJANG HIDUP.” #MotivasiMenghafal

“Rasa jenuh bermula dari tak ada kesadaran iman & ibadah. Hati yg bersih takkan merasakn jenuh pd alQuran.”  #MotivasiMenghafal

“Saat mnghafal akan bnyk cobaan. Seakan ditanya, ‘serius kamu ingin mnghafl alQuran?’ Agar diktahui siapa yg SERIUS.” #MotivasiMenghafal

“DOA INTENSIF. ‘Jk hny andalkan kmmpuan diri, sy ini tdk mmpu mnghafal ya Allah. Maka sy tawakkal pdMu mohon prtolongn.” #MotivasiMenghafal

“Berdoa pula dg TERUS MENERUS & dilakukan dg cara2 & di waktu2 mustajab. Ini hajat besar, sngat prlu prtolongan Allah.” #MotivasiMenghafal

Sabtu, 24 Agustus 2013

Di Balik Sebuah Nama

Agustus 24, 2013 0 Comments

Carilah makna dalam kata-kata ini
Nafas manisku adalah sergapanNya
Karena nama-nama identik
dengan yang diberi nama
Adam melihat hakikat lewat nama-nama
(J. Rumi)
Nama anak sekarang bagus-bagus dan indah. Saya suka mencermati nama-nama anak para mantan aktivis dakwah kampus. Mereka kebanyakan memberi nama-nama anaknya yang diambil dari bahasa Arab. Artinya sungguh bermakna. Misalnya Azzam (kebulatan tekad), Azmi (keteguhan hati), Faiz (menang) atau Zahra (bunga), Alia (tinggi), Hasna (cantik), Huwaida (yang lemah lembut) dan sebagainya.
Saya yakin, mereka memberi nama anaknya tentunya juga punya harap. Agar anaknya mempunyai sifat atau seperti makna yang terkandung dibalik arti nama-nama itu. Ini merupakan sebuah awalan yang bagus untuk pembelajaran. Artinya, ketika mereka (anak-anak itu) berbuat yang tidak baik, mereka akan dibenturkan dengan hakikat nama yang dimilikinya. Dengan demikian akan merasa malu ketika seorang anak melakukan perbuatan yang tidak baik, atau tidak pantas dilakukan.
Tapi ini belumlah cukup.
Justru, yang terpenting adalah mengikutinya dengan pendidikan yang cukup untuk anak-anak itu. Agar kelak di kemudian hari, seorang anak tidak akan terjerumus melakukan berbagai tindakan menyimpang yang digariskan oleh Islam. Akan sangat disayangkan ketika mempunyai nama Muhammad misalnya, dia justru terlibat krimimalitas tingkat tinggi, tukang mabuk-mabukan atau pengguna obat-obatan terlarang. Dengan demikian, sama sekali tak mencerminkan nama mulia yang disematkannya.
Di balik nama adalah doa.
Ya, ketika kita memberikan nama, harapannya memang begitu. Kita berdoa agar Tuhan, Allah SWT bisa memberikan anugerah atas sifat-sifat yang disematkan pada nama-nama itu. Tapi sekali lagi, seperti yang telah saya singgung di atas, hal itu belum cukup. Allah SWT tentunya akan memberikan anugerah sesuai dengan usaha dan persangkaan hambanya. Nah, usaha tetap harus dilakukan dengan mendidik anak. Tak terkecuali bagi seorang ibu yang misalnya wanita karir sekalipun. Usaha mendidik anak, memberi perhatian, curahan kasih sayang tetap harus dilakukan. Karena memang inilah tugas seorang ibu yang akan berdampak buruk kalau ditinggalkan.
Nah, sekarang saatnya kita bercermin dengan rahasia di balik nama kita.
Setelah kita membicarakan nama-nama anak zaman sekarang. Kinilah saatnya kita sesekali merenungi nama kita sendiri. Apa arti nama kita, kalau belum tahu, cobalah tanyakan ke orang tua kita, atau carilah sampai ketemu tentang arti nama kita. Kalau sudah, bercerminlah, apakah perilaku kita, sifat kita itu sudah sesuai dengan kekuatan makna atas nama kita.
Kalau sudah, bersyukurlah dan melakukan proses lebih baik dan lebih baik lagi tetap harus dilakukan. Kalaupun belum, yah, tak ada kata lain selain kita memperbaiki diri. Mencoba menemukan jalan baru agar kita bisa menuju proses yang lebih baik dalam bimbingan agama kita. Memang demikianlah yang seharusnya dilakukan. Karena hidup adalah sebuah proses yang tiada henti. Proses menuju perbaikan atas diri agar sesuai dengan yang digariskanNya.
Selain itu, yang juga sering kali terjadi. Kita kadang tak sadar memberi julukan atau memanggil nama teman kita dengan sebutan yang tak mengenakkan, misalnya Bolot, Panjul, Si Gendut (Botol), kriting, item dsb. Kalau kita sering melakukan itu, cobalah rasakan apabila orang lain juga melakukan hal yang sama kepada kita. Tentu sakit hati bukan. Untuk itu, karena nama adalah doa. Kita panggil dan sebut saja nama-nama yang baik. Agar, mewujud pribadi-pribadi yang baik juga. Karena pribadi yang baik adalah kunci dari peradabann yang unggul. Semoga. (yon’s revolta)

MENULIS ESAI YANG JITU

Agustus 24, 2013 0 Comments


Kemarin ada mahasiswi undergraduate (asal Indonesia) yang main ke ruang kerjaku di kampus. Yang bersangkutan sebenarnya ingin diskusi tentang substansi penugasan yang sedang dikerjakannya yang harus dikumpulkan beberapa hari lagi. Setelah ngobrol beberapa saat, ternyata yang jadi kebingungannya bukan hanya soal substansi, namun juga tentang bagaimana menuliskannya.
Teringat belasan tahun yang lalu saat menerima hasil feedback dan nilai pertama penugasan esai ketika sekolah di gelar graduate diploma dulu. Menangis darah. Sedih banget! Merasa sudah banyak membaca bacaan referensi, menulis berhari-hari, bongkar pasang dan mengumpulkannya tepat waktu, kok masih dinilai ‘rendah’. Menangis darah karena nilainya lebih rendah dari batas minimal rata-rata untuk dapat lanjut ke gelar master tahun depan.
Kalau sudah merasa bersusah payah nilainya hanya segitu, bagaimana akan berlanjut sampai tahun depan atau bahkan ke gelar master?
Untung saat itu di school ada academic advisor yang membantu mahasiswa, terutama mahasiswa internasional dalam menghadapi hal-hal semacam ini. Aku langsung membuat janji untuk berkonsultasi dan diberilah aku beberapa wejangan yang aku sampaikan ke mahasiswi cantik yang main ke ruang kerjaku itu.
Sekarang kutuliskan supaya yang lain juga bisa mengambil manfaatnya. :)
Ketika mendapat tugas menulis esai
Bacalah pertanyaan/penugasannya dengan teliti. Jika belum paham dengan pertanyaannya lakukan pencarian di internet dengan beberapa kata kunci yang relevan. Baca bacaan yang dirujuk internet sebagaibackground knowledge. Bacaan awal ini tidak perlu terlalu banyak, hanya sekedar memberikan gambaran kasar tentang pertanyaan/penugasan.
Kembali baca penugasan dengan teliti. Apakah sudah paham dengan pertanyaan/penugasannya? Jika sudah paham, apakah sudah bisa menjawabnya? Jika belum, cari bahan bacaan yang relevan dengan pilihan kata kunci yang lebih spesifik. Batasi pada rujukan ilmiah dan jangan terlalu banyak, misal hanya lima artikel saja. Web of knowledge merupakan mesin pencari tulisan ilmiah yang layak digunakan pada tahap ini. Dari lima artikel bacaan sekarang coba jawab pertanyaan/ penugasan dalam satu kalimat.
Mulai menulis esai
Jawaban dalam bentuk satu kalimat yang sudah dipilih ini merupakan point penting yang akan kita kembangkan dalam menulis esai. Kalimat inilah yang harus kita jelaskan, kita beri contoh, dan kita kaitkan kembali ke pertanyaan/penugasan penulisan esai kita. Bahasa kerennya: PEEL (Point; Explain; Examples; and Link back).
Ketika menulis bagian pendahuluan, kita akan mengenalkan kepada para pembaca (yang bisa jadi tutor atau dosen kita) konteks tulisan kita, mengapa dan apa tujuan tulisan ini dibuat. Selain itu jika memang diperlukan, perlu dijelaskan batasan yang akan dibahas dalam esai ini dan apa yang tidak, sehingga pembaca tidak berekspetasi berlebihan atau terkaget-kaget ketika membaca bagian badan tulisan. Di bagian akhir pendahuluan kita perlu menjelaskan bagaimana struktur tulisan kita ini akan disajikan.
Bagian pendahuluan dimaksudkan untuk menghantar pembaca tentang tulisan yang kita buat. Seringkali dalam proses menulis badan tulisan ada perkembangan yang belum kita sampaikan di bagian pendahuluan. Ada baiknya bagian pendahuluan ini dicek kembali ketika badan tulisan sudah selesai ditulis. Jika memang ada yang belum dijelaskan secara umum di bagian pendahuluan, maka perlu ditambahkan. Perlu diingat bahwa bagian pendahuluan ini hanya sebagai penghantar, tidak diperlukan penjelasan yang terlalu detil. Penjelasan yang lebih detil ada di bagian badan tulisan.
Badan tulisan
Ada baiknya tulisan kita di’bagi’ dalam sub-sub judul. Selain memudahkan kita dalam mengembangkan tulisan juga akan memandu pembaca. Sub-sub judul ini sebaiknya direncanakan sejak awal sebagai kerangka tulisan kita. Sebagai pelengkap kerangka kita bisa mengembangkannya dengan membuat ringkasan apa saja yang akan kita tuliskan di masing-masing sub judul dalam badan tulisan. Hal ini akan sangat membantu kita untuk memprediksi berapa kata yang akan kita ‘habiskan’ dalam badan tulisan.
Biasanya dalam penugasan terdapat batasan maksimum jumlah kata yang bisa kita gunakan untuk menjawab pertanyaan/penugasan esai. Patuhi batasan ini, jangan terlalu kurang dan jangan berlebihan. Jika kita menulis terlalu sedikit, penilai akan menganggap kita malas dan jika kita menulis terlalu banyak melebihi batasan kata yang ditugaskan, penilai akan menganggap kita tidak disiplin. Keduanya hanya akan menghasilkan nilai yang tidak optimal.
Kerangka tulisan yang berupa sub-sub judul dan ringkasan isi akan membantu kita dalam mencari bacaan pendukung yang akan kita gunakan sebagai rujukan. Misalkan sub-sub judul kita merupakan point-pointjawaban kita atas pertanyaan/penugasan, dalam isi sub judul tersebut kita perlu menjelaskan maksud/detil atas point/jawaban kita dan ditambah dengan contoh-contoh. Bahan bacaan rujukan berfungsi sebagai penguat point kita juga contoh-contoh yang relevan. Setiap akan menutup satu sub-judul selalu ingat untuk mengkaitkan kembali tulisan kita ke pertanyaan/penugasan (link back).
Pada badan tulisan ini kita harus secara kuat membedakan mana posisi/jawaban/argumen kita dan mana bagian yang merupakan pendukung. Seringkali yang kutuliskan masih berupa jajaran pendapat dari tulisan rujukan yang kupakai dan bahkan kadang belum menunjukkan apa jawaban kita atas pertanyaan/penugasan. Hal ini mengakibatkan tulisanku ‘sekedar’ narasi, belum menunjukkan hasil pemikiran/analisisku. Mungkin buku ini bisa dijadikan contoh bagaimana menulisakan posisi kita dan membedakannya dari penulis pendukung argumen.
Kesimpulan
Bagian kesimpulan harus kembali menegaskan apa jawaban kita atas penugasan/pertanyaan yang harus dijawab dalam bentuk esai ini. Jika di bagian pendahuluan kita telah menuliskan apa yang akan dijawab/dianalisis, maka di bagian kesimpulan jawaban kita atas penugasan perlu ditegaskan kembali. Perlu dicek berulang-ulang selama proses penulisan apakah yang diperkenalkan di bagian pendahuluan (Point) sudah cukup dijelaskan di bagian badan tulisan (Explain dan Examples), dan ditegaskan dalam kesimpulan (Link back). Hal ini perlu untuk menjaga bahwa esai yang kita buat dapat melaju lancar dan jitu menjawab pertanyaan!
Selamat menulis esai! :)

Selasa, 20 Agustus 2013

20 Agustus 2013

Agustus 20, 2013 0 Comments
Ku melihat di kalender agenda ku, ada agenda apa ya besok ? Hm..lumayan padat, sampai malam.
Subhanallah, baru 3 hari di Bogor sudah banyak aja agenda menanti.

Keesokan paginya, ku hadapi hari ini dengan penuh semangat. Semangat untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya, pasca liburan. Ketika, saat sedang menunggu untuk memulai rapat. Ku lihat sebentar aplikasi di hp androidku, What's Up. Ku baca satu persatu notif yang masuk. Salah satunya adalah berita duka. Memberitahukan kalau adik tingkat saya mengalami kecelakaan motor. Innalillahi wa innailahirojiun. Setelah agenda dikampus, saya bergegas untuk menjenguknya di rumah sakit. Ternyata lukanya cukup parah, sampai-sampai bagian belakang badannya harus dijahit dan kepalanya harus dibedah, karena ada penggumpalan darah disana. "Ya Allah...Kuatkanlah Ia. Ayo dek, berjuang. Pasti bisa !!", bicaraku dalam hati.

Lalu, apa hikmah dibalik itu semua ? Yang pasti, harus hati-hati kalau membawa motor. Ditabrak atau ga menabrak, Sama-sama memiliki peluang bisa terjadi. Itu saja ? Tentu tidak. Kalau menurut pendapat saya,
1. Kita memang ga pernah tau akan terjadi apa hari esok,kemudian dan selanjutnya yang terjadi di dalam hidup kita. Hanya Allah la yang Maha Tahu. Sedangkan kita hanya bisa menjalani dan pasrah, jika Ia telah berkehendak. Semua datang tiba-tiba dan tanpa disangka. Begitu mengejutkan. Lantas, Apa yang harus kita lakukan ? Kita hanya bisa menyiapkan amal yang sebaik-baiknya sebagai bekal di akhirat. Mau ga mau kita harus siap kapanpun dan dimanapun. Minimal, memulai setiap aktivitas dengan berdoa. Agar kita selalu berada di dalam penjagaan-Nya.
2. Setelah mendengar kalau ia kecelakaan motor. Hatiku makin pesimis. Awalnya saya pingin banget belajar motor saat liburan kemarin. Namun, karena belum ada waktu jadi belum belajar. Ayah berkata," Buat apa mba belajar motor ? Udah nanti-nanti aja." Hm...sedikit kecewa sih. Tapi, ya ga sampai disitu semangat saya. Ku pikir-pikir lagi. Saya ingin mengambil hikmah, dibalik ayah belum mengizinkan saya untuk belajar motor.Hm apa ya ? Mencoba menelisik dalam pikiran. Oke..
a.mumgkin ayah ga mau kali ya.kalau anak perempuannya bisa motor, terus dia bisa jalan-jalan sesuka dia. Anak perempuan kan seharusnya dirumah.
b. Mungkin ayah juga khawatir. Takut sesuatu terjadi pada saya. Apalagi saya kan kuliah di luar. Jadi,nanti ga da yang memantau kalau saya bawa motor.
Ya itulah beberapa kemungkinan yg ada. Mencoba terus untuk terus berhusnudzon.
3. Membuat khawatir orang tua. Apalagi kalau orang tuannya, menghidap penyakit darah tinggi atau jantungan. Wah, pasti gawat tuh kalau tiba-tiba mendengar berita buruk yang menimpa anaknya yang jauh disana. Satu hal yang membuat saya merasa takut untuk mengungkapkannya. Jika suatu saat hal itu terjadi pada saya.  Naudzhbillahminzalik. Saya sangat takut untuk menginfokan orang tua dirumah. Apalagi keadaanya, saya jauh dari mereka. Tentu itu membuat mereka panik, khawatir dan takut berpikiran engga2 juga.
4. Kekeluargaan
5.Saya percaya bahwa hal apapun yang menimpa kita baik itu kebahagian dan kesedihan, mungkin itu adalah hal yang terbaik dari-Nya. Harus kita syukuri juga. Memberkian kebahagian, agar Ia ingin kita selalu mengingat-Nya. Tidak lengah. Sedangkan kesedihan, adalah hal yang semata2 untuk menguji kita, bila kita lolos dari ujian itu, menunjukkan bahwa kita siap untuk ke tahap selanjutnya. "Allah tidak akan menguji hambanya, diluar batas kemampuannya." Iti berarti, Allah memberikan rasa kesedihan itu karena kita mampu menjalaninya. Hal itu juga terjadi, berharap agar bisa menjadi penggugur dosa-dosa kita sebelumnya. Dan yang paling penting adalah Karena Allah begitu sayang kepda kita. Ayo mantapkan dalam hati agar kita selalu berhusnudzon kepada-Nya.

Bogor,20.08.2013
@sefiindria

#AyoTutupAurat

Agustus 20, 2013 0 Comments
"We care,We share, Let's cover the aurat :')"
"Hijabmu takkan pernah halangi aktivitasmu."
"Hijab has been made obligatory on us by Allah Swt."
"Hijab tidak menutupi kecantikan tetapi melindungi kecantikan."
"Yes,you're beautiful and special and hijab makes you more beautiful and special."
"Karena menggunakan hijab adalah kewajiban, bukan sebuah pilihan atau menanti kesiapan."

Mengantri

Agustus 20, 2013 0 Comments
Seorang guru di Australia pernah berkata
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabannya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran  mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?
Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.
Mari kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik...!
Semoga Bermanfaat...

Berbagi Ilmu

Agustus 20, 2013 0 Comments
Rasulullah SAW brsabda " sampaikan dariku walaupun cuma satu ayat"


5 perkara orang Islam patut tahu berkenaan dengan kesehatan.

Al-Quran ada mengajar kita menjaga kesehatan dengan membuat amalan seperti berikut :


1. Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari naik.
Air sejuk yang meresap ke dalam badan bisa mengurangkan lemak yg terkumpul. Kita bisa lihat orang yg mengamal mandi pagi kebanyakan badan nya tidak gemuk.


2. Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi.
Mujarabnya, Insya Allah jauh dari penyakit (susah kena penyakit).


3. Waktu sholat Subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit selepas membaca doa).
Ia bisa mengelak dari sakit pening atau migrain.
Ini terbukti oleh para saintis yg membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud.
Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.


4. Dalam kitab juga ada melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama ayam. Dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit.
Ini terbukti oleh saintis yang menemukan dimana dalam badan ayam mengandungi ion + ve, manakala dalam ikan mengandung ion-ve, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi tindak balas biokimia yang terhasil yg bisa merusak USUS kita.
Orang yahudi suka memakan ikan tanpa bercampur dengan makanan bercampur ayam.


5. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan kanan dan bila habis hendaklah menjilat jari.
Begitu juga ahli sains telah menemukan bahwa ENZYME banyak terkandung di celah jari, yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air liur. (Enzyme sejenis alat percerna makanan, tanpanya makanan tidak terurai).

Meyegerakan Berbuka

Agustus 20, 2013 0 Comments

Bismillah..
"Manusia senantiasa berada diatas kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa" (HR. Bukhari muslim)

Jika waktu buka puasa sudah masuk. Hendaklah kita segera berbuka agar kita mendapatkan kebaikan sebagaimana yg disebutkan dlm hadist diatas.

Mari kita amalakan, Semoga Allah menerima puasa dan seluruh amal ibadah kita. Aamiin

#RamadhanCeria

Sabtu, 17 Agustus 2013

17 Agustus 2013

Agustus 17, 2013 0 Comments
Bismillahirrohmanirrohim
"Satu nikmat dan karunia pagi ini, yaitu Allah masih membangunkanku dari mati sejenak (tidur). Allah masih memberikanku kesempatan hidup dan menikmati sejuknya udara.". Alhamdulillah..
Pagi ini begitu cerah. Matahari bersinar menerangi Bumi Indonesia. Ia tersenyum kembali. Semangat yang luar biasa, yang selalu setia menerangi bumi ini. Para penghuni bumi pun bersemangat untuk menjalankan aktivitasnya. Seperti semangat para pejuang pasukan pengibar bendera (paskibra). Ya, hari ini adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Itu tandanya akan ada upacara bendera, sebagai tanda untuk memperingatinya. Sudah 68 tahun (1945-2013) Bangsaku ini merdeka. Merdeka ? Iya. Bebas dari penjajahan.
Ketika di SMA saya menjadi seorang paskibra di sekolah selama 3 tahun. Butuh proses yang panjang untuk bisa menjadi seperti sekarang, disiplin,tangguh,bertanggungjawab, saling mengasihi, berbagi dan memiliki kepribadian yang baik. Hari ini genap 2 tahun saya telah resmi menjadi alumni paskibra. Tahun kemarin, saya tidak sempat melihat 17an di sekolah karena saat itu saya ada agenda penting di kampus, kepanitian besar Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru seperti semacam ospek. Sedangkan tahun sekarang, 17 Agustus 2013. Saya mencoba menyempatkan hadir 17an. Melihat adik-adik untuk mengibarkan bendera disekolah. Dimana, butuh latihan yang ekstra agar saat pengibaran mencapai yang maksimal.
Dengan segenap rasa rindu akan suasana itu. (lebay ya).Pagi ini, ku hadir di SMA. Tepat sekali, saat saya datang adik-adik akan mengibarkan bendera Merah Putih. Merasa deg-deg an saat pengibaran itu adalah hal yang biasa. Gimana ga deg-deg an, saat kami berjalan suasana sangat hening. Hanya langkah kaki kami yang terdengar. Disitulah kita semua bisa merasakan hasil jerih payah selama ini. Dan yang paling buat kami lega adalah ketika bendera telah dibentangkan. Karena kami khawatir jika bendera itu terbalik. Astagfirulloh.. Alhamdulillah hal ini ga pernah terjadi.
Paskibra, menurutku adalah salah satu ekstrakurikuler yang cukup bergengsi dan terkenal di sekolah. Karena kenapa ? Orang yang ada didalamnya adalah orang-orang yang tangguh. Tidak hanya berpenampilan rapi dan disiplin. Banyak juga dari mereka adalah pentolan2 kelas, maksudnya memiliki prestasi di kelas maupun di luar.
Setelah pengibaran, seperti biasa kami bersalaman dan dengan pembina,guru-guru dan kepala sekolah. Dilanjutkan dengan foto2. Mulai deh narsisnya hehe. Kemudian, kepala sekolah dan pembina memberika sedikit tausyiah atau motivasi kepada kami. Ada yang saya kutip saat kepala sekolah memberikan motivasi. Beliau berkata, " Kalian di paskibra memang ga sama tinggi, ada yang pendek, sedang dan tinggi. Namun, jiwa dan semangat harus sama rata bahkan harus lebih." (sedikit modifikasi).
Hal yang berbeda 17an kali ini yaitu, kami melakukan lomba2 tradisional. Apa saja ? mau tau aja ? atau mau tau banget ? hehe Lebay. Ya, antara lain Lomba Kelereng, Bakiak,Makan kerupuk, cepat2 menghabiskan makanan (pisang,kerupuk, biskuit, keripik singkong dan teh pahit),balap karung, dan tarik tongkat, loh ?!, iya, berhubung tali tambangnya ga ada jadi kita pakai tongkat pun jadi. Semakin seruu..hehe
Ada kebahagian dan rasa syukur disana.
1. Bahagia dan bersyukur karena bisa menikmati lomba2 tradisional lagi. Karena, mungkin lomba2 seperti itu sudah jarang dilakukan. Apalagi zaman sudah modern gini. Mungkin hanya beberapa daerah yg melakukan. Tapi, salut untuk daerah2 yg masih mempertahankannya. Karena kenapa ?Menurutku, disana terlihat sekali kesederhanaanya.
2. Bahagia dan bersyukur karena di hari terakhirku berada di Lampung, bisa bertemu dengan adik2 dan kakak paskibra. Mencoba mengumpulkan semangat kembali. Bersama mereka kami mengukir sejarah.
3. Bahagia dan bersyukur karena moment seperti ini sangat jarang dilakukan, Silaturahim sekali setahun. Ya, mengingat kesibukan masing2 dan para alumni ada yang kuliah menyebar di Indonesia. Saat 17an lah, waktu yang paling tepat untuk berkumpul bersama dari berbagai angkatan paskibra.
4. Bahagia dan bersyukur karena bisa mengenal dan masuk di organisasi ini. Organisasi yg begitu terasa kebersamaan dan kekeluargaannya. Membentuk kepribadian dan yang baik.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15. Kami pun bergegas untuk pulang. Yah, waktu berarti udah ga lama lagi dong. Tinggal beberapa  jam agi. Oke..Cukup sampai disini ya ceritanya.
Dirgahayu Indonesia ke -68.
Salam Cinta tuk Paskibra SMA Negeri 7 Bandar Lampung, Semoga jaya selalu.
17.08.2013,04.50 WI B,@kapal,perjalanan menuju ke Bogor

Selasa, 13 Agustus 2013

#9

Agustus 13, 2013 0 Comments

Berfikirlah tentang awan
bukankah manusia sudah terlalu terbiasa dengan awan
hingga kadang mereka tidak menyadari keberadaannya
bahkan enggan untuk sekedar memandangnya

Lihatlah matahari
kehidupan planet ini
yang setiap hari menerangi belahan bumi
memancarkan cahaya dan kehidupan inti
sudah terlalu biasa untuk sekedar diperhatikan
bahkan untuk sekedar disadari

Bukankah manusia sudah terlalu terbiasa dengan begitu banyak kenikmatan di dunia ini
hingga mereka lupa untuk sekedar
memandangnya…
memikirkannya…
mensyukurinya…

Lalu pikirkan Tuhan
nikmat yang terlampau banyak membuat manusia terbiasa dengannya
hingga mereka lupa menyadarinya

Nikmat kehidupan dari hari ke hari membuat manusia terlalu terbiasa dengannya
hingga mereka lupa untuk menyadarinya

Nikmat sehat baru disadari saat sekarat
Nikmat harta baru terasa saat tidak punya apa-apa
dan keluarga tercinta hanyalah hiasan hidup semata

apalagi yang dilupakan?
menghitungnya akan membuatmu terbunuhmu secara perlahan…
dikutip dari "anang nurcahyo"

10 Karakter Ibu dan Wanita Sholehah

Agustus 13, 2013 0 Comments


Muslimah shalihah yang berakhlak mulia memiliki beberapa karakteristik yang indah, diantaranya adalah

1. Bertakwa Kepada ALLAH SWT dan bisa menjaga dirinya, anak-anaknya, serta harta suaminya. 
2. Ia memiliki sifat sabar. Ia bersikap tabah dalam menghadapi berbagai persoalan. Bahkan ia pandai menghibur suaminya yang sedang di rundung masalah.  
3. Senantiasa menjaga shalat 5 waktu. 
4. Menjaga auratnya dengan baik. 
5. Taat kepada suaminya, menghormatinya, mencintainya, menyayanginya. Selalu menampakkan wajah yang menyenangkannya. 
6. bisa mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Sebab mereka lebih dekat kepada anak-anak daripada suami yang lebih banyak keluar untuk bekerja. 
7. Mampu menasehati suami yang sedang lalai dari ibadah dengan cara yang santun dan bijak. 
8. Memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia tak mudah terpengaruh gaya hidup non islami yang sekarang ini gencar di budayakan oleh media massa. 
9. Ia mampu menjaga penglihatannya dan kehormatannya. 
10. Bersikap wara’. Ia tak mau mengkonsumsi makanan-makanan yang haram ataupun yang syubhat. 

Rasulullah SAW dalam sabdanya,
“Dunia seluruhnya adalah perhiasan, dan perhiasan yang terindah adalah wanita yang shalihah.”

#YukMenjadiShalihah

#8

Agustus 13, 2013 0 Comments

Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesykuran... Rangkullah dakwah sebagai cinta, dekaplah dengan pengorbanan, hangatkan dengan ukhuwah, sirami dengan air mata malammu, hiasi harinya dengan taqwa, sempurnakan wujudnya dengan akhlak mulia, jadikan di hatimu sebagai pelita... Untuk saudara-saudaraku yang tak pernah lelah berjuang. Teruslah berjuang dan berkarya... Innallaha ma'anaa... Dan jikalau pengorbanan ini yang akan mengantarkan kita ke syurga, 

mengapa kita harus ragu???

#Muhasabah

#7

Agustus 13, 2013 0 Comments

Jangan memuji kecantikan pelangi Tapi pujilah Allah Yang menciptakan Langit & Bumi

Jangan percaya Dengan kata-kata bijakku Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar

Jangan masukkan namaku di hatimu Tapi masukkan nama Allah Hingga hatimu tenang

Jangan sedih jika cintamu di dustakan Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah 
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair Tapi mintalah kepada Allah yg memiliki cinta yg kekal dan sejati

Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras Hingga lupa akan rahmatMU..

10 Faktor Penyebab Tidak Terkabulnya Doa

Agustus 13, 2013 0 Comments

Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham RAH melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:

Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.

Ke-dua, kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.

Ke-tiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.

Ke-empat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.

Ke-lima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.

Ke-enam, kalian katakan bahwa sugra itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.

Ke-tujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.

Ke-delapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.

Ke-sembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.

Ke-sepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94)

Jawaban seorang anak kecil kepada guru yang melarangnya memakai jilbab

Agustus 13, 2013 0 Comments

Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya.
Anak: “Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.”
Ibu: “Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.”

Anak: “Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.”
Ibu: “Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng¬hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?”

Anak: “Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.”

Ibu: “Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.”
Pada hari berikutnya, gadis kecil itu pergi dengan mengenakan baju yang panjang. Tatkala ibu guru melihatnya, ia langsung mencela dan memarahinya dengan keras. Gadis kecil itu tidak mampu memikul amarah tersebut, ditambah lagi oleh pandangan teman-teman perempuannya yang mengarah kepadanya.
Tidak ada yang ia lakukan selain berteriak menangis. Kemudian, gadis kecil itu mengeluarkan kata-kata yang besar maknanya meski sedikit jumlahnya, “Demi Allah, saya tidak tahu siapa yang akan saya taati, anda ataukah Dia?”
Ibu guru itu pun bertanya, “Siapakah Dia itu?”

Anak itu menjawab, “Allah. Apakah saya harus taat kepada anda, sehingga saya mesti memakai pakaian seperti yang engkau kehendaki, tetapi saya berbuat maksiat kepada-Nya. Ataukah saya mentaati-Nya dan tidak mentaati engkau? Ah, biarlah saya akan mentaati-Nya saja, dan apa yang terjadi terjadilah.”
Aduhai, betapa agungnya kalimat yang keluar dari mulut si kecil itu. Sebuah kalimat yang menampakkan wald (ketaatan) yang mutlak kepada Allah. Gadis kecil itu bertekad untuk berpegang kuat dan taat ke¬pada perintah Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa Akan tetapi.apakah bu guru itu hanya berdiam saja darinya?
Ibu guru itu meminta dipanggilkan ibu si anak kecil tersebut. Apa yang ia inginkan darinya?