Selasa, 28 Januari 2014

About Me ^38

Beberapa bulan lagi hampir mendekati masa Pusdiklatsar Paskibra. Masa-masa dimana jumlah kami (capas) semakin sedikit,sekitar 10 orang lagi dari 26 orang.

Ada satu kisah yang mungkin ga akan hilang dalam ingatan ini. Saat itu, hari dimana bertepatan dengan hari Latihan Satuan dan kumpul OSIS. Aku, Pak Lurah dan satu anggota capas lagi,  bingung untuk memilih yang mana duluan. Kebetulan di paskibra, anggota OSIS nya hanya kami bertiga. Dan segera aku sms kakak senior untuk minta izin. Dan hingga akhirnya,kami memutuskan untuk hadir ke OSIS dulu. Setelah kumpul osis,kami bertiga segera bergegas ke tempat latihan. Dan sedikit shock. Ternyata tak ada satu pun orang yang latsat.

"Apa libur ya ?" tanyaku
Tiba-tiba dateng kakak senior.
"Ayo masuk. Masuk."
perintah senior.
"Tok tok...Izin masuk." kompak aku dan pak lurah, sambil hormat ke garuda.
"Iya." jawab kakak senior.

Tak lama kami duduk. Kakak senior kami begitu marah. Kecewa karena yang hadir latsat hanya 3 orang. Ya sudahlah saat itu kami pasrah dan habis dah di marah-marahin. Hingga akhirnya, pada hari itu dan.waktu itu juga kami bertiga dihukum 100 push up/squat jump di tempat. Woow....

Setelah dari itu, kami semua langsung disuruh pulang. Perasaan saat itu,ga bisa di gambarkan. Rasanya pengen.banget mengakhiri ini semua. Tapi ga tau kenapa selalu terkalahkan dengan semangat ini. Ya Allah, apakah ini jalan yang terbaik Engkau pilihkan untukku...

Ke esokan harinya, kaki ini begitu sakit dan rasanya pegal-pegal. Kalau bisa dicopot nih kaki, rasanya mau dicopot, ditinggal dirumah terus ganti yang baru. Tapi itu semua hanya angan-angan belaka. Yang bisa aku lakukan adalah jangan banyak jalan dan terus mengoleskan dengan.minyak kayu putih.

Next, ke esokan hari nya. Kami ada kumpul paskibra lagi. Namun aku tidak bisa hadir, aku lupa karena apa ya ga masuk. Teman2 yang laen pun, selain kami bertiga tentunya,.mendapatkan hukuman yang sama seperti kami. 100 kali push up/squat jump di tempat. Ya Allah....bener-bener sepenanggungan banget.

Oh iya, ngomong-ngomong masalah kuantitas. Ternyata hingga akhir kamilah yang bertahan saat itu. Yang berhasil naik tingkat menjadi seorang paskibra. Kami ber-sepuluh orang. Tapi, tak lepas dari itu, masalah kami pun belum berakhir, dan kini datang dari Pak Lurah kami.

Mau tau apa ?
Bersambung

0 comments:

Poskan Komentar