Selasa, 28 Januari 2014

About Me ^37

Menjalani Latihan Satuan untuk pertama kalinya setelah pelantikan hari itu. Aku baru tahu, kalau aparatur (palu & bulu,waPalu & waBulu) harus duduk bersebelahan dan berada di depan. Huh...rada deg2an sih, karena harus berhadapan langsung dengan kakak senior.

Ada satu hal yang cukup unik dan so sweet bagiku di paskibra, yaitu ketika seorang laki-laki memanggil yang perempuan dengan sebutan adek, dan yang permpuan memanggil yang laki-laki dengan sebutan abang. Pertama kali dengernya, rada geli. Ada-ada aja nih. Ckck. Tapi dari sinilah kita diajarkan agar kita semua dapat saling dekat, yang laki-laki melindungi yang perempuan, rasa saling memiliki, sepenanggungan,dll. Ya begitulah sebuah proses kehidupan, yang mengajarkan hidup agar selalu berarti bagi sesamanya. Malahan panggilan adek itu pernah membuat seseorang envy kepadaku. #ups

"Kenapa kalian masih manggil abang adek ? Kan dia udah keluar dari paskibra." tanya ia.
"Ya ga pa2. Toh dia kan pernah menjadi bagian dari keluarga Paskibra. Hehe"
Ya...ku akui sih, engga tau kenapa juga sampe sekarang saat kami masing2 udah kuliah pun kami masih memanggil abang adek. Mungkin karena jiwa-jiwa paskibra itu senantiasa melekat di hati atau memang udah biasa aja. Yah terserahlah apapun alasannya....tapi jujur, aku pun nyaman aja kalau dipanggil itu hehe. So, no problem. Okey.
Skip.

Beberapa bulan kemudian. Hari-hari yang kami jalani sudah semakin 'panas'. Saat dimana kami sebentar lagi akan naik tingkat. Dan masa-masa itu pun aku dan aparatur yang lain di uji. Dimana kami semua (ber 4) dihukum karena ada anggota capas yang tidak hadir latsat. Hari-hari kami seperti itu. Kamilah yang dihukum. Hingga akhirnya, kamipun memasang strategi untuk mencegah agar capas yang kabur-kaburan tadi tidak lolos.

"Temen-temen minta tolong untuk capas yg sering kabur2an dipantau dan dicegah ya biar ikutan latsat." sms ku kepada teman2 seperjuangan yg senantiasa setia. #lebay
"Bang, nanti jaga dipintu gerbang ya, bisa ambil tuh helm mereka yang cowo2 biar ga kabur. Nanti aku jaga dibawah tangga sekolah"  sms ku kepada Palu aku.

Lebay. Iya kalau kata anak sekarang itu memang lebay. Tapi bagi aku, ini luar biasa. Ini adalah perjuangan dan tanggung jawab yang besar. Ya begitulah cara yang bisa kami lakukan saat itu. Tapi apa daya, hanya beberapa orang yang bisa kami ajak.

Sungguh, kalau melihat masa-masa itu. Mungkin akan banyak yang mengatakan kami, betapa bodohnya kami saat itu ya. Ckck. Tapi, ya itu mungkin pikiran beberapa orang  yg berpikir sempit saat itu. Namun, bagi kami itulah masa-masa perjuangan dan pengalaman yang begitu berkesan hingga bisa menghasilkan kami-kami yang luar biasa. InsyaAllah.

0 comments:

Poskan Komentar