Selasa, 28 Januari 2014

About Me ^36

Kelas 1 SMA,
Awalnya aku masih ragu untuk ikutan organisasi Paskibra, salah satunya karena aku ga mau kalau masuk Paskibra itu harus dipotong pendek rambutnya. Namun hingga berjalannya waktu engga tau kenapa rasa nyaman dan suka di Organisasi ini membuat saya begitu merelakan saja untuk di potong pendek. Hehe

Duduk di kelas XI, itu berarti tingkatan kami di Paskibra masih sangat dasar sekali. Namanya Calon Paskibra atau sering disebut dengan Capas. Begitu banyak test dan persyaratan yang harus dijalani saat itu, dimana harus pergi ke dokter untuk menyatakan bahwa kita berbadan sehat, pernyataan orang tua dan masih banyak lagi. Kalau testnya, waktu itu ada kesehatan, psikologi,fisik,pbb dll.


Oprec paskibra ini bertepatan dengan moment 17an, dimana saat itu karena yang mendaftar sedikit maka pihak sekolah menugaskan untuk merekrut ke kelas-kelas. Hingga akhirnya terkumpullah sekitar 40an. Namun, seiring berjalannya waktu  yah inilah faktanya, faktor seleksi alam itu sepertinya selalu mengiringi sebuah organisasi, yaitu mulai berguguran para anggotanya. Hingga akhirnya setelah pengibaran bendera 17 Agustus menjadi 26 orang anggotanya. Yah, ternyata kamilah yang bertahan. Aku pikir seperti itu. Tapi ternyata seleksi alam itu ga sampai disitu, masih tetap berlanjut. Ada banyak faktor disana. Diantaranya mereka yang tidak suka diatur, seniornya 'galak-galak', sering panas-panasan, ga tahan pulang sore, padet agendanya dll. Yah kalau mencari-cari alasan memang akan banyak. 

Aku lupa kapan waktunya, saat pertama kali kami Latihan Satuan (Latsat) di kelas itu (Kelas XII IPA 3 saat itu), saat itu adalah saat dimana pemilihan Aparatur/Kepengurusan tingkat Capas, dimana ada Pak Lurah,Bu Lurah beserta wakilnya. Ga tau kenapa, saat itu aku berani untuk mengajukan diri mencalonkan sebagai Ibu lurah. Cukup deg-deg an sih. Tapi ya sudhlah dicoba dulu.  Setelah menyampaikan visi misi, kita semua para calon dipersilakan duduk. Musyawarah dan diakhiri dengan voting. Dan ga disangka namaku meraih suara terbesar untuk menjadi seorang Bu Lurah atau sering disingkat menjadi Bulu. Dan merekalah, yang menjadi partnerku untuk ke depannya, ada Palu (Pak Lurah), WaPalu, WaBulu. (Ga usa sebut nama ya hehe). Setelah terpilih, kami ber 4 pun mendapatkan sebuah surprise. Dimana saat itu, kami ber 4 ditutup matanya. Dan disuruh jongkok. Mau tau diapain? Yah, kami disiram dengan air kembang. Huh seger...serta di akhiri dengan bersalam-salaman dengan anggota.

Bahagia rasanya, bisa bergabung disini, berharap bisa menjadi orang baik dan memiliki banyak teman di sekolah ini. Juga, terasa berat, ketika harus bisa mengkoordinir teman2 sebanyak ini dalam menjalankan tugas.Tapi, ya disinilah sebuah proses yang harua dijalani, sebuah pembelajaran yang dapat berarti dikemudian hari, insyaAllah.



Mau tau selanjutnya gimana ?
Ikutin terus ya... Hehe

bersambung...

0 comments:

Poskan Komentar