Rabu, 07 Agustus 2013

AboutMe ^20

Saat di SMP, saya mengikuti ekstrakurikuler paskibra,rohis dan osis. Tertarik dengan osis karena kayaknya enak aja gitu, bisa banyak teman, nambah ilmu dan bisa MOS (Masa Orientasi Siswa) adek-adek kelas. Hehe

Hingga tibalah, saat pendaftaran osis. Dengan modal semangat, prestasi dan organisasi saat SD. Bismillah deh. Beberapa hari kemudian,  setelah menjalani seleksi berkas dan wawancara. Alhamdulillah saya lolos seleksi. Disini awal mula saya masuk paskibra. Menurut saya,masuk paskibra adalah kecelakaan terindah yang pernah saya alami (selain hal itu ya. Ehm ??). Kecelakaan ?  Iya, karena masuk paskibra itu awalnya adalah bukan keinginan saya tapi adalah sebuah syarat ketika masuk osis. Karena merupakan syarat, berarti mau ga mau harus ikutan dan tanggal 17 Agustsus pun bentar lagi. Oke. Siap dah..

Setelah beberapa bulan mengikuti kegiatan paskibra, pengibaran, lomba sana-sini. Ga tau kenapa, muncul perasaan kalau saya nyaman disini. Merasa senang kalau setiap habis sekolah ada agenda ekstrakurikuler apalagi latihan paskibra. Juga, merasa sepi kalau setelah selesai sekolah ga ngapa2in. Serasa ada yang hilang. Kenapa ya ? Kebersamaannya itu loh. Senang aja kalau udah ketemu dengan teman2 , apalagi kalau mau lomba PBB, berjuang bersama-sama untuk mengharumkan nama sekolah.

Selain merasa senang atas kebersamaanya. Ada satu hal lagi nih yang membuat saya semakin cinta dengan Paskibra, yaitu Pembina kami. Kebetulan pembina paskibra kami merangkap sebagai pembina osis juga  Jadi, saya mengenal dekar dengan beliau. Beliau ini adalah sosok yang luar biasa, termasuk salah satu guru favorit saya saat SMP. Sosok yang tegas, bijaksana,perhatian dan care. Saya suka banget deh ma ibu ini. Walaupun bukan dia yang ngelatih tapi rasanya beliau ga pernah absen standby saat kami latihan. Tapi, mungkin juga karena tugasnya yang masih banyak disekolah, maklum beliau adalah seorang waka kesiswaan. Terkadang, saat kami sedang isirahat, beliau selalu memanggil saya untuk ke kantor. Mau tau ngapain ? Beliau memberikan sebuah kupon agar diberikan kepada anak-anak yang ikutan latihan. Sebuah kupon yang bisa ditukarkan dikantin sekolah untuk kami jajan. Subhanallah. Tau aja nih Ibu hehe. Bagi-bagi kupon ini bukan hal yang jarang namun sering.Terima Kasih ya bu.

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa guruku. Mudahkanlah rezekinya. Dan semoga senantiasa berada dalam lindungan-Nya. "Aamiin

Salam rindu dari muridmu.

0 comments:

Poskan Komentar