Selasa, 06 Agustus 2013

AboutMe ^18

Menurutku masa SMP adalah masa paling labil. Dimana kita sudah mulai beranjak remaja.Jadi, harus dituntun dengan sebaik-baiknya agar tidak berada di jalan yang salah.

Pada suatu hari,
sebelum pelajaran keterampilan/mulok dimulai, Ibu guru memberikan apresisasi terlebih dahulu kepada murid-murid yang telah mengumpulkan tugas dengan tepat waktu dan mendapatkan nilai tertinggi. Ibu guruku satu ini, terkenal sangat lemah lembut dan sabar. Salah satu guru favourite deh. Dan ternyata, hasil karya ku dan sahabatku termasuk didalamnya, yang mendapatkan nilai tertinggi. Alhamdulillah. Kalau ga salah inget, saat itu adalah keterampilan menghias toples. Setelah itu, ibu guru pun memberikan tugas akhir dalam semester itu. Tugasnya adalah perkelompok, yaitu membuat manisan.

" Pasti aja kelompokan ma ertin (nama sahabatku saat SMP).", kata teman sebangku ku cuek.
" Ya iyalah, kenapa mau ?"
"Males :p " balasku.
"Anggota kelompoknya diusahakan sama teman sebangku dan ga jauh2 duduknya. Biar mudah kordinasinya", pesan Ibu Guru.
" Hah, ga mau ah.."kataku
" Eits...bilangin bu guru loh", balas dia.
"Eh jangan. Iya2. Tapi sama ertin  juga ya. "', paksaku.
"Tugas kelompok kaliab embuat manisan cermai." perintah ibu guru.
" Dirumah ada tuh buah cermai", sahut teman sebangku ku sombong.
" Wah,Alhamdulillah. Ya udh kamu aja ya yang ngerjain",suruhku
" Enak aja, buah dari aku, masa aku juga yang masak. Males...kamu aja tuh sama yang laen"
"Eit eit...bilangin ma ibu guru loh kalau kamu ga ikut bantuin." sahutku
" Iya...iya. "
Dia takut banget sama Ibu yang saya bilang lemah lembut banget ini. Sebab dulu pernah kena marah gara-gara berantem dan ga ngumpulin tugas.Terkadang benci banget sama kejahilannya dan terkadang juga kasian banget kalau ngeliat dia udah berurusan dengan guru. Ckck..

Beberapa hari kemudian,  kami pun sekelompok janjian untuk membuat manisan cermai itu. Rumahku yang menjadi sasaran untuk masak manisan itu. Ya pasrah. Siap-siap berantakan nih dapur. Setelah semua tiba dirumahku, baru deh saya ajak semua tuh ke dapur. Biar kita masak bareng2 dan tau prosesnya seperti apa.
Beberapa menit kemudian, ayah dan ibu baru pulang dari kantor.

" Oh teman sefi ya ? Yang katanya mau buat manisan itu "
tanya ibuku.
" Ehm...iya tante." jawab teman2
"Udah pada makan belum ?" Nanti setelah masak, makan dulu aja ya. Jarang-jarangkan kesini."tanya ayah
" Ga usah tante, om . Jadi ngerepotin." jawab teman2.
" Ga ko,kebetulan disebelah rumah ada yang jualan pecel. Makan pecel pake nasi ya. Enak loh, kan cape tuh habis masak." bujuk ayah
Setelah selesai masak dan beres2, kita ke ruang depan buat ngobrol2 dan maenan. Saat saya ke dapur, beneran tuh udah disedian makan siang.
" Ajak teman2 nya ke sini ya. Sebelum pulang makan dulu",perintah ibuku
"Eh, udah disiapin makan tuh. Yuk makan dulu", ajak ku dgn mereka
"Oh gitu, ya udh yuk. Laper juga nih hehe", jawab temanku semangat.
Kita pun makan bersama. Setelah selesai. Mereka izin pamit pulang.
"Om,Tante...pulang dulu yan Makasih makan siangnya tadi. Maaf kalau ngerepotin.
"Iya sama2. Ga pa2 ko. Hati2 ya dijalan dan jangan pernah bosen maen ke rumah sefi lagi".jwb Ibu

Hari untuk presentasi dan penilaian tuk manisan pun tiba. Hingga akhirnya kelompok kami pun mendapatkan nilai yang bagus dan memuaskan. Alhamdulilillah.

0 comments:

Poskan Komentar